Suarindonesia – Masyarakat sekitar Jalan Gubernur Soebardjo Lingkar Dalam Selatan, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan sempat dibuat terkejut atas air yang menyembur ke permukaan tanah di depan Komplek Pergudangan, Senin (4/3) sore hingga menjelang Maghrib airnya menggenang.
Sejumlah warga sempat mengira air yang keluar dari tanah adalah sumber air panas, sebab berbunyi layaknya air mendidih. Namun, ketika ditelusuri, ternyata hal itu diakibatkan pipa air PDAM Bandarmasih yang bocor.
“Suaranya mirip kita lagi masak air yang mendidih. Akan tetapi setelah kita cek, ternyata hanya pipa air yang bocor dan belum diperbaiki,” ungkap Syahroni, warga sekitar area pipa bocor tersebut.
Sesuai dengan pengakuannya bersama masyarakat sekitar lainnya, kebocoran pipa semakin parah, karena genangan air yang disebabkan hingga setinggi mata kaki.
“Saya khawatir, bocornya pipa ini akan menyebabkan pasokan air di kawasan Banjarmasin Selatan kembali macet. Keluar uang pulang kita mas,” ungkapnya.
Kekhawatiran warga sekitar terhadap kondisi tersebut, ternyata cukup beralasan. Pasalnya, beberapa hari yang lalu akibat kebocoran pipa PDAM di Sungai Tabuk menyebabkan hampir separuh warga Banjarmasin alami krisis air hingga dua hari.
“Yang pasti, kita cuma khawatir, jika kebocoran ini dibiarkan akan berdampak pada suplai air bersih seperti yang kemarin di Sungai Tabuk itu,” ujarnya.
Ia pun berharap pihak yang berkompeten di antaranya PDAM Banjarmasih untuk dapat berkoordinasi menyelesaikan masalah yang beresiko pada suplai air bersih terhadap pelanggan setia.
“Ini wajib untuk diperhatikan karena mengancam warga. Bayangkan saja kemarin yang hampir tiga hari air macet saja kita banyak keluar uang untuk beli air isi ulang. Nah, masa ditambah pula hari ini,” sesalnya.
Humas PDAM Bandarmasih Wahid yang dihibungi membenarkan adanya pipa bocor di kawasan Banjarmasin Selatan. “Kami akan koordiinasi dengan Pak Manager Transmisi dan Distribusi PDAM Bandarmasih Pak Walino,’’ ucap Wahid melalui pesan Whatsapp singkat.
Hal ini dilakukan agar kebocoran itu tidak meluas yang berujung macetnya suplai air bersih. “Alhamdulillah berkat info rekan-rekan, pipa sekunder ukuran 4 inci tersebut sudah ditangani oleh petugas di lapangan,” ungkap Wahid lagi.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















