PREVALENSI Tengkes Provinsi Kaltara Konsisten Turun

- Penulis

Rabu, 29 Mei 2024 - 23:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Kerja Daerah Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2024 bertajuk “Penguatan Percepatan Penurunan Stunting melalui Intervensi Serentak Pencegahan Stunting” yang digelar Pemprov Kaltara di Kota Tarakan, Rabu (29/5/2024). [ANTARA/HO-Adpim Kaltara]

Suasana Rapat Kerja Daerah Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2024 bertajuk “Penguatan Percepatan Penurunan Stunting melalui Intervensi Serentak Pencegahan Stunting” yang digelar Pemprov Kaltara di Kota Tarakan, Rabu (29/5/2024). [ANTARA/HO-Adpim Kaltara]

SuarIndonesia — Prevalensi tengkes (stunting) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) secara konsisten menunjukkan penurunan dari 27,5 persen pada 2021 menjadi 22,1 persen pada 2022, dan 17,4 persen pada 2023.

“Prevalensi stunting tahun 2023 itu sudah berada di bawah prevalensi nasional yaitu 21,5 persen dan rujukan batas maksimal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 20 persen,” sebut Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang di Kota Tarakan, dikutip dari AntaraNews, Rabu (29/5/2024).

Prevalensi adalah proporsi suatu populasi yang mempunyai karakteristik tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Adapun catatan tersebut disampaikan Gubernur Kaltara pada kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2024 bertajuk “Penguatan Percepatan Penurunan Stunting melalui Intervensi Serentak Pencegahan Stunting”.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, dan Kota Tarakan, berhasil menurunkan tengkes. Sedangkan di Kabupaten Nunukan, tengkes mengalami kenaikan.

Untuk itu ia meminta seluruh pihak menjalankan rencana aksi strategis Program Bangga Kencana, penerapan Satu Data intervensi perencanaan dan implementasi Bangga Kencana, dan intervensi serentak pencegahan tengkes

Untuk mencapai konvergensi kebijakan penurunan tengkes di Kaltara, ia juga mengingatkan perlunya harmonisasi, integrasi, dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, masyarakat sipil, dan media massa.

Baca Juga :   POLDA KALTARA Ungkap Jaringan Narkotika Internasional 150 kg Sabu-sabu

“Semua potensi yang ada dilibatkan,” ujarnya.

Gubernur optimistis rakerda tersebut menghasilkan strategi dan rencana aksi yang konkrit untuk memperkuat Program Bangga Kencana dan mempercepat penurunan tengkes di Kaltara.

“Kami juga optimistis bahwa Kaltara dapat mencapai target penurunan stunting 14 persen pada 2024 ini, yang kuncinya adalah sinergi dan intervensi yang dilakukan secara bersama-sama seluruh pihak,” kata Gubernur Zainal.

Untuk diketahui, rakerda di Kota Tarakan (29/5/2024) itu turut dihadiri Wagub Kaltara Yansen sekaligus sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kaltara, Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Tavip Agus Rayanto, kepala daerah/wakil kepala daerah kabupaten/kota, serta sejumlah pemangku kepentingan penurunan stunting. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TOKOH MASYARAKAT: “Lepas Krayan Jika Tak Mau Mikirin, Siapa Tahu Israel Mau”
SOAL JALAN: Warga Krayan Ancam Keluar NKRI
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara
POLEMIK PENGADAAN GEMBOK Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI : Segera Buka Dokumen Pengadaan dan Kontrak
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:24

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:56

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:52

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:29

PENGUMUMAN Hasil Seleksi SPMB SNT 3 Agustus 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:19

SEPAKATI Banggar DPRD Kalsel dan TAPD Pendapatan Daerah 2027 Sebesar 8 Triliun

Berita Terbaru

Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi (kedua dari kanan) dan para komisioner Komisi Kejaksaan RI memantau langsung penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: HO-Komisi Kejaksaan RI)

Hukum

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:05


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers setelah upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Antara/Genta Tenri M)

Nasional

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Rabu, 22 Jul 2026 - 19:56

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca