AKTRAKSI Tatung Singkawang Pukau Wisatawan

- Penulis

Selasa, 11 Februari 2025 - 20:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu Tatung Singkawang melakukan ritual Cuci Jalan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang, Selasa (11/2/2025).  (ANTARA/Narwati)

Salah satu Tatung Singkawang melakukan ritual Cuci Jalan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang, Selasa (11/2/2025). (ANTARA/Narwati)

SuarIndonesia — Sejumlah wisatawan domestik maupun Mancanegara mengaku terpukau melihat atraksi Tatung Kota Singkawang saat melaksanakan ritual cuci jalan yang dilaksanakan, Selasa (11/2/2025).

Tatung adalah sebutan untuk orang yang diyakini dirasuki oleh roh dewa atau leluhur dalam ritual khusus yang merupakan tradisi budaya Tionghoa yang berkembang di Singkawang, Kalimantan Barat.

Wisatawan dari Kalimantan Utara, Muhammad Firdaus mengaku atraksi yang dilakukan Tatung Singkawang sangat eksotik.

“Saya baru pertama kali menyaksikan secara langsung di Singkawang, tahun depan saya pasti ke Singkawang lagi,” katanya.

Menurutnya, atraksi yang ditampilkan Tatung Singkawang sangat unik. Dan belum pernah di jumpai di tempat-tempat lainnya.

Ungkapan serupa juga dikatakan wisatawan dari Kuala Lumpur Malaysia, Chan.

“Saya baru pertama kali ke Kota Singkawang, datang bersama rombongan dari berbagai negara. Ada dari India, New Zealand, Kuching dan Kuala Lumpur,” katanya.

Menurutnya, perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang tidak seperti di negaranya.

“Di Malaysia tidak ada Cap Go Meh seperti ini, sedangkan di Singkawang sangat luar biasa,” ujarnya.

Wisatawan dari New Zealand, Zk Kueh mengatakan, atraksi Tatung Singkawang memang sangat unik. Dia mengaku baru pertama kali melihatnya.

“Saya baru pertama kali melihat penampilan yang sangat unik,” katanya.

Tahun depan, dia akan datang kembali ke Kota Singkawang untuk menyaksikan Festival Cap Go Meh. Karena menurutnya, atraksi Tatung Singkawang berbeda dengan daerah-daerah lain.

Sementara itu, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Singkawang, Kalimantan Barat menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik sebanyak 650 ribu orang.

“Sebanyak 50 ribu wisatawan mancanegara, dan domestik sebanyak 600 ribu,” kata Kepala Disparpora Singkawang, Heri Apriyadi, Selasa (11/2/2025).

Target tersebut, kata Heri, cukup realistis mengingat Kota Singkawang sudah memiliki Bandara yang menambah kemudahan akses bagi wisatawan ke daerah tersebut.

Selain itu, kata dia, kunjungan ke Kuching Malaysia lebih mudah begitu sebaliknya. Bersamaan dengan hal tersebut, kata dia, pemerintah berupaya melakukan promosi secara gencar.

“Promosi agenda itu juga sudah semakin gencar sehingga diharapkan bisa mengejar target kunjungan tersebut,” kata dia.

736 Tatung gelar ritual bersih jalan

Sementara itu, dilansir dari AntaraNews, sebanyak 736 Tatung melaksanakan ritual bersih jalan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh 2025, dimana ritual ini bertujuan untuk membersihkan kota dari berbagai penyakit dan roh jahat menjelang puncak perayaan Cap Go Meh.

Salah satu Tatung melakukan ritual di Vihara Tri Dharma Bumi Raya sebelum melaksanakan bersih jalan di Kota Singkawang (ANTARA/Rendra Oxtora)

“Hari ini adalah hari ke-14 Imlek dan sehari sebelum Cap Go Meh. Kita melaksanakan ritual bersih jalan untuk mengusir penyakit dan roh jahat di sekitar kita,” kata Suryadi, salah seorang Tatung dari Kota Singkawang.

Baca Juga :   SEMBILAN Replika Naga Santo Yosep Jalani Ritual Buka Mata

Ia menjelaskan arak-arakan Tatung menyusuri jalan-jalan utama kota dan singgah dari satu pekong (kelenteng) ke pekong lainnya sambil melafalkan mantra untuk mengusir roh jahat. Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Cap Go Meh di Singkawang.

Sebelum ritual bersih jalan, seluruh Tatung melaksanakan ritual membersihkan benda pusaka pada Senin (10/2) sebagai persiapan. “Membersihkan pusaka adalah syarat penting agar ritual bersih jalan berjalan lancar,” ujar Suryadi yang telah 35 tahun menjadi Tatung dan mewarisi tradisi ini dari keluarganya.

Ritual ini menarik perhatian ribuan warga yang memadati jalan-jalan Kota Singkawang untuk menyaksikan prosesi tersebut. Keramaian diperkirakan akan memuncak pada Rabu (12/2) saat puncak Cap Go Meh digelar di hari ke-15 Imlek.

Untuk mengantisipasi kemacetan, aparat keamanan menutup sejumlah ruas jalan utama. Warga dan wisatawan yang ingin menyaksikan ritual harus berjalan kaki beberapa kilometer dari tempat parkir kendaraan mereka.

Antusiasme masyarakat terhadap ritual ini datang tidak hanya dari warga lokal, tetapi juga dari luar kota.

Yongki, wisatawan asal Jakarta, mengatakan bahwa Festival Cap Go Meh di Singkawang merupakan salah satu yang terbesar di dunia, hanya kalah dari perayaan serupa di Thailand.

Festival Cap Go Meh di Singkawang sangat otentik dan luar biasa. Ini menjadi daya tarik utama pariwisata di kota ini,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat mengemas festival ini dengan lebih modern tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Meskipun tahun ini Festival Cap Go Meh tidak digelar sepenuhnya, ritual Tatung tetap mampu menjaga semarak perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Cap Go Meh di Singkawang dikenal sebagai perayaan terbesar di Indonesia, dengan ritual Tatung yang menjadi simbol pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif. Tradisi ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Tionghoa di Kalimantan Barat di tengah perkembangan era digital. (*/ut)

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK
PELESTARIAN Naskah Kuno Warisan Budaya Banua
SEPANJANG 2026 Karhutla Kalbar Terluas di Indonesia
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
MESIWAH PARE GUMBOH sebagai Warisan Budaya Dayak Deah
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara
LOMBA BAGASING jadi Agenda Tahunan Lestarikan Warisan Budaya
HY, 15 Tahun Tilap Uang Pelanggan Rp 5 M

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:52

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:49

PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:34

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:33

KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:07

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:04

AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:58

MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru


Foto Ilustrasi. (SI/UT/@Gemini.AI)

Kaltim

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:52

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun (kiri). (Foto: detikKalimantan/M Budi K)

Hukum

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:45

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca