Said Didu: Ada Tiga Sektor Tempat ‘Genderuwo Bergentayangan’

- Penulis

Kamis, 15 November 2018 - 00:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Mantan Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) era Sudirman Said, Said Didu menyebut saat ini ada tiga sektor utama perekonomian tempat para genderuwo ekonomi gentayangan.

Sektor-sektor itu yakni sektor anggaran, sektor sumber daya alam, dan sektor hukum atau kebijakan penegakan hukum.

“Jelas semua, ada di penganggaran, yaitu APBN, APBD itu ada di situ. Yang kedua adalah sektor minyak, migas itu ada. Yang ketiga adalah sektor penegakan hukum, mafia-mafia hukum genderuwo juga,” kata Didu usai menjadi pembicara dalam diskusi Rabu Biru yang digelar oleh Kubu Prabowo-Sandi di Rumah Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).

Istilah genderuwo sendiri, kata dia, memang sangat cocok disematkan kepada mereka atau kelompok yang bertindak memainkan aturan untuk kepentingannya sendiri dan mempengaruhi kekuasaan serta mematikan orang lain.

“Nah jadi itu istilah saya untuk menyebut arti genderuwo itu. Kalau saya melakukan itu maka saya termasuk genderuwo,” katanya.

Tak hanya itu, Didu juga menyebut para genderuwo ini termasuk licin, sulit ditangkap, dan sudah ada secara turun temurun di setiap pemerintahan. Bahkan saat pemerintah satu digantikan oleh pemerintahan yang lain, para genderuwo ekonomi di tiga sektor ini tetap bergentayangan.

Genderuwo yang kemudian Didu sebut dengan cukong ini bahkan mampu mengatur dan memengaruhi pemerintahan yang sedang berjalan.

Baca Juga :   GEGER ! Mr X Ditemukan tak Bernyawa di Samping Mushola Al-Falah Banjarmasin

“Genderuwo juga bisa berwujud cukong kekuasaan. Kekuasaan berganti tapi cukongnya tetap,” kata dia.

Meski dianggap merugikan, menurut Didu, para genderuwo ekonomi ini tak boleh dimusnahkan. Cara terbaik adalah dengan merangkul mereka dan mengajaknya ikut serta dalam pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Jangan, jangan dibasmi. Tapi diajak secara pelan-pelan untuk ikut serta menumbuhkan perekonomian, istilahnya diancam secara halus begitu,” ujarnya.

“Beri pilihan, mau gabung bangun ekonomi atau angkat kaki dari sini,” ucap dia.

Kata genderuwo awalnya dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjannya hanya menakut-nakuti masyarakat saja. Jokowi menyebutkan banyak politikus yang pandai memengaruhi dan tidak menggunakan etika maupun sopan santun politik yang baik.

Itu dikatakan Jokowi dalam pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pagi tadi.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Enggak benar kan? Itu sering saya sampaikan itu namanya ‘politik genderuwo’, nakut-nakuti,” kata Jokowi. (CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan
DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang
STOK BBM Indonesia Aman karena Punya Sumber Minyak Baru
MENAKER YASSIERLI: Meski WFH, Gaji Karyawan Swasta/BUMN-BUMD Wajib Penuh
MENKEU PURBAYA: Sementara, Pertamina Tanggung Selisih BBM Nonsubsidi

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Rabu, 1 April 2026 - 22:27

SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan

Rabu, 1 April 2026 - 22:04

DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang

Berita Terbaru

Internasional

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 Apr 2026 - 16:22

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca