PENGELOLAAN dan Pengaturan Pembukaan Lahan Gambut : Antara Larangan Pembakaran dan Kearifan Lokal di Indonesia

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 17:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nazwa Az - Zahrah

Nazwa Az - Zahrah

Pembakaran hutan dan lahan gambut merupakan masalah serius yang terus menjadi perhatian di Indonesia, mengingat dampak ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat besar.

Sekitar 98 persen kebakaran ini disebabkan oleh aktivitas manusia, baik disengaja maupun karena kelalaian, menunjukkan bahwa faktor pengelolaan yang buruk dan perilaku manusia menjadi akar utama permasalahan.

Pembukaan lahan gambut secara tradisional dilakukan dengan metode pembakaran yang dianggap praktis dan murah.

Namun, metode ini justru berisiko tinggi karena lahan gambut ketika mengering menjadi sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Kebakaran ini tidak hanya merusak ekosistem lokal tetapi juga berkontribusi pada polusi udara skala besar akibat kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat dan menghambat aktivitas ekonomi.

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kerangka hukum untuk menanggulangi kebakaran ini, salah satunya melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Undang-undang tersebut mewajibkan setiap individu atau perusahaan untuk tidak menggunakan api dalam pembukaan lahan, dengan ancaman hukuman yang cukup berat berupa penjara 3-10 tahun dan denda 3-10 miliar Rupiah.

Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengurangi praktik pembakaran lahan yang selama ini merajalela.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan api untuk membuka lahan masih berlangsung luas.

Alasan yang sering dikemukakan adalah pembakaran lebih efisien dalam waktu dan biaya serta dianggap dapat meningkatkan kesuburan lahan.

Padahal, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembakaran justru merusak struktur tanah dan menyebabkan hilangnya kadar bahan organik serta mikroorganisme penting, sehingga jangka panjang kesuburan tanah dapat menurun.

Di sisi lain, kearifan lokal juga diakui dalam pengaturan yang lebih spesifik, seperti Peraturan Menteri Lingkungan Hidup NoMOR 10 Tahun 2010.

Baca Juga :   KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Peraturan ini memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk membuka lahan dengan cara membakar, dengan ketentuan yang ketat seperti dibatasi hanya 2 hektar per kepala keluarga dan harus ada pelaporan resmi kepada kepala desa.

Pendekatan ini penting untuk menjaga keharmonisan antara pelestarian lingkungan dan keberlangsungan budaya masyarakat adat yang memiliki sejarah panjang dalam mengelola dan memanfaatkan alam secara berkelanjutan.

Agar aturan tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk membuka lahan dengan skala besar dan merusak lingkungan, pengawasan yang ketat dan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan.

Penguatan kapasitas aparat desa, lembaga adat, serta penegak hukum menjadi kunci agar pemanfaatan metode  pembakaran dalam batasan yang ditetapkan dapat diperluas dengan baik.

Selain itu, promosi penggunaan teknologi dan teknik alternatif pembukaan lahan yang ramah lingkungan dan efisien juga harus terus dikembangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat dan pelaku usaha. Misalnya, metode mekanis, agroforestri, dan rehabilitasi gambut yang dapat meningkatkan kualitas lahan tanpa menimbulkan risiko kebakaran.

Oleh: Nazwa Az – Zahrah  (Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca