RIBUAN WARGA Bersama Cabup Andi Rudi di Ponpes Datu Kalampayan Pagatan

- Penulis

Jumat, 4 Oktober 2024 - 22:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semua membaur dan duduk berdampingan dengan para ulama dan habaib. peringati  haul ke-179 Mufti Syekh H. Muhammad Arsyad bin Mufti Syekh H. M. As'ad Al Banjari (Datu Lamak). pada Rabu (2/10/2024) malam. (SuarIndonesia/Ist)

Semua membaur dan duduk berdampingan dengan para ulama dan habaib. peringati haul ke-179 Mufti Syekh H. Muhammad Arsyad bin Mufti Syekh H. M. As'ad Al Banjari (Datu Lamak). pada Rabu (2/10/2024) malam. (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia  – Ribuan warga bersama Calon Bupati  nomor urut 1, Andi Rudi Latif atau akrab disapa Bang Arul, memadati Pondok Pesantren Datu Kalampayan, Desa Barugelang, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Rabu (2/10/2024) malam.

Semua membaur dan duduk berdampingan dengan para ulama dan habaib dalam rangka menghadiri haul ke-179 Mufti Syekh H. Muhammad Arsyad bin Mufti Syekh H. M. As’ad Al Banjari (Datu Lamak).

Kegiatan juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H.

Kehadiran Bang Arul yang diumumkan panitia sebagai Calon Bupati Tanah Bumbu menarik perhatian jemaah.

Mereka saling berbagi senyum. Adapun rangkaian haul dan maulid ini di antaranya kalam ilahi yang dilantunkan oleh santri, Muhammad Aufa.

Selanjutnya pembacaan manakib Datu Kubah Pagatan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Datu Kalampayan, Guru H. Abdul Gaffar Sidiq. Sedangkan tausiah disampaikan Pimpinan Ponpes Dalam Pagar Kandangan, KH. Ahmad Syairazi.

Andi Rudi dan ribuan jemaah tampak hening ketika mendengarkan sejarah singkat kehidupan Mufti Syekh HM Arsyad Bin Mufti Syekh HM As’ad Al Banjari, dari lahir hingga wafat dan dimakamkan di pesisir Pantai Pagatan, Kusan Hilir.

Dalam manakibnya diceritakan, Datu Kubah Pagatan lahir di Martapura, Kabupaten Banjar. Ayahnya seorang Mufti di Kerajaan Banjar, Syekh Muhammad As’ad Al Banjari dan Buyutnya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kalampayan).

“Beliau dilahirkan sekitar 1765 M di Kampung Martapura. Ketika diusia masih muda, bersama empat saudara menuntut ilmu ke Tanah Suci Mekkah dan berguru kepada Asy-Syekh Ahmad Ad-Dimyiati, Asy-Syekh Yusuf dan Asy-Syekh Ar-Rahbini,” urai Guru Gaffar membacakan manakifnya.

Datu Lamak, lanjut Guru Gaffar, dipercaya mengajar di Masjidil Haram sebelum akhirnya dipanggil kembali ke Kerajaan Banjar untuk menjadi Mufti, menggantikan sang ayah Mufti Syekh HM As’ad Al Banjari yang telah wafat.

Baca Juga :   MASJID AL-JIHAD Banjarmasin Jadi Percontohan Nasional 2024

“Selama menjadi Mufti di Kerjaan Banjar, beliau termasyhur dengan sifat yang sopan, rendah hati, adil dan tegas menumpas kebatilan. Beliau juga menghabiskan masa hidupnya dengan mengajar ilmu agama kepada muridnya. Salah satu muridnya adalah Sultan Adam,” tutur Guru Gaffar.

Hingga suatu ketika, Datu Lamak berkeinginan untuk mengunjungi kakaknya Syekh Abu Tolhah yang menjabat sebagai Mufti di Kesultanan Kutai. Dan akhirnya kedua bertemu dan melepas rindu dengan penuh haru.

“Setelah lawatannya di Kutai, beliau kembali ke Kerajaan Banjar menggunakan kapal layar.

Di pertengahan perjalanan, beliau singgah di Pagatan, Tanah Bumbu,” sambungnya.

Di tempat ini Datu Lamak sempat berdakwah dan membuka majelis pengajian di mesjid Pasar Lama Pagatan. Hingga akhirnya takdir Allah SWT memanggilnya berpulang ke Rahmatullah. Beliau wafat pada tahun 1850 M atau 23 Rabiul Awwal 1267 H.

“Innalilahi Wainnailaihi Rojiun. Beliau wafat pada usia 85 tahun dan kemudian di makamkan tepi Pantai Pagatan, di Desa Mattone Tanah Bumbu,” tutup Guru Gaffar.

Kegiatan haul Datu Lamak dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini ditutup dengan ceramah oleh Pimpinan Ponpes Dalam Pagar Kandangan, KH. Ahmad Syairazi.

Dalam satu kutipan tausiahnya, ia berpesan jika seorang pemimpin ingin langgeng dan berkah menjalankan amanahnya, jangan tinggalkan alim ulama.

Pesan itu beririsan dengan kiprah paslon Andi Rudi Latif – H Bahsanuddin yang selalu melibatkan, menghormati dan menggandeng ulama dalam segala urusannya. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer
TIM EKSPEDISI RUPIAN Kalimantan 2026 Dilepas Dankodaeral XIII Bersama KPW BI Kalsel
RATUSAN CJH Kloter BDJ 03 Tabalong Membawa “Iwak Rabuk Haruan”, Senin Malam Terbang ke Tahan Suci
LESTARIKAN Budaya Banjar dengan Libatkan Generasi Muda
PROGRAM MARKISSA Konversi Sampah jadi Sedekah Beras
JASAD MENGAPUNG di Sungai depan Museum Perjuangan
SELURUH CJH RI Ditempatkan di Markaziyah Madinah
TECO, Pelatih Barito Putera : Tahan Imbang Persela, Masih Punya Satu Laga

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:02

DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer

Senin, 27 April 2026 - 15:54

TIM EKSPEDISI RUPIAN Kalimantan 2026 Dilepas Dankodaeral XIII Bersama KPW BI Kalsel

Minggu, 26 April 2026 - 23:11

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka

Minggu, 26 April 2026 - 22:43

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Minggu, 26 April 2026 - 22:33

EKS KANIT Narkoba Polresta Ambon Jadi Bandar Sabu dari Kalimantan, Raup Rp 20 Juta Per Hari

Minggu, 26 April 2026 - 17:23

JASAD MENGAPUNG di Sungai depan Museum Perjuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 19:50

PENJARINGAN Calon Ketua KONI Kalsel, Dinilai H Bambang Kepemimpinan Depan Orang-orang Tangguh

Sabtu, 25 April 2026 - 18:10

AKLAMASI, Paman Birin Kembali Pimpin PB Lemkari 2026-2031

Berita Terbaru

(newswire.lk)

Internasional

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka

Minggu, 26 Apr 2026 - 23:11

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca