BMKG: 1.079 Hotspot Terdeteksi pada Kamis

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Darat memadamkan sisa bara api di lahan gambut di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026). (Foto: Antara)

Satgas Darat memadamkan sisa bara api di lahan gambut di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026). (Foto: Antara)

SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 1.079 titik panas (hotspot) di Kalimantan Selatan pada Kamis (27/8/2026), melalui pemantauan satelit pukul 07.00 Wita, seluruh wilayah berada dalam kondisi sangat mudah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru BMKG Kalsel Adhitya Prakoso di Banjarbaru, Kamis (27/8/2026), mengatakan dari total 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, hanya Kota Banjarmasin yang tidak terdeteksi titik panas.

“Sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Banjar sebanyak 242 titik, disusul Hulu Sungai Selatan 207 titik, dan Tapin 187 titik,” tutur Adhitya dilansir dari Antara.

Titik panas lainnya tersebar di sembilan kabupaten/kota dengan jumlah yang lebih rendah, yakni Kabupaten Tanah Laut tercatat 99 titik, Hulu Sungai Utara 95 titik, Kota Banjarbaru 68 titik, Barito Kuala 46 titik, Tanah Bumbu 39 titik, Hulu Sungai Tengah 27 titik, Kotabaru 25 titik.

Sementara itu, Kabupaten Balangan mencatat 23 titik, Kabupaten Tabalong 21 titik, sehingga total 1.079 titik panas hasil pemantauan BMKG tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan klasifikasi tingkat kepercayaan, Adhitya menyebut sebanyak 919 titik atau 85,17 persen berada pada kategori sedang, 100 titik atau 9,27 persen berkategori rendah, sedangkan 60 titik atau 5,56 persen berkategori tinggi.

Titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah tersebar di 10 kabupaten/kota, yakni Tapin 24 titik, Banjar 19 titik, Hulu Sungai Selatan 18 titik, Barito Kuala 12 titik, Hulu Sungai Utara delapan titik, Tanah Laut delapan titik, Banjarbaru tujuh titik, Hulu Sungai Tengah dua titik, serta Tabalong dan Tanah Bumbu masing-masing satu titik.

Adapun 919 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang tersebar di 12 kabupaten/kota, meliputi Banjar 201 titik, Hulu Sungai Selatan 178 titik, Tapin 156 titik, Tanah Laut 86 titik, Hulu Sungai Utara 81 titik, Banjarbaru 57 titik, Tanah Bumbu 37 titik dan Barito Kuala 34 titik.

Baca Juga :   OMC Solusi Ideal Penanganan Karhutla

Selanjutnya, Kotabaru mencatat 25 titik, Balangan 23 titik, Hulu Sungai Tengah 22 titik dan Tabalong 19 titik dalam kategori tingkat kepercayaan sedang.

Sementara 60 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebar di sembilan kabupaten/kota, yakni Banjar 22 titik, Hulu Sungai Selatan 11 titik, Tapin tujuh titik, Hulu Sungai Utara enam titik, Tanah Laut lima titik, Banjarbaru empat titik, Hulu Sungai Tengah tiga titik, serta Tabalong dan Tanah Bumbu masing-masing satu titik.

Selain sebaran titik panas, BMKG mengeluarkan Sistem Peringatan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) yang menunjukkan seluruh wilayah Kalimantan Selatan berada pada zona merah atau sangat mudah terbakar, sehingga kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

“Kondisi vegetasi, lahan gambut dan permukaan tanah yang sangat kering menyebabkan potensi penyebaran api berlangsung cepat, sehingga diperlukan kewaspadaan serta patroli pencegahan secara ekstra oleh Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran,” kata Adhitya menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan
MOMENTUM Keluarga Besar Polresta Banjarmasin Mengenang Perjuangan dan Keteladanan Rasulullah SAW
POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable
USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga
KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel
BPBD Kalsel: Lahan Terdampak Karhutla Seluas 9.088,75 Hektare
10 PENERBANGAN di Bandara Internasional Syamsudin Noor Terdampak Asap
DIBANTU Pendanaan Pribadi H. Isam Penanganan Karhutla di Kalsel 100 Unit Pompa Air dan Dana Operasional 7,6 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca