PERAYAAN Cap Go Meh Ditutup dengan Ritual Bakar Naga

- Penulis

Rabu, 12 Februari 2025 - 21:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi ritual pembakaran 9 replika Naga di Pekong Kulor, Kota Singkawang, Kalbar. (ANTARA/HO-Muhammad Irvan)

Prosesi ritual pembakaran 9 replika Naga di Pekong Kulor, Kota Singkawang, Kalbar. (ANTARA/HO-Muhammad Irvan)

SuarIndonesia — Sebanyak sembilan replika naga yang telah memeriahkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang akhirnya dibakar sebagai penutup rangkaian acara tersebut.

“Setelah melaksanakan berbagai rangkaian Karnaval Naga dan Barongsai pada puncak Perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, yang berakhir pada hari ke-15 Imlek 2576, tibalah pada hari ke-16 penanggalan Tahun Baru China hari ini, para naga ini kembali ke tempat asalnya di langit,” kata Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Bun Chin Thong, di Singkawang, Rabu (12/2/2025).

Ia menjelaskan ritual bakar naga ini dilakukan sebagai simbol mengembalikan ruh naga ke langit. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, naga-naga yang mengikuti prosesi buka mata diisi oleh ruh naga, dan setelah melaksanakan tugasnya di dunia untuk membersihkan jalan, mereka akan kembali ke alamnya di langit.

“Mereka terlebih dahulu akan singgah ke vihara atau kelenteng tempat naga itu buka mata sebagai pesan terakhir sebelum akhirnya dibakar di Pekong Kulor,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ritual bakar naga ini diwajibkan bagi naga-naga yang telah mengikuti ritual buka mata sebelumnya. Sementara itu, naga-naga kecil yang tidak mengikuti ritual buka mata tidak diwajibkan mengikuti prosesi bakar naga.

“Jadi naga-naga yang ikut ritual buka mata itu wajib mengikuti ritual bakar naga, istilahnya ada buka mata ada tutup mata. Kalau naga-naga kecil itu tidak wajib karena tidak mengikuti buka mata, naga-naga itu biasa untuk permainan saja,” jelasnya.

Ritual bakar naga ini menarik perhatian ribuan masyarakat yang memadati area Pekong Kulor. Warga dari berbagai daerah datang untuk menyaksikan prosesi tersebut, menciptakan suasana yang meriah dan penuh antusiasme.

Kilauan api yang membakar replika naga menjadi pemandangan yang memukau, diiringi doa dan harapan baik dari para penonton untuk tahun yang lebih baik.

Pererat tali persaudaraan dan kebersamaan
Sementara itu, dilansir dari AntaraNews, Pj Gubernur Kalbar, Harisson mengatakan, perayaan Cap Go Meh Singkawang bukan hanya sekedar tradisi, tapi juga merupakan momen penting untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan.

Aktraksi Tatung Singkawang dalam puncak Cap Go Meh (ANTARA/Narwati)

“Cap Go Meh bukan hanya merupakan bagian tradisi dan budaya masyarakat Tionghoa saja, tapi juga merupakan bagian dari kekayaan bangsa Indonesia yang kita banggakan bersama,” ujarnya dalam pembukaan Cap Go Meh Singkawang, Rabu (12/2/2025).

Terlebih kata dia, ajang Festival Cap Go Meh Singkawang masuk 10 besar terbaik di Indonesia dan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025.

“Singkawang ini merupakan kota wisata sekaligus kota tertoleran di Indonesia,” ujarnya.

Dengan kehadiran Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ke Kota Singkawang ini, tentunya merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat.

“Semoga bapak Wakil Presiden RI dapat merasakan kenyamanan, keindahan serta keberagaman yang ada di Kota Singkawang,” ujarnya.

Baca Juga :   AKTRAKSI Tatung Singkawang Pukau Wisatawan

Dia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat Kota Singkawang yang sudah bekerja keras dei menyukseskan event Festival Cap Go Meh ini.

“Dari tahun ke tahun perayaan Cap Go Meh Singkawang semakin meriah, semakin menyebar luas dan bahkan menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan yang tentunya memberikan manfaat besar bagi perekonomian daerah yang akhirnya dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Singkawang,” ujarnya.

Perayaan Cap Go Meh juga, katanya, mengajarkan seluruh masyarakat tentang pentingnya harmoni kebersamaan dan semangat gotong royong.

“Inilah nilai-nilai yang harus terus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman budaya dan suku yang ada di Kalbar,” katanya.

Masyarakat harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan agar daerah kita semakin maju dan sejahtera.

“Saya berharap event Cap Go Meh ini dapat terus berkembang menjadi ajang yang tidak hanya menarik wisatawan tapi juga mempererat rasa kebersamaan dan kerukunan, persatuan dan persaudaraan antar sesama,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong mengaku puas dengan perhelatan Festival Cap Go Meh.

“Para penonton cukup ramai dan pelaksanaan event juga berjalan dengan tertib dan lancar,” katanya.

Festival Cap Go Meh tahun ini juga dirasakan sangat spesial, karena dihadiri Wakil Presiden RI.

“Ini merupakan sejarah bagi Kota Singkawang, karena baru pertama kali dihadiri bapak Wakil Presiden RI,” ujarnya.

Wakil Menteri Luar Negeri, Bima Arya Sugiarto dalam kesempatan tersebut menyatakan, melalui event budaya ini bisa menjadi alat pemersatu bangsa, dimana berbagai suku ada semuanya di lokasi baik yang mengikuti maupun yang menyaksikan.

Menurutnya pula, Festival Cap Go Meh menjadi berkah bagi seluruh masyarakat Kota Singkawang di berbagai sektor seperti UMKM, perparkiran dan lain-lain.

“Kota Singkawang merupakan kota tertoleran yang sejati. Yang mana keberadaan Kelenteng, Masjid Raya dan Gereja yang jaraknya sangat berdekatan menjadi saksi dan bukti dari kerukunan antar umat beragama di Kota Singkawang,” ujarnya.

Menurutnya pula, perbedaan adalah keniscayaan, keberagaman adalah keharusan sedangkan kebersamaan dan persatuan harus selalu di perjuangkan.

“Terima kasih buat Kota Singkawang yang telah menjadi etalase negeri dan aspirasi yang abadi. Semoga kerukunan sejati di Kota Singkawang menjadi abadi,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK
PELESTARIAN Naskah Kuno Warisan Budaya Banua
SEPANJANG 2026 Karhutla Kalbar Terluas di Indonesia
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
MESIWAH PARE GUMBOH sebagai Warisan Budaya Dayak Deah
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara
LOMBA BAGASING jadi Agenda Tahunan Lestarikan Warisan Budaya
HY, 15 Tahun Tilap Uang Pelanggan Rp 5 M

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:52

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:49

PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:34

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:33

KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:07

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:04

AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:58

MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru


Foto Ilustrasi. (SI/UT/@Gemini.AI)

Kaltim

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:52

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun (kiri). (Foto: detikKalimantan/M Budi K)

Hukum

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:45

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca