SuarIndonesia – Kepala Kantor Wilayah (Ka- Kanwil) Kemenag Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin mengatakan adanya perbedaan metode penetapan awal Ramadhan 1443 H merupakan rahmat dari Allah SWT.
“jangan ada perselisihan, kita semua bersaudara, meski berbeda pendapat,” ujarnya usai melakukan pengamatan hisab rukyat, di atas gedung Bank Kalsel, jum’at (1/4/2022)
Dirinya juga mengatakan ada perbedaan metode penetapan sudah semestinya masyarakat saling menghormati.
“Jika pun ada beda awal Ramadhan, sudah semestinya kita mengedepankan sikap saling menghormati agar tidak mengurangi kekhusyu’an dalam menjalani ibadah puasa,” ujarnya
Pemerintah RI dengan menggunakan metode Rukyat dengan melihat langsung bulan, sedangkan PP Muhammadiyah menggunakan metode Hisab yang Penetapan itu tercantum dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1443 H. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















