RUSIA ‘NGAMUK’ Tuduh Ukraina di Balik Serangan Drone

- Penulis

Selasa, 4 Juli 2023 - 22:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibukota Rusia Moskow diserang drone pada Selasa (4/7/2023) waktu setempat. Presiden Rusia Vladimir Putin geram dan menuding Ukraina berada di balik serangan tersebut. (Foto: REUTERS)

Ibukota Rusia Moskow diserang drone pada Selasa (4/7/2023) waktu setempat. Presiden Rusia Vladimir Putin geram dan menuding Ukraina berada di balik serangan tersebut. (Foto: REUTERS)

SuarIndonesia — Rusia mengatakan sistem pertahanannya menembak jatuh pesawat nirawak atau drone di dekat Moskow. Rusia menuduh Ukraina sebagai dalang utama dan menyebut serangan itu ‘aksi terorisme’.

Seperti dilansir AFP, Selasa (4/7/2023), awalnya ada dua drone yang ditembak jatuh saat mengudara di wilayah New Moscow atau Moskow Raya, wilayah di sekitar ibu kota Moskow.

“Dua drone dilumpuhkan dengan peralatan perang elektronik,” sebut dinas urusan darurat Rusia dalam pernyataan kepada kantor berita TASS.

Sementara itu, laporan kantor berita Rusia lainnya, RIA Novosti, yang mengutip dinas urusan darurat menyebut dua drone itu ditembak jatuh di dekat desa Valuevo, yang ada di wilayah New Moscow. Disebutkan juga bahwa kedua drone itu jatuh ke ‘lapangan terbuka’.

Satu drone lainnya, sebut laporan TASS, berhasil ditembak jatuh di wilayah Kaluga, yang berjarak sekitar 190 kilometer dari ibu kota Moskow.

Berdasarkan laporan awal, yang dikutip TASS, ketiga drone itu ditembak jatuh saat terbang menuju ke ibu kota Moskow.

TASS juga mengutip seorang sumber anonim yang menyebut ketiga drone yang ditembak jatuh itu semuanya merupakan jenis drone fixed-wing.

Ditambahkan TASS bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Rusia Tuduh Ukraina

Rusia kemudian memperbarui datanya. Rusia menyebut sistem pertahanannya telah menembak jatuh drone dengan total 5 unit.

Serangan drone itu juga dilaporkan mengganggu operasional bandara internasional Vnukovo. Namun dilaporkan tidak ada kerusakan maupun korban jiwa akibat serangan drone itu.

“Pagi ini, kami mencegah upaya rezim Kyiv untuk melakukan aksi teroris dengan lima drone,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip detikNews, Selasa (4/7/2023).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, juga menyebut serangan drone itu sebagai ‘aksi teroris’ oleh Ukraina.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

“Sebuah upaya oleh rezim Kyiv untuk menyerang zona di mana infrastruktur sipil berada, termasuk bandara yang menerima penerbangan internasional, merupakan aksi teroris baru,” sebut Zakharova dalam pernyataan via Telegram.

Militer Rusia dalam pernyataannya menyebut empat drone di antaranya dihancurkan oleh sistem pertahanan udara, sedangkan satu drone lainnya dilumpuhkan dengan ‘alat elektronik’ sebelum terjatuh.

Operasional Bandara Sempat Terganggu

Laporan kantor berita RIA Novosti, yang mengutip dinas urusan darurat Rusia, menyebut salah satu drone dilumpuhkan di wilayah Kubinka, yang diketahui berjarak sekitar 40 kilometer dari Vnukovo.

Operasional bandara internasional Vnukovo sempat terganggu oleh serangan drone itu. Beberapa penerbangan terpaksa dialihkan ke bandara-bandara lainnya dan badan transportasi udara Rusia melaporkan lalu lintas udara di Vnukovo kembali normal pukul 05.00 GMT.

Belum ada tanggapan resmi dari otoritas maupun militer Ukraina atas tuduhan Rusia itu.

Diketahui bahwa rentetan serangan drone menghantam kota-kota Rusia sejak invasi dilancarkan ke Ukraina setahun lalu. Serangan drone itu semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Ibu kota Moskow dan wilayah sekitarnya, yang berjarak sekitar 500 kilometer dari perbatasan Ukraina, sebelumnya tergolong jarang menjadi target serangan.

Namun pada awal Mei lalu, dua drone ditembak jatuh saat terdeteksi mengudara di atas gedung Kremlin. Pada bulan yang sama, beberapa drone menghantam gedung-gedung bertingkat di ibu kota Moskow. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca