PTM SD DAN SMP di Banjarmasin Dilanjutkan, Meski PPKM Level 4

Bagikan :
PTM SD DAN SMP di Banjarmasin Dilanjutkan, Meski PPKM Level 4

SuarIndonesia – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di jenjang SD maupun SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin tetap dilanjutkan meski masih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Banjarmasin.

“Karena kebijakan pak Wali walaupun level 4, PTM tetap bisa dilanjutkan,” ucap Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Totok Agus, Kamis (7/10/2021).

Diketahui, sebelumnya SMP maupun SD sudah melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS). Baru setelahnya lanjut pelaksanaan PTM terbatas di sekolah.

Menurut Totok, sejauh ini tidak ada ditemukan kasus baru yang terkonfirmasi Covid-19 di sekolah. Sehingga pihaknya mantap untuk melanjutkan kembali PTM yang sempat ditunda beberapa kali karena status PPKM di Banjarmasin.

“Sampai kemarin itu rapat terakhir tidak ada kasus dilaporkan. Jadi catatannya tidak ada kasus baru di sekolah. Oleh sebab itu ya kita lanjutkan,” ungkap Totok.

Totok menjelaskan bahwa pelaksanaan PTM di sekolah untuk saat ini sifatnya masih tidak wajib. Sehingga tidak ada larangan jika sekolah tidak melaksanakan PTM dan hanya melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“SD dan SMP sudah turun PTM mungkin ada beberapa sekolah swasta yang belum, sekarang kan masih pilihan. Boleh PTM dan boleh tidak,” ujarnya.

“Masih pilihan, belum ada instruksi karena masih level 4. Nanti kalau 1-2 oke lah,” imbuhnya.

Di sisi lain, pihaknya juga gencar berikan vaksinasi kepada pelajar khususnya anak SMP. Tentunya hal ini lakukan agar siswa tidak mudah terpapar Covid-19 saat mengikuti PTM terbatas di sekolah.

“Sekarang posisinya sudah lebih dari 50 persen. Mudah-mudahan diakhir tahun ini sampai 70 persen,” paparnya.

Adapun untuk vaksinasi pada siswa SD untuk saat ini diakui Totok masih belum dilakukan.

“Tapi ini sudah pendataan nanti kita lanjutkan ke SD,” bebernya.

Tak dipungkiri Totok masih ada beberapa sekolah yang masih rendah untuk capaian vaksinasinya.

“Tapi saya pikir berjalan waktu mungkin beda lagi. Kemarin saja SMP 19 itu dilaporkan di awal-awal rendah, tapi ketika turun dan diberikan penjelasan atau edukasi oleh gurunya dan juga dia lihat teman-temannya sudah bervaksin akhirnya naik juga. Sampai tembus 60 persen sekarang capaian vaksinasinya jadi ada peningkatan,” terangnya.

Sementara itu, untuk capaian vaksinasi guru dan tenaga pengajar di sekolah hingga saat ini sudah mencapai target yang telah ditentukan.

“SMP sudah 92 sekian persen kalau SD 83 persen. Artinya sekolah negeri dan swasta sudah diperbolehkan PTM,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat terutama orang tua siswa sekarang paham akan pentingnya bervaksin untuk membentuk kekebalan imun tubuh.

“Mudah-mudahan berjalannya waktu anak-anak dan orang tua semakin paham bahwa vaksinasi diperlukan untuk pembentukan herd immunity,” katanya.(SU)

 271 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!