PROYEK “HUTANG” Kanal Veteran

- Penulis

Rabu, 28 Mei 2025 - 18:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Banyak yang belum tahu, proyek kanal Veteran yang kabarnya menelan dana 1 trilyun, sesungguhnya dibiayai dari dana hutang Bank Dunia.

Apa maknanya kalau proyek tersebut didanai dari dana hutang?.  Artinya semua warga Banjarmasin, turut menanggung hutang tersebut.

Bahkan, 700 ribu warga Banjarmasin, menjadi jaminan, hingga disetujui dan berikannya hutang itu. Lantas, apa yang harus dilakukan?. Tidak ada cara lain, kecuali mengawasi seketat mungkin proyek tersebut.

Jangan sampai menjadi permainan para “pambulantikan”, yang menyebabkan dana lebih banyak terkuras untuk kepentingan pribadi dari pada proyek itu sendiri.

Sudah menjadi rahasia umum, setiap proyek yang didanai dari dana hutang, alokasinya lebih banyak terkuras untuk biaya “konsultan”.

Mulai konsultan pada tingkat atas level elit, hingga tingkat pelaksana. Mungkin karena biaya “konsultanlah”, yang argo meternya tak terduga.

Sebab itu, pengawasan dengan segala bentuknya, termasuk kecerewetan warga dalam menyoroti proyek ini, bagian dari pengawasan partisipatif yang harus diapresiasi.

Perlu diketahui, berdasarkan cerita para tetuha kampung Pacinan, konon jauh sebelum Belanda di bawah Residen Krosen, mendatangkan ahli penata sungai Herman Thomas Karsten dan menjadikan Sungai Veteran sebagai kanal yang sangat strategis dalam pengendalian banjir dan sarana transportasi.

Baca Juga :   ENAM Tersangka Ditetapkan Polri Terkait Konten Inses Grup Facebook

Sungai tersebut dibuat oleh warga dengan hanya menggunakan tajak. Waktu itu tentu saja tidak pakai dana hutang, hanya partisipasi warga, guna menjadikan sungai “antasan tampekong” sebagai cara memperpendek jarak antara sungai Martapura dan sungai Lulut.

Kabarnya, setelah antasan tersebut dibuat, berpengaruh besar terhadap pusat perdagangan di Muara Kuin, dan menambah keramain perdagangan di muara sungai Veteran atau Tatas.

Sepenggal cerita di atas, memberikan ilustrasi bahwa pada proyek normalisasi sungai, yang berubah bukan hanya fisik sungai.

Namun juga riwayat dan cerita tentang sungai tersebut. Karena itu, yang tidak boleh hilang dari ingatan kita semua sebagai warga, proyek kanal Veteran saat ini, adalah satu proyek yang didanai dari dana hutang pada Bank Dunia, dan seluruh warga tanpa kecuali, harus menanggungnya.

Sebab itu, jangan sesukanya, apalagi menjadikannya cara “mambulantik”, guna memperkaya diri sendiri.

(Oleh: Noorhalis Majid/(Ambin Demokrasi)

 

12.37

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIAN RAHMAT TRIANTO Raih Women’s Inspiration Awards 2026
EMBARKASI Banjarmasin Siap Berangkatkan JCH Kloter 06 dari Kalteng
KOBARAN API di Gudang Milik PT SSTC Banjarmasin
SEORANG ABK Cemara Nusantara 6 Hilang di Sungai Barito, Operasi SAR Besar-besaran di Kawasan Pelabuhan Trisakti
TANAMAN JAGUNG di Lahan Sekitar 18 Hektare Dipantau Polsek Jajaran Polresta Banjarmasin Perkembangannya
SEORANG PRIA Tergeletak Tak Bernyawa di Kawasan Komplek DPR Banjarmasin, Begini Awalnya
USAI SEKOLAH Seorang Remaja Perempuan Dilaporkan Hilang dan Ditemukan Polisi
1.814 DESA di Kalsel Terbebas dari “Blank Spot”

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:28

KEMENHAJ Prioritaskan Layanan untuk Calhaj Lansia dan Difabel

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:59

MAY DAY, Pemerintah Komitmen Tingkatkan Kesehatan para Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:25

TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri

Kamis, 30 April 2026 - 00:43

EMPAT Anggota TNI Didakwa Siram Andrie Yunus untuk Beri “Efek Jera”

Kamis, 30 April 2026 - 00:05

PRESIDEN Prabowo Ultimatum Pejabat-Ilmuwan tak Patriotik untuk Mundur

Rabu, 29 April 2026 - 23:58

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

KOMISI III DPRD Kalsel Studi Tiru ke Masjid Al Jabbar

Berita Terbaru

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain saat rilis pengungkapan pupuk. (Foto: Istimewa)

Hukum

DIGAGALKAN Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca