Suarindonesia – Pemerintah Provinsi Kalsel akan menggandeng Pemko
Banjarmasin untuk lebih memperhatikan dan mengembangkan Pasar Terapung
Kuin yang selama ini ada kesan dianaktirikan. Bahkan Pasar Terapung
Kuin direncanakan akan dihidupkan kembali dengan konsep yang tak kalah
dengan Pasar Terapung yang ada di Siring Tendean Banjarmasin.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Drs Dahnial Kifli membantah meninggalkan Pasar Terapung yang cikal bakal lahirnya Pasar Terapung. Ini menunjukkan bahwa jika Pasar Terapung lahir di lain menunjukan mulai berkembang dan harus disyukuri.
“Lho dengan berdirinya banyak Pasar Terapung menujukkan khasanah budaya Banjar berkembang, dan ini masalah bagus dan harus didukung,” katanya.
Sedangkan Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Drs H Mokhammad Khuzaimi mengatakan Potensi Pasar Terapung di Kuin sebenarnya sangat menjanjikan.
Namun tak bisa dipungkiri soal pedagangnya yang saat ini semakin berkurang. Alasannya beragam, seperti kurangnya minat pembeli sehingga memaksa pedagang apung berhenti dan beralih berdagang di pasar tradisional.
“Soal kekumuhan pemukiman di sana juga menjadi faktor daya tarik, sehingga apabila Pasar Terapung Kuin ingin dihidupkan perlu oengentasan kawasan kumuh di sana,” katanya.
Menghidupkan Pasar Terapung Kuin juga butuh kerjasama masyarakat di sana. Juga lagi perlu kerja sama para tokoh masyarakat, yang mau diajak duduk bareng bekerjasama membangun Pasar Terapung Kuin.
Jimi juga mengatakan, pengembangan pasar nanti memerlukan penempatan
strategis di mana agar lebih menarik wisatawan lagi.
Misalnya seperti lokasi Pasar Terapung Kuin, ia menyarankan baiknya digeser sedikit ke arah Muara Kuin. Pasalnya lokasi di sana lebih strategi bertemunya
simpangan Sungai Kuin dan Sungai Barito.
“Tentu itu akan menarik pengunjung, apalagi di sana juga sudah banyak taksi kelotok yang alami,” katanya.
Bahkan, kalau berbicara soal konsepnya, terlebih dulu akan mempertahankan seperti dulu, yakni adanya transaksi di sungai.
Apabila ini tidak berhasil, maka pilihan keduanya sama seperti yang di siring. Kemudian inovasi lainnya, misalnya membuat Pasar Terapung di bawah jembatan Banua Anyar.
“Ya harapannya semua daerah yang di lintasan Sungai Barito, pemerintahnya diharapkan bisa menghidupkan lagi Pasar Twrapung,” bebernya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















