Pihak Ketiga Musnahkan Limbah Medis 26 Puskesmas Banjarmasin

- Penulis

Rabu, 2 Januari 2019 - 15:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Dengan dihentikannya kerjasama pembakaran limbah medis dari 26 puskesmas di Banjarmasin oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Pemko Banjarmasi akhirnya, melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Limbah medis yang dihasilkan 26 puskemas dibawa dan dibakar ke Semarang, Jawa Tengah.

“Langkah ini terpaksa dilakukan Pemko Kota Banjarmasin menyusul kerjasama pemusnahan limbah medis 26 puskemas dengan RSUD Ulin Banjarmasin telah berakhir setahun lalu sehingga Pemko harus bekerjasasama dengan pihak ketiga,’’ ungkap waktu lalu Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Lukman Hakim, Selasa (31/12/18).

Kebijakan tersebut dilakukan karena memang Banjarmasin belum punya alat insenerator untuk membakar imbah medis.

“Kalau Rumah Sakit Ulin memang hasil limbah medis 300-400 kg sehari sehingga kamu menyetop kerjasama dengan Pemko Banjarmasin dalam hal ini Dinas Kesehatan,’’kata Direktur Rumah Sakit Ulin Banjarmasin Dra Hj Suciati kepada wartawan belum lama ini.

Suci juga mengakui memang, sejak awal pemusnahan limbah medis 26 puskemas di Kota Banjarmasin itu bekerjasama dengan RSUD Ulin. Namun setelah distop Pemko menggandeng dengan pihak ketiga. “Pihak ketiga itu memback up jika RSUD Ulin itu tak mampu memusnahkan limbah dari 26 puskemas di kota ini,’’ ungkap Lukman.

“Kita antisipasi jika insenerator atau alat pemusnah limbah medis di RSUD Ulin itu ada kendala,” katanya.

“Saya lupa nama perusahaan pihak ketiga dari Semarang tersebut,” katanya.

“Setahu saya baru tahun ini distop untuk kerjasama dengan RSUD Ulin untuk pemusnahan limbah medis. Awal tahun 2018 kita masih kerjasama. Baru saat ini saja distop kerjasamanya,” katanya.

Baca Juga :   POLDA KALSEL Kerahkan Pengamanan Debat "Pamungkas" Paslon Gubernur dan Wakil

Menurutnya, begitu Pemko Banjarmasin dan perusahaan pihak ketiga siap bekerjasama, maka kerjasama dengan RSUD Ulin dilepas. Jumlah limbah medis setiap hari tidak menentu jumlahnya karena jumlah pasien 26 puskemas di Banjarmasin tak bisa ditentukan,

“Intinya sampah yang berhubungan dengan medis untuk 26 puskemas di Kota Banjarmasin sudah ditangani dengan baik,” katanya.

Dijelaskannya, untuk lokasi pemusnahan atau pembakaran limbah medis langsung dibawa ke Kota Semarang. Setiap hari sampah limbah medis itu ditampung di puskemas-puskesmas setempat dulu. Nah, dalam waktu tertentu, maka perusahaaan pemusnahan limbah medis itu mengambil limbah medis ke semua puskemas tersebut.

“Pengambilan sampah atau limbah medis ini sangat hati-hati. Sampah dimasukkan mobil khusus untuk dibawa ke Semarang melalui kontainer,” katanya.

Seiring nanti akan dioperasionalkan RSUD Sultan Suriansyah, maka imbah medis di Kota Banjarmasin akan bertambah dan akan dibangun insenerator sendiri.

“Kita tak ingin tergantung dengan RSUD Ulin dan pihak ketiga. Ke depan, kita akan membangun insenerator sendiri,” katanya.

Pembangunan insenerator tersebut, sambung Lukman, masih dalam pembahasan dan dianggarkan Rp5 miliar. Dana pembangunan insenerator itu akan diusulkan di APBD tahun 2020 mendatang dan ditanggung dua dinas, yakni dinas kesehatan dan lingkungan hidup. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing
SAKSI KADINKES HSU Diperas, Serahkan Uang 350 Juta Perkara Suap dan Gratifikasi Eks Kajari
DANREM 101/ANT, Ajak Prajurit Tingkatkan Keimanan dan Profesionalisme di Momentum Tahun Baru Islam
PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain
BAHAS Anggaran Kebun Raya Banua, Begini Penekanan DPRD Kalsel
TERBONGKAR ! SPBU di Jalan Pramuka Diduga Jual Pertalite Bersubsidi Secara Ilegal, Lima Orang Tersangka

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca