REALISASI Pendapatan Pemprov Kalsel Selama 2022 Capai 7,8 Triliun

SuarIndonesia – Perhitungan sementara hingga Desember tahun lalu, pendapatan Pemprov Kalsel sudah tercapai Rp 7,852 triliun.

Target pendapatan pada 2022 sebesar Rp 7,854 triliun atau tercapai 99,97 persen.

Perhitungan pendapatan tersebut dari pendapatan asli daerah (PAD) yang meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah.

Dari sektor PAD tercapai sebesar Rp 4,336 triliun dari target Rp 4,283 triliun atau 101,24 persen.

Sektor berikutnya adalah pendapatan transfer sebesar Rp 3,445 triliun dari target Rp 3,514 trilun atau 98,06 persen, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 70 miliar dari target Rp 57 miliar atau 122 persen.

Pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) menempati urutan pertama penyumbang paling besar untuk sektor pajak. Jumlahnya mencapai Rp 2,036 triliun dari target Rp 1,9 triliun atau tercapai 107,22 persen.

“Dari PBBKB ini yang paling besar menyumbang pendapatan adalah bahan bakar lainnya tercapai Rp 1,908 triliun dari target Rp 1,805 triliun atau 105,77 persen.

Selain bahan bakar lainnya juga ada bahan bakar solar tercapai Rp128 miliar dari target Rp 95 miliar atau 135,36 persen,” jelas Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, Subhan Nur Yaumil, melalui Kabid Akuntansi, H. Idris, Selasa (3/1/2022).

Sektor pajak lainnya yang juga menjadi penyumbang pendapatan daerah adalah pajak kendaraan bermotor (PKB) tercapai Rp 825 miliar dari target Rp 805 miliar atau 102,50 persen dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) tercapai Rp 562 miliar dari target Rp 542 miliar atau 103,74 miliar.

“Pajak rokok dan pahak air permukaan tidak mencapai target. Pajak rokok dari target Rp 285 miliar tercapai Rp 260 miliar atau 91,03 persen, dan pajak air perkukaan dari target Rp 10 miliar tercapai Rp 8,4 miliar atau 84,59 persen,” kata H. Idris.

Berikutnya PAD dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, tercapai Rp 43,9 miliar dari target Rp 46,2 miliar atau 95,14 persen. Terkahir pendapatan dari lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 576,3 miliar dari target Rp 666,5 miliar atau 86,48 persen.

Dari komponen lain-lain PAD yang sah paling besar disumbangkan pendapatan BLUD, yaitu sebesar Rp 520,2 miliar dari target Rp 612,9 miliar atau 84,87 persen.

“Perhitungan tersebut belum final. Saat ini kami masih menverifikasi bersama SKPD terkait. Angkanya masih bisa bergerak. Insyaallah dalam 1 minggu ini sudah selesai verifikasi,” pungkas Idris.(RW)

 522 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!