PSSI JANGAN Keburu Depak Pelatih Timnas Shin Tae-yong, Berikut Alasannya

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2020 - 20:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatih Timnas Indonesia asal Korea Selatan Shin Tae-yong.(Foto/Indosport.com)

SuarIndonesia – Pelatih Timnas Indonesia asal Korea Selatan Shin Tae-yong yang berusia 49 tahun itu pada akhir Desember 2019 resmi dipercaya oleh Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) untuk menukangi Skuat Merah-Putih.

Mantan pelatih Seongnam Ilhwa Chunma FC itu diganjar kontak selama empat tahun hingga 2022 mendatang usai mempertimbangkan dengan matang.

“Shin Tae-yong sempat mau dikontrak China tetapi dia bilang Indonesia menjanjikan talenta tinggi pada pemain usia dini dan merasa tertantang,” ujar Ketum PSSI Iwan Bule.

Selain yang senior, Shin Tae-yong juga ditunjuk menjadi kepala pelatih Timnas Indonesia U-19 dan U-23. Beberapa target tinggi pun dibebankan ke sang pelatih.

Dilansir dari Indosport.com, awal Januari 2020, mantan pelatih Korea Selatan ini juga menggelar pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 dan melakukan uji coba di Thailand.

Bahkan Timnas Indonesia sempat menggelar pemusatan latihan di Stadion Madya, Jakarta dan diawasi Shin Tae-yong, Februari 2020 lalu.

Pemusatan latihan perdana membuat bekas pemain Queensland Roar FC itu melihat kalau para pemain Timnas Indonesia bukanlah di level yang diinginkannya.

Ketika dilanda wabah virus corona (COVID-19), aktivitas sepak bola Indonesia dan dunia pun terhenti dan pelatih dengan tinggi 174 cm itu pun pulang kampung.

Sempat pula Shin Tae-yong menggelar pemusatan latihan virtual agar para pemain Timnas Indonesia U-19 tetap prima kondisi fisik dan sentuhan bolanya.

Teranyar, Shin Tae-yong ingin menggelar pemusatan latihan di Korea Selatan dan bukan di Indonesia karena wabah virus corona yang tak kunjung reda di Bumi Pertiwi.

Bahkan pelatih Timnas Indonesia itu saat ini tengah bersitegang dengan PSSI usai melakukan wawancara khusus dengan media Korea Selatan News Joins.

“PSSI sering berganti kepengurusan dan kebijakan. Sekjen Ratu Tisha yang punya kemampuan besar dan sangat disukai masyarakat tiba-tiba berhenti, April,” kata Shin.

Kini dirinya berpotensi dipecat oleh PSSI apabila tak datang ke Indonesia dalam waktu dekat untuk menggelar pemusatan latihan untuk ajang yang akan datang.

Hal ini menjadi bahan perbincangan hangat bagi publik tanah air. Namun PSSI tampaknya tak harus terlalu keras pada pelatih Timnas Indonesia itu.

Baca Juga :   MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK

Kendati begitu PSSI tampaknya harus menahan diri agar tak mendepak Shin Tae-yong dalam waktu dekat. Berikut ini alasan kuat agar pria asal Korea Selatan itu tetap tukangi Timnas Indonesia.

1. Beri Kesempatan

Alasan pertama lebih baik PSSI memberikan kesempatan pada Shin Tae-yong untuk menjalankan program kerja dalam menukangi Timnas Indonesia.

Sebab Shin Tae-yong pastinya telah memiliki program yang tepat agar bisa menjawab semua tantangan demi menghapus dahaga gelar juara.

PSSI harus bisa sabar seperti memberikan kesempatan pada Luis Milla dulu dalam menghabiskan kontrak yang telah diberikan.

2. Adaptasi Ulang

Alasan kedua, PSSI lebih baik pertahankan Shin Tae-yong agar tak perlu adaptasi ulang lagi dengan pelatih baru jika nantinya sang juru taktik dipecat.

Karena pelatih Timnas Indonesia itu telah menanamkan bagaimana skema yang akan dirinya terapkan di lapangan nanti. Hal ini pun tak boleh putus di tengah jalan.

Sebab juru taktik yang baru nanti tak bisa serta merta menerapkan dengan cepat skema bermain kepada para pemain yang membela Timnas Indonesia mendatang.

3. Bayar Kompensasi Gaji

Alasan terakhir yang harus menjadi pertimbangan PSSI dalam memecat Shin Tae-yong adalah membayar kompensasi gaji yang bisa saja nominalnya cukup besar.

Menurut data Statista, pelatih Timnas Indonesia itu dibayar senilai Rp7 miliar (500 ribu dolar AS) ketika menukangi Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Meski sampai saat ini tak diketahui secara pasti berapa angka kontrak atau gaji yang disodorkan PSSI ke Shin Tae-yong selama empat tahun.

Melihat durasi tersebut, tampaknya PSSI harus mengeluarkan nominal yang sangat besar jika mendepak Shin Tae-yong di awal-awal kiprahnya ini.(RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DPRD KALSEL Apresiasi Terselenggaranya Road Safety Week.2026
RATUSAN PESERTA Berkompetisi “Road Safety Week” SDC Ditlantas Polda Kalsel
BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG
KALIMANTAN 10 Besar ISPU Tertinggi, Kotim di Posisi Teratas
KORUPSI HUTAN: Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan
KOORDINASI Kawasan Diintensifkan Atasi Dampak Asap Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:26

KALIMANTAN 10 Besar ISPU Tertinggi, Kotim di Posisi Teratas

Jumat, 11 September 2026 - 21:48

PENANGANAN Karhutla Gunakan Berbagai Metode

Jumat, 11 September 2026 - 21:41

GIBRAN Mendadak Cek Antrean BBM

Jumat, 11 September 2026 - 21:36

WAPRES Gibran Beri Penghormatan ke Pemadam yang Gugur saat Tangani Karhutla

Kamis, 10 September 2026 - 22:46

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 September 2026 - 21:52

WAPRES Gibran Pastikan Perawatan Orang Utan Terdampak Karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:55

KARHUTLA KALTENG: Sumber Api Satu Korporasi Diselidiki

Rabu, 9 September 2026 - 22:47

HOTSPOT Menurun Terus Dipantau Ketat

Berita Terbaru


Kepala BGN Sudaryono. (Foto: HO-BGN)

Nasional

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 00:01

Ilustrasi. (si/ut/gemini.ai)

Kesehatan

PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca