PULUHAN Politikus Dibunuh! ‘Kampanye Paling Berdarah’ di Guerrero Meksiko

- Penulis

Minggu, 26 Mei 2024 - 20:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cinthia Juarez yang mencalonkan diri usai temannya dibunuh saat kampanye. [BBC]

Cinthia Juarez yang mencalonkan diri usai temannya dibunuh saat kampanye. [BBC]

SuarIndonesia — Kampanye pemilu tahun 2024 disebut kampanye paling penuh dengan aksi kekerasan sepanjang sejarah Meksiko. Adapun kawasan yang disebut sebagai tempat yang paling berbahaya dan kejam untuk mendulang suara adalah di Negara Bagian Guerrero.

Orang yang sangat menyadari predikat tersebut adalah Cinthia Juarez.

Salah satu korban pertama yang dibunuh saat kampanye di Guerrero adalah teman masa kecil Cinthia yaitu Moises “Moy” Juarez Abarca.

Moy adalah seorang aktivis hak-hak gay yang terkenal secara nasional. Moy merupakan kandidat dalam pemilu daerah dari partai oposisi PRD sebelum dia diculik oleh sekelompok orang bersenjata.

Jenazah Moy ditemukan di kuburan massal bersama 16 orang lainnya.

“Bersama Moy, saya telah menghabiskan lebih dari 20 tahun dalam aktivisme politik. Ini adalah kampanye paling kejam yang pernah kami lihat di negara bagian Guerrero dan Acapulco,” kata Cinthia.

Setelah rekannya dibunuh dan penyelidikan atas kasusnya ditangguhkan, Cinthia sangat menyadari risiko yang dia ambil ketika mencalonkan diri untuk menggantikan Moy.

Namun, perempuan bertubuh kecil dan bertekad kuat itu menegaskan bahwa dia menolak untuk menyerah pada rasa takut.

“Tentu saja saya takut. Saya takut suatu hari nanti saat meninggalkan rumah, saya tidak pernah pulang lagi, dan hal itu bermotif politik.”

“Namun politik adalah satu-satunya cara kita bersuara, satu-satunya cara untuk mengembalikan Acapulco menjadi pelabuhan yang berkembang seperti dulu,” kata Cinthia yang juga merupakan pembela hak-hak gay terkemuka di komunitasnya.

Menjelang pemilu pada Juni 2024 mendatang, aksi-aksi kekerasan semakin masif dan buruk.

Setidaknya 12 orang ditemukan terbunuh di Acapulco pada Selasa (21/5/2024) lalu. Enam jenazah ditemukan dibuang di dekat pasar, beberapa hari sebelum pemilu pada 2 Juni mendatang.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga konsultan politik di Meksiko, Integralia, memberikan gambaran suram mengenai kekerasan politik di seluruh Meksiko menjelang pemilu.

Sekitar 200 pegawai negeri, politisi dan kandidat telah dibunuh atau diancam menjelang pemilu. Dari jumlah itu lebih dari 50 korban tewas di Guerrero saja.

Salah satu pembunuhan yang paling terkenal di negara bagian ini terjadi di Acapulco tepat sebelum Natal tahun lalu.

Salah satu calon wali kota Morena, Ricardo Taja, ditembak mati saat dia makan malam di sebuah restoran bersama pengawalnya.

Kekerasan politik yang dilakukan oleh kartel narkoba bukanlah hal baru di Meksiko.

Namun besarnya permasalahan dalam kampanye kali ini telah mengejutkan bahkan para politisi berpengalaman di sini.

Padahal Taja diperkirakan akan mendapatkan hasil yang baik dalam pemilu jika dia berhasil mengamankan pencalonannya.

Cinthia Juarez mengajak BBC menjelajahi beberapa bisnis lokal bersama Evodio Velazquez.

Evodio Velazquez menarik diri dari pemilu setelah orang-orang bersenjata muncul di rumahnya. [BBC]
Velazquez, mantan Wali Kota Acapulco, mengatakan bahwa ia mengalami ancaman di sepanjang kehidupan politiknya.

Pada pemilu 2024, dia memutuskan untuk meninggalkan pencalonannya.

“Saya lebih memilih aman daripada menyesal”, katanya.

“Saya tidak ingin masuk dalam angka-angka pembunuhan lainnya.”

Velazquez mengatakan bahwa dia telah menghubungi otoritas federal untuk mendapatkan perlindungan namun “hal tersebut tidak didengarkan. Mereka tidak mengambil tindakan sama sekali”.

Velazquez melihat kampanye pemilu yang paling berdarah ini telah menimbulkan “ketidakpastian dan ketakutan di masyarakat” yang menurutnya disebabkan oleh “kegagalan kebijakan publik di bidang pencegahan dan keamanan”.

Namun kandidat dari partai yang berkuasa diperkirakan akan menyapu bersih kursi-kursi dewan di tingkat lokal dan negara bagian di Guerrero.

Baca Juga :   WARGA SIDODADI Dukung Hj. Lisa - Wartono, Jurkam: Jangan Pilih Kotak Kosong !

Para pemilih di negara bagian tersebut kemungkinan besar akan memilih kembali salah satu tokoh paling kontroversial dalam politik Meksiko, yaitu Senator Felix Salgado Macedonio.

Senator Felix Salgado Macedonio diperkirakan akan memenangkan pemilihan, setelah mengundurkan diri pada tahun 2021 menyusul tuduhan pelecehan seksual yang sekarang sudah dicabut. [BBC]
Pada tahun 2021, Salgado terpaksa keluar dari pencalonan gubernur negara bagian karena tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual. Dia membantah tuduhan tersebut dan kini kasusnya dibatalkan.

Sepanjang skandal tersebut, ia mengandalkan dukungan yang tak tergoyahkan dari Presiden Andres Manuel Lopez Obrador.

Jajak pendapat resmi menunjukkan sekitar 60% warga Meksiko menganggap kota mereka tidak aman. Senator Salgado Macedonio menegaskan bahwa ini merupakan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga menyangkal bahwa strategi keamanan presiden yang sering dirangkum dalam kutipannya “abrazos, no balazos”, yang berarti “pelukan, bukan peluru” telah gagal.

“Kutipan itu harus dimasukkan ke dalam konteks”, bantahnya.

“Presiden mengatakan bahwa di Meksiko kita ingin melihat pelukan, bukan peluru. Bahwa kita perlu mengatasi akar penyebab kekerasan termasuk kemiskinan dan perpecahan di dalam keluarga.”

Namun, Salgado mengakui bahwa di Guerrero dan di seluruh negara, terdapat tugas besar yang menanti siapa pun yang menang pada tanggal 2 Juni mendatang.

Kandidat dari partainya, Claudia Sheinbaum, adalah calon presiden perempuan pertama di Meksiko.

“Kita harus bergerak maju sedikit demi sedikit sampai kita mencapai perdamaian di seluruh negeri,” kata Senator Salagado.

“Tetapi kita mempunyai masalah lain: tetangga besar kita di utara. Agar narkoba dapat diperjualbelikan, harus ada penawaran dan permintaan terlebih dahulu. Jadi, siapa yang mengkonsumsi narkoba tersebut?”

Selain kekerasan politik, masyarakat Acapulco juga telah mengalami tahun yang sangat berat.

Delapan bulan lalu, Badai Otis menghantam kota pesisir dengan kekuatan dahsyat.

Kerusakan akibat badai kategori lima ini masih terlihat hingga kini dari hancurnya blok apartemen tepi pantai hingga di lingkungan masyarakat berpendapatan rendah.

Kehidupan dan mata pencaharian hilang.

Mercedez Sanchez kehilangan lebih banyak dari kebanyakan orang di sana.

Mercedes kehilangan ibu dan saudara laki-lakinya setelah Badai Otis melanda Acapulco. [BBC]
Dia menangis saat menjelaskan bagaimana ibu dan saudara laki-lakinya terkubur di bawah tanah longsor, yang berjarak hanya beberapa ruas jalan dari rumah sederhananya di lingkungan Francisco Villa.

Mercedes mengatakan dia berterima kasih atas respons bencana yang dilakukan pemerintah mencakup bantuan paket makanan, bantuan tunai langsung sekitar US$3.000 (sekitar Rp48 juta) per rumah tangga, dan bahkan penggantian peralatan rumah tangga.

Namun meski Acapulco perlahan mulai bangkit kembali setelah badai, situasi keamanannya tetap buruk.

Tidak ada satu hari pun di kota ini tanpa adanya pembunuhan.

Hanya beberapa blok jauhnya dari rumah Mercedes, seorang sopir taksi ditembak saat menunggu pelanggan. Garis kuning polisi masih menutup TKP dan noda darah terlihat di jalan hingga kini.

Menjelang hari pemungutan suara, Mercedez mengatakan aksi-aksi kriminalitas yang terus menerus terjadi akan mempengaruhi pilihan akhir politiknya.

Kehidupan sehari-hari di komunitasnya penuh dengan bahaya.

“Kami bahkan tidak bisa keluar tanpa rasa takut. Meskipun Anda tidak sedang mencari masalah, Anda bisa saja berada di tempat dan waktu yang salah. Di sini sangat berbahaya sepanjang waktu.” [*/UT]

*] BBC Indonesia – detikNews

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 21:31

HARI PERTAMA UTBK-SNBT, Ditemukan Sejumlah Praktik Curang

Senin, 20 April 2026 - 18:24

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar

Minggu, 19 April 2026 - 00:21

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:09

PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:45

LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja

Berita Terbaru

Massa aksi 21 April tiba di Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: detikKalimantan/Riani Rahayu)

Headline

GUBERNUR Rudy Mas’ud Didesak Mundur!

Selasa, 21 Apr 2026 - 22:21

Kendaraan yang digunakan untuk uji jalan B50 yang terparkir di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). (Antara/Putu I Savitri)

Bisnis

MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor

Selasa, 21 Apr 2026 - 21:37

Ketua Umum Tim SNPMB 2026 Eduart Wolok (kanan) dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri) saat meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) hari pertama di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (21/4/2026). (UNJ)

Nasional

HARI PERTAMA UTBK-SNBT, Ditemukan Sejumlah Praktik Curang

Selasa, 21 Apr 2026 - 21:31

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca