KOORDINASI Kawasan Diintensifkan Atasi Dampak Asap Karhutla

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 21:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Kotim Irawati (tengah) saat mendukung langsung penanganan karhutla di lapangan, Sampit beberapa waktu lalu. (Foto: Antara/Devita Maulina)

Wabup Kotim Irawati (tengah) saat mendukung langsung penanganan karhutla di lapangan, Sampit beberapa waktu lalu. (Foto: Antara/Devita Maulina)

SuarIndonesia — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik dengan negara-negara tetangga dalam rangka mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya di kawasan.

Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan Indonesia konsisten menggelar pertemuan berkala serta melakukan koordinasi tindak lanjut dengan para mitra di kawasan melalui mekanisme ASEAN.

“Pertemuan berkala untuk membahas isu kabut asap dan koordinasi tindak lanjutnya juga terus dilakukan,” kata Nabyl di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Kerangka kerja sama ASEAN terus dioptimalkan agar kabut asap yang menyebar ke negara tetangga dapat ditangani dengan baik. Mekanisme regional berdasarkan Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas (Agreement on Transboundary Haze Pollution) juga sudah berjalan, katanya.

Indonesia senantiasa mengedepankan kerja sama dengan negara tetangga, khususnya dalam menghadapi isu lingkungan yang dampaknya merentas batas negara seperti kabut asap, demi menjaga hubungan bilateral tetap baik, ucapnya.

“Bersama negara-negara di kawasan, Indonesia juga mendorong langkah peningkatan kewaspadaan menghadapi cuaca kering akibat kondisi iklim,” kata Nabyl.

Pemerintah Indonesia terus mengoptimalkan berbagai strategi untuk memadamkan karhutla dan memitigasi dampaknya baik secara domestik maupun di tingkat kawasan.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merencanakan serangkaian operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jawa Timur untuk mengendalikan karhutla.

Operasi itu akan dilakukan di Jawa Timur dalam periode 3-9 September 2026 menggunakan pesawat CASA A2104, Kalimantan Barat mulai 5-14 September 2026 dan Kalimantan Tengah mulai 6-14 September 2026 dengan menggunakan pesawat CASA 212 serta dukungan logistik dari BNPB.

Kabut asap akibat karhutla di Indonesia dilaporkan juga menerpa hingga wilayah Sabah dan Sarawak di Malaysia, Singapura, Brunei, hingga ke Filipina, termasuk Ibu Kota Manila.

Pemerintah Malaysia pada Sabtu (5/9) sempat menyatakan darurat akibat kabut asap untuk seluruh wilayah Serian di negara bagian Sarawak, yang berbatasan dengan Indonesia, tetapi kemudian dicabut pada Senin (7/9).

Baca Juga :   SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Sementara itu, pemerintah Jepang telah mengerahkan tiga helikopter demi membantu operasi pemadaman karhutla di Indonesia untuk masa tugas 12–19 September 2026. Pemerintah Malaysia juga menyatakan siap mengerahkan bantuan ke Indonesia, tetapi masih menunggu respons dari Jakarta.

Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil. (Foto: Antara/Rangga Pandu AJ)

Malaysia tunggu persetujuan Indonesia

Sementara itu, dilansir dari Antara, Otoritas Malaysia menyatakan pihaknya menunggu persetujuan atau lampu hijau dari Indonesia terkait upaya membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah.

Menteri Komunikasi Malaysia sekaligus Juru Bicara Pemerintah Malaysia Fahmi Fadzil menyampaikan, dalam rapat kabinet Malaysia di Putrajaya, Rabu, Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) bersama Kementerian Luar Negeri (Wisma Putra) Malaysia menyatakan telah menginformasikan kepada Indonesia daftar aset (sarana penanganan karhutla) Malaysia yang dapat digunakan untuk membantu pemadaman.

“NRES dan juga Wisma Putra telah menyampaikan dalam rapat kabinet, bahwa daftar aset yang mampu kita sediakan untuk membantu negara tetangga telah disampaikan,” kata Fahmi dalam konferensi pers daring di Putrajaya, Rabu (9/9/2026).

Namun, menurut Fahmi, hingga saat ini belum ada konfirmasi mengenai bentuk kerja sama untuk menggunakan aset-aset penanganan kebakaran dari Malaysia guna membantu memadamkan kebakaran dan sebagainya.

“Jadi, sejauh ini, kita telah menyampaikannya melalui kedutaan, melalui Wisma Putra, dan NRES juga telah menyiapkan, tetapi belum ada konfirmasi dan izin untuk menggunakan aset-aset Malaysia,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan
RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun
PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan
DISIAPKAN Ratusan Titik Rumah Oksigen-Mobil Keliling Karhutla

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:09

AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:09

TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:14

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:14

UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca