PEMPRED Trans 7 dan CNN Berbagi Cerita Sukses Pimpin Medianya di Era 4.0

- Penulis

Senin, 10 Februari 2020 - 22:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Pemimpin Redaksi Trans7 dan CNN Indonesia, Titin Rosmasari, mengatakan para pelaku industri pers harus mampu beradaptasi dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam industri 4.0, termasuk jurnalis perempuan sebagai pekerja pers.

“Inilah tantangan lain yang dirasakan industri media. Kita pelaku industri media termasuk di dalamnya jurnalis perempuan harus mengikuti perubahan yang sedang terjadi. Kita butuh minimal empat keterampilan khusus yaitu critical thingking, creativity, communication dan collaboration,” terang Titin Rosmasari saat menjadi pembicara utama dalam Sarasehan Jurnalis Perempuan Indonesia di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (09/02/2020).

Titin juga mengisahkan tantangan dirinya yang kini berusia 50 tahun dalam menghadapi milenial generasi Z. Banyak perubahan pola pikir, kreativitas dalam menghidupkan industri media massa, termasuk kolaborasi baik dengan berbagai pihak dan mitra.

“Semua berubah, teknologi berubah, kebijakan berubah, kita juga harus berubah. Kita dituntut untuk berubah dan memiliki keterampilan lebih dimasa digitalisasi seperti saat ini,” imbuhnya.

Padahal menurut Titin, seharusnya Perempuan dalam bekerja lebih unggul daripada laki-laki karena perempuan memiliki kelebihan verbal, multi tasking, ekpresif dan memiliki empathy yang tinggi.

Baca Juga :   KASUS PEMERKOSAAN Dipertanyakan Keluarga Korban Perkembangan Perkaranya, Begini Penegasan Polisi

Menjadi salah satu Pemimpin Redaksi Perempuan, Titin pun mengakui bahwa pekerja pers perempuan di ruang redaksi Trans 7 maupun CNN Indonesia pada saat penerimaan antara 60 – 50 dengan pekerja laki-laki. Namun setelah berjalan saat ini hanya tersisa sekitar 20 persen karena pekerja perempuan yang bertahan di industri pers juga tidak banyak, dengan berbagai alasan mereka keluar dari industri pers.

Oleh karena itu, Titin berharap melalui Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) terjadi kolaborasi-kolaborasi baik antara sesama jurnalis perempuan sehingga tidak tergerus dengan rutinitas dan dapat menghadapi tantangan di era 4.0.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca