POLEMIK PENGELOLAAN, Kisah Lama Terulang Kembali di Kompleks Makam Sultan Suriansyah

- Penulis

Jumat, 9 Juli 2021 - 20:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Pasca Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin digeruduk massa unjuk rasa dari kubu pertama yang berseteru dlam pengelolaan Kompleks Makam Sultan Suriansyah pada Kamis (8/7/2021) lalu. Kini, giliran kubu ketiga yang datang ke gedung Balai Kota Banjarmasin, Jumat (9/7/2021) pagi.

Kubu ketiga yang mengatasnamakan Pegustian Raja Banjar itu memberikan respon dan menggelar keterangan pers.

Mereka mengaku sangat menyayangkan adanya aksi unjuk rasa yang digelar oleh kubu kedua yang dikomandoi oleh H Maulana dan H Budi Santoso Humaidi, itu.

Menurut perwakilan kubu Pegustian Raja Banjar, aksi yang digelar itu semakin memperkeruh suasana saja. Alias memperumit polemik pengelolaan makam Sultan Suriansyahsaja.

“Padahal, sesuai hasil rapat di Disbudpar Kota Banjarmasin, pada 7 Juli lalu, seluruh kubu sudah sepakat menyerahkan sepenuhnya pengelolaan makam berada di tangan Pemko Banjarmasin,” ucap Gusti Nur Aina, perwakilan kubu Pegustian Raja Banjar, dalam jumpa persnya.

Tidak sampai di situ.Gusti Aina juga mengungkapkan kekecewaannya lantaran kubu kedua mempertanyakan silsilah keturunan atau zuriat Sultan Suriansyah kepada pihaknya.

“Tidak perlu pembuktian dengan tes DNA dan lainnya. Toh sejarah juga telah menjelaskan. Mereka (kubu kedua) hanya kurang membaca, makanya kami minta mereka baca sejarah dulu,” tudingnya.

Sementara itu, rekan sekubu Aina, yakni Gusti Syarif, menilai bahwa dengan adanya aksi unjuk rasa, maka dianggapnya pihak kubu kedua sudah melanggar kesepakatan yang dibuat.

“Kalau diperumit seperti ini. Bagaimana mau selesai,” timpalnya.

Syarif pun mengatakan, dengan diserahkannya pengelolaan makam ke pemko maka menurutnya, permasalahan pun bisa lekas berakhir dengan meniadakan seluruh kubu-kubu yang berseteru itu. Dengan demikian bisa bersama-sama melakukan pengelolaan kompleks makam Raja Banjar Pertama itu.

“Karena itu, kami mendukung penuh pemko bagaimana pun nantinya keputusan yang diambil,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui, polemik makam itu muncul ketika adanya ketidakpuasan dari kubu kedua yakni H Maulana dan H Budi Santoso Humaidi, terhadap pengelolaan makam yang dilakukan secara turun temurun oleh kubu pertama yang diketuai oleh H Ahmad Yamani.

Baca Juga :   GUBERNUR KALSEL Paman Birin, Bikin Heboh dan Sekaligus Haru Pegawai

Kemudian menggandeng dan membawa sejumlah unsur masyarakat, kubu kedua pun mulai melakukan gugatan. Saat gugatan terjadi, pemko pun lantas menjadi penengah. Dan membuat keputusan mengatur sementara pengelolaan makam dilakukan secara bergantian.

Namun rupanya, hal itu saja tidak cukup meredakan polemik. Masing-masing kubu masih kekeuh ingin mengelola sendiri makam itu. Mediasi yang digelar oleh pemko selaku penengah pun selalu berakhir buntu.

Kondisi itu kemudian memunculkan kubu ketiga yang mengatasnamakan Pegustian Raja Banjar. Kelompok yang dikomandoi oleh Gusti Syarif dan Gusti Nur Aina ini menilai, pihaknya perlu turun tangan lantaran polemik perlu dihentikan.

“Kami muncul hanya sebagai penengah. Kami hanya ingin soal pengelolaan makam diserahkan ke pemko,” tegas Gusti Nur Aina.

Ditanya mengapa baru-baru saja muncul alias ketika justru masalah kian meruncing?

Terkait hal itu, Aina mengaku karena melihat kedua kubu sebelumnya yang berpolemik tak menemukan titik temu.

Dan selanjutnya, mengacu pada berita acara yang dikeluarkan pada 7 Juli 2021 lalu, pihaknya pun meminta agar pengelolaan makam diambil oleh Pemko Banjarmasin.

Mengembalikan keinginan pengelolaan berada di tangan pemko, seperti mengulang kisah lama.

Menanggapi hal itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan di Pemko Banjarmasin, Doyo Pudjadi mengaku tidak bisa serta merta untuk mengambil keputusan secara sepihak.

Ia mesti merembukkan kembali bersama masing-masing kubu. Dan hasilnya disampaikan kepada Wali Kota.

“Dirapatkan dulu seperti apa nantinya. Dan itu tentu akan banyak melalui proses lagi,” tuntasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba
BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
MEMBARA Rumah Tingkat Dua di Kawasan Jafri Zam-zam Banjarmasin
TIGA PRIA Diamuk Warga, Diduga Ingin Curi Kabel Telkom di Banua Anyar
BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:10

ROY SURYO-TIFA Segera Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:41

4 TITIK PANAS Muncul, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meningkat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:17

TERBONGKAR “Bendahara” Frans Antony, Ratusan Kali Transfer Uang Miliaran Rupiah ke Gembong Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:23

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:06

PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Berita Terbaru

Kedatangan jamaah haji Kloter 12 asal Hulu Sungai Selatan di asrama haji Debarkasi Banjarmasin di Kota Banjarbaru, Minggu (21/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

HSS

JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba

Minggu, 21 Jun 2026 - 23:00

Bekantan. (Foto: detikcom/Pradita Utama)

Kalsel

BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar

Minggu, 21 Jun 2026 - 22:54

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca