SuarIndonesia — Sejumlah wisatawan domestik maupun Mancanegara mengaku terpukau melihat atraksi Tatung Kota Singkawang saat melaksanakan ritual cuci jalan yang dilaksanakan, Selasa (11/2/2025).
Tatung adalah sebutan untuk orang yang diyakini dirasuki oleh roh dewa atau leluhur dalam ritual khusus yang merupakan tradisi budaya Tionghoa yang berkembang di Singkawang, Kalimantan Barat.
Wisatawan dari Kalimantan Utara, Muhammad Firdaus mengaku atraksi yang dilakukan Tatung Singkawang sangat eksotik.
“Saya baru pertama kali menyaksikan secara langsung di Singkawang, tahun depan saya pasti ke Singkawang lagi,” katanya.
Menurutnya, atraksi yang ditampilkan Tatung Singkawang sangat unik. Dan belum pernah di jumpai di tempat-tempat lainnya.
Ungkapan serupa juga dikatakan wisatawan dari Kuala Lumpur Malaysia, Chan.
“Saya baru pertama kali ke Kota Singkawang, datang bersama rombongan dari berbagai negara. Ada dari India, New Zealand, Kuching dan Kuala Lumpur,” katanya.
Menurutnya, perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang tidak seperti di negaranya.
“Di Malaysia tidak ada Cap Go Meh seperti ini, sedangkan di Singkawang sangat luar biasa,” ujarnya.
Wisatawan dari New Zealand, Zk Kueh mengatakan, atraksi Tatung Singkawang memang sangat unik. Dia mengaku baru pertama kali melihatnya.
“Saya baru pertama kali melihat penampilan yang sangat unik,” katanya.
Tahun depan, dia akan datang kembali ke Kota Singkawang untuk menyaksikan Festival Cap Go Meh. Karena menurutnya, atraksi Tatung Singkawang berbeda dengan daerah-daerah lain.
Sementara itu, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Singkawang, Kalimantan Barat menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik sebanyak 650 ribu orang.
“Sebanyak 50 ribu wisatawan mancanegara, dan domestik sebanyak 600 ribu,” kata Kepala Disparpora Singkawang, Heri Apriyadi, Selasa (11/2/2025).
Target tersebut, kata Heri, cukup realistis mengingat Kota Singkawang sudah memiliki Bandara yang menambah kemudahan akses bagi wisatawan ke daerah tersebut.
Selain itu, kata dia, kunjungan ke Kuching Malaysia lebih mudah begitu sebaliknya. Bersamaan dengan hal tersebut, kata dia, pemerintah berupaya melakukan promosi secara gencar.
“Promosi agenda itu juga sudah semakin gencar sehingga diharapkan bisa mengejar target kunjungan tersebut,” kata dia.
736 Tatung gelar ritual bersih jalan
Sementara itu, dilansir dari AntaraNews, sebanyak 736 Tatung melaksanakan ritual bersih jalan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh 2025, dimana ritual ini bertujuan untuk membersihkan kota dari berbagai penyakit dan roh jahat menjelang puncak perayaan Cap Go Meh.

“Hari ini adalah hari ke-14 Imlek dan sehari sebelum Cap Go Meh. Kita melaksanakan ritual bersih jalan untuk mengusir penyakit dan roh jahat di sekitar kita,” kata Suryadi, salah seorang Tatung dari Kota Singkawang.
Ia menjelaskan arak-arakan Tatung menyusuri jalan-jalan utama kota dan singgah dari satu pekong (kelenteng) ke pekong lainnya sambil melafalkan mantra untuk mengusir roh jahat. Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Cap Go Meh di Singkawang.
Sebelum ritual bersih jalan, seluruh Tatung melaksanakan ritual membersihkan benda pusaka pada Senin (10/2) sebagai persiapan. “Membersihkan pusaka adalah syarat penting agar ritual bersih jalan berjalan lancar,” ujar Suryadi yang telah 35 tahun menjadi Tatung dan mewarisi tradisi ini dari keluarganya.
Ritual ini menarik perhatian ribuan warga yang memadati jalan-jalan Kota Singkawang untuk menyaksikan prosesi tersebut. Keramaian diperkirakan akan memuncak pada Rabu (12/2) saat puncak Cap Go Meh digelar di hari ke-15 Imlek.
Untuk mengantisipasi kemacetan, aparat keamanan menutup sejumlah ruas jalan utama. Warga dan wisatawan yang ingin menyaksikan ritual harus berjalan kaki beberapa kilometer dari tempat parkir kendaraan mereka.
Antusiasme masyarakat terhadap ritual ini datang tidak hanya dari warga lokal, tetapi juga dari luar kota.
Yongki, wisatawan asal Jakarta, mengatakan bahwa Festival Cap Go Meh di Singkawang merupakan salah satu yang terbesar di dunia, hanya kalah dari perayaan serupa di Thailand.
“Festival Cap Go Meh di Singkawang sangat otentik dan luar biasa. Ini menjadi daya tarik utama pariwisata di kota ini,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat mengemas festival ini dengan lebih modern tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Meskipun tahun ini Festival Cap Go Meh tidak digelar sepenuhnya, ritual Tatung tetap mampu menjaga semarak perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Cap Go Meh di Singkawang dikenal sebagai perayaan terbesar di Indonesia, dengan ritual Tatung yang menjadi simbol pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif. Tradisi ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Tionghoa di Kalimantan Barat di tengah perkembangan era digital. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















