SuarIndonesia – Masalah proyek bangunan tempat Kos-kosan tiga lantai di Jalan Rambai Padi, Banjarmasin Timur, yang nerujung adanya laporan di Polda Kalsel, lantas Merry bereaksi kalau dirinya tak terima akan laporkan balik.
Bahkan kalau disebut-sebut dirinya mebibatkan oknum Polisi, dibantahnya. Ia mengaku hanya minta bantuan karena ada masalah bangunan miliknya yang tak beres, tapi terus didesak harus bayar ke kontraktor.
“Saya akan lapor balik, terlebih soal kerjaanya belum beres, malah meminta pembayaran. Apa-apan ini,” ucapnya pada wartawan, Selasa (28/5/2024).
Diketahui, salah satu pembayaran pekerjaan bangunan yang dipersoalkan kontraktor, Badri adalah kos tiga lantai di Jalan Rambai Padi ini. Pekerjaan sesuai perjanjian tuntas pada akhir tahun 2023.
Benar saja lanjut Merry, namun masih sangat banyak pekerjaan yang belum terselesaikan seperti knopi, perlengkapan kamar tidur, teralis, kitchen set.
“Bahkan lihat sendiri saja nih, banyak lagi yang belum selesai, apalagi pemasangannya banyak tak beres, seperi kamar mandi yang peralatannya tak terpasang semua serta ada plafon kamar yang jebol,” ucapnya .
Ia mengaku sudah cukup sabar dengan apa yang diminta Badri selama ini. Disebut, dari perjanjian kerja awal pekerjaan disepakati dengan nilai kontrak Rp 1 miliar.
Namun, seiring berjalan nilai kontraknya menjadi Rp 1,7 miliar lebih. Ini juga saya sudah saya bayar semua, dan tinggal termin terakhir dengan nilai Rp 200 juta yang belum saya bayar, karena kondisi pekerjaan tak tuntas masa saya lunasai,” tegasnya.
Ditanya soal dilaporkan ke Polda Kalsel Polisi. Merry mengaku tak tinggal diam, berencana melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik.
“Gimana, harusnya saya dong yang dirugikan, malah saya yang dilaporkan, heran. Saya berencana laporkan dia (Badri, red) juga,” tambahnya.
Diketahui, Badri datang ke Polda Kalsel, pada Senin (27/5/2024). Ia tak hanya membuat laporan ke Dit Reskrimum Polda Kalsel, tapi juga mendatangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalsel.
Ia mengaku ada intimidasi dari oknum Polisi dari Polresta Banjarmasin. Sisi lain dari versinya, kalau jasa bangunan dia kerjakan, yakni satu rumah tinggal dan satu unit kos-kosan yang sudah diselesaikannya tak kunjung dibayar.
Badri menyayangkan, saat pekerjaan, ada beberapa oknum anggota Polri yang datang tanpa surat tugas.“Saya bingung juga, ini ada kontrak kerja. Saya hanya menagih hasil uang pekerjaan saya,” ujarnya.
Dia meyakini, oknum polisi yang datang tersebut dibawa oleh pemilik bangunan, yakni Merry.
“Saya sudah mengajak diskusi baik-baik, tapi bawa aparat yang bilangnya dari pihak ketiga. Jumlahnya tujuh orang,” tutur Badri
Kedatangan oknum ini sebutnya membuat fisik dan mental anak buahnya down.
Ia sebut, bangunan dikerjakan satu unit rumah tinggal dan satu unit kos-kosan yang sudah diselesaikannya. Bangunan tersebut berada di Jalan A Yani Km 8 dan di Jalan Rambai Padi, Banjarmasin Timur. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















