Pihak Ketiga Musnahkan Limbah Medis 26 Puskesmas Banjarmasin

Pihak Ketiga Musnahkan Limbah Medis 26 Puskesmas Banjarmasin

Suarindonesia – Dengan dihentikannya kerjasama pembakaran limbah medis dari 26 puskesmas di Banjarmasin oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Pemko Banjarmasi akhirnya, melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Limbah medis yang dihasilkan 26 puskemas dibawa dan dibakar ke Semarang, Jawa Tengah.

“Langkah ini terpaksa dilakukan Pemko Kota Banjarmasin menyusul kerjasama pemusnahan limbah medis 26 puskemas dengan RSUD Ulin Banjarmasin telah berakhir setahun lalu sehingga Pemko harus bekerjasasama dengan pihak ketiga,’’ ungkap waktu lalu Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Lukman Hakim, Selasa (31/12/18).

Kebijakan tersebut dilakukan karena memang Banjarmasin belum punya alat insenerator untuk membakar imbah medis.

“Kalau Rumah Sakit Ulin memang hasil limbah medis 300-400 kg sehari sehingga kamu menyetop kerjasama dengan Pemko Banjarmasin dalam hal ini Dinas Kesehatan,’’kata Direktur Rumah Sakit Ulin Banjarmasin Dra Hj Suciati kepada wartawan belum lama ini.

Suci juga mengakui memang, sejak awal pemusnahan limbah medis 26 puskemas di Kota Banjarmasin itu bekerjasama dengan RSUD Ulin. Namun setelah distop Pemko menggandeng dengan pihak ketiga. “Pihak ketiga itu memback up jika RSUD Ulin itu tak mampu memusnahkan limbah dari 26 puskemas di kota ini,’’ ungkap Lukman.

“Kita antisipasi jika insenerator atau alat pemusnah limbah medis di RSUD Ulin itu ada kendala,” katanya.

“Saya lupa nama perusahaan pihak ketiga dari Semarang tersebut,” katanya.

“Setahu saya baru tahun ini distop untuk kerjasama dengan RSUD Ulin untuk pemusnahan limbah medis. Awal tahun 2018 kita masih kerjasama. Baru saat ini saja distop kerjasamanya,” katanya.

Menurutnya, begitu Pemko Banjarmasin dan perusahaan pihak ketiga siap bekerjasama, maka kerjasama dengan RSUD Ulin dilepas. Jumlah limbah medis setiap hari tidak menentu jumlahnya karena jumlah pasien 26 puskemas di Banjarmasin tak bisa ditentukan,

“Intinya sampah yang berhubungan dengan medis untuk 26 puskemas di Kota Banjarmasin sudah ditangani dengan baik,” katanya.

Dijelaskannya, untuk lokasi pemusnahan atau pembakaran limbah medis langsung dibawa ke Kota Semarang. Setiap hari sampah limbah medis itu ditampung di puskemas-puskesmas setempat dulu. Nah, dalam waktu tertentu, maka perusahaaan pemusnahan limbah medis itu mengambil limbah medis ke semua puskemas tersebut.

“Pengambilan sampah atau limbah medis ini sangat hati-hati. Sampah dimasukkan mobil khusus untuk dibawa ke Semarang melalui kontainer,” katanya.

Seiring nanti akan dioperasionalkan RSUD Sultan Suriansyah, maka imbah medis di Kota Banjarmasin akan bertambah dan akan dibangun insenerator sendiri.

“Kita tak ingin tergantung dengan RSUD Ulin dan pihak ketiga. Ke depan, kita akan membangun insenerator sendiri,” katanya.

Pembangunan insenerator tersebut, sambung Lukman, masih dalam pembahasan dan dianggarkan Rp5 miliar. Dana pembangunan insenerator itu akan diusulkan di APBD tahun 2020 mendatang dan ditanggung dua dinas, yakni dinas kesehatan dan lingkungan hidup. (SU)

 347 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: