Pemkab Balangan Rilis Inovasi Sistem Distribusi Beras untuk Petani

- Penulis

Jumat, 9 Mei 2025 - 15:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diantara hasil produksi pertanian di Balangan, melalui inovasi Bertani Pemerintah Kabupaten Balangan berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan ketersediaan beras yang berkualitas di tingkat lokal. Foto : MC Kab Balangan

Diantara hasil produksi pertanian di Balangan, melalui inovasi Bertani Pemerintah Kabupaten Balangan berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan ketersediaan beras yang berkualitas di tingkat lokal. Foto : MC Kab Balangan

Suarindonesia – Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, merilis program inovasi Bertani (Beli Beras dari Petani) untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan ketersediaan beras yang berkualitas di tingkat lokal.

Inovasi ini dirilis Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan karena kesejahteraan petani, yang merupakan profesi sebagian besar penduduk wilayah ini, seringkali terpengaruh oleh harga jual yang tidak stabil dan rantai distribusi yang panjang.

“Dengan inovasi ini, petani dapat menjual beras mereka langsung kepada konsumen, sehingga mereka memperoleh harga yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Inisiator Inovasi Bertani, Sugiannoor, di Paringin, Balangan, pada Kamis (8/5/2025).

Sugiannoor mengatakan, selama ini, harga jual hasil panen sering kali tidak stabil karena rantai distribusi yang panjang dan adanya perantara yang mengambil keuntungan lebih besar.

Olah karenanya, inovasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui edukasi dan pelatihan dalam teknologi serta manajemen distribusi.

Dengan keterlibatan aktif pemerintah dan komunitas, stabilitas harga dan kualitas produk diharapkan dapat terjaga sehingga memberi manfaat jangka panjang bagi petani dan konsumen.

Ia juga mengatakan, inovasi ini mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dengan memastikan keberlanjutan dan efisiensi dalam proses produksi serta distribusi beras.

“Dengan pendekatan ini, hubungan antara petani dan konsumen menjadi lebih erat, menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sugiannoor mengatakan, Inovasi Bertani menawarkan berbagai manfaat penting yang dapat dirasakan oleh berbagai pihak.

Baca Juga :   BANK KALSEL Bayarkan Dividen Rp56 Miliar ke Pemprov Kalsel,2027 Dividen Ditarget Naik Rp61 Miliar

Bagi petani, inovasi ini memberikan harga jual yang lebih adil dan stabil, serta meningkatkan kesejahteraan mereka melalui akses pasar yang lebih luas. Bahkan, konsumen juga mendapatkan manfaat berupa beras berkualitas tinggi dengan harga terjangkau dan transparansi dalam proses pembelian.

Ia mengharapkan, Inovasi Bertani memberikan dampak positif yang signifikan bagi petani, konsumen, dan ekosistem pertanian secara keseluruhan.

Dengan adanya sistem distribusi yang lebih efisien, maka petani akan merasakan peningkatan pendapatan karena mereka mendapatkan harga jual yang lebih adil dan stabil tanpa perantara yang merugikan.

Selain itu, akses langsung ke pasar dinilai akan memungkinkan mereka menjual hasil panennya dengan keuntungan lebih besar, sehingga kesejahteraan mereka meningkat.

“Hubungan yang lebih erat antara petani dan konsumen juga menciptakan ekosistem pertanian yang saling mendukung dan menguntungkan. Dengan meningkatnya kesadaran konsumen tentang pentingnya mendukung petani lokal, diharapkan akan terbentuk pola konsumsi yang lebih berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional,” pungkasnya.(ADV/RJ)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TAMPIL di Podcast OBLIGASI Bank Kalsel, Wali Kota Yamin Ajak Warga Pilah Sampah
DISEBUT Untuk Referensi Bank Kalsel, Komisi II DPRD Kalsel Pelajari Kredit UMKM Bank BPD DIY, Bunga 3 Persen
IWAPI Dorong Bank Kalsel Beri Kredit 0 Persen untuk UMKM Perempuan
PRODUKSI Mi Soun Capai 100 Kg Sehari, Luluk Saryatie Berharap Dukungan Permodalan Bank Kalsel
BANK KALSEL Siapkan Aksel University, Fokus Perbankan Syariah
SEMARAK Harjad ke-500, Bank Kalsel Hadirkan Promo Agen Laku Pandai
BANK KALSEL Syariah Hadirkan Aneka Produk Simpanan
DIRUT Bank Kalsel H Fachruddin Berharap Banjarmasin Semakin Maju di Usia 500 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:19

EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:07

BONGKAR BUKTI Dampak ke Masyarakat soal Gugatan Pemadamaan Listrik dan Begini Pendapat Ahli Hukum Administrasi Negara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:37

SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:33

KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27

PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Ira, orang utan yang diselamatkan dari area area karhutla di Kotim, Rabu malam (14/10/2026). (Foto: Istimewa)

Kalteng

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:10


Hujan mengguyur Kumai, Kotawawingin Barat. (Foto: Istimewa)

Kalteng

KUMAI Diguyur Hujan

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:53

Karhutla di Sampit. (Foto: Istimewa)

Kalteng

KOTIM Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:48

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca