PEMICU Gejala Virus Corona Ringan Jadi Berat dan Fatal, Berikut di Antara Penyebabnya

- Penulis

Sabtu, 11 April 2020 - 16:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto/Detik.com: ilustrasi corona)

SuarIndonesia – Sebagian besar pasien virus Corona awalnya mengalami gejala ringan atau sedang. Sebagian besar yang bergejala ringan bisa dirawat di rumah dan akan pulih dalam beberapa minggu.

Namun, diestimasikan satu dari lima orang pasien mengembangkan gejala yang lebih parah dan mengkhawatirkan sehingga butuh penanganan khusus di rumah sakit. Pasien COVID-19 yang mengalami gejala berat juga harus memakai ventilator sebagai alat bantu napas.

Lalu, kira-kira apa saja yang memicu gejala virus corona ringan bisa menjadi berat? Berikut di antaranya dilansir dari The Sun.

1. Usia dan kondisi kesehatan

Para ahli menyebut memiliki penyakit komorbid atau penyakit penyerta menjadi faktor penentu kondisi pasien virus corona bisa menjadi berat atau tidak. Hal ini dikarenakan individu dengan penyakit penyerta memiliki sistem kekebalan tubuh lebih lemah sehingga tak mampu melawan COVID-19.

“Jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat, kemungkinan besar virus itu dapat berkembang biak di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan parut. Sistem kekebalan akan melawannya dan menghancurkan jaringan paru yang sehat dalam prosesnya,” kata Dr Sarah Jarvis GP, Direktur Klinis Patient Access.

Meski demikian usia tidak selalu jadi pemicu yang mengubah virus corona menjadi penyakit mematikan. Beberapa lansia yang berusia 50 tahun ke atas juga bisa pulih dari COVID-19.

2. Saat virus telah melewati batang tenggorokan

COVID-19 umumnya ditemukan pada droplet dan memasuki tubuh melalui mukosa mata, hidung, dan mulut kemudian berdiam lama di tenggorokan. Saat perkembangannya bisa dihentikan di tenggorokan, kemungkinan pasien akan pulih dan hanya mengalami kondisi ringan dengan gejala batuk kering serta demam dan dapat diobati di rumah.

Baca Juga :   BAHLIL Rampingkan Pengurus Jumlah Partai Golkar Periode 2024-2029

Namun jika virus berhasil melewati tenggorokan dan masuk ke dalam jaringan paru, penyakit tersebut akan masuk ke fase yang lebih memprihatinkan. Gejala yang dialami meliputi sakit dada, batuk kerasa, dan sesak napas. Virus ini juga dapat menyerang alveoli atau kantong udara dan memenuhinya dengan cairan sehingga menimbulkan pneumonia.

Kebanyakan yang meninggal karena COVID-19 adalah pasien dengan kondisi pneumonia berat. Oksigen tambahan dan ventilator biasanya digunakan bagi pasien pneumonia namun terkadang kerusakannya sudah terlalu berat.

3. Respon sistem kekebalan tubuh

Dalam kebanyakan kasus, kekebalan tubuh bisa langsung melawan dan mematikan virus corona dengan sukses. Saat kemunculan virus, tubuh berusaha segera memperbaiki kerusakan di paru-paru. Apabila berjalan dengan baik, infeksinya dapat diberantas dalam beberapa hari.

Sayangnya ada beberapa kondisi di mana kekebalan tubuh dapat lebih berbahaya dan menyebabkan hilangnya folikel yang membantu mengusir kontaminasi. Selain itu ada juga sindrom badai sitokin yang terjadi saat tubuh overdrive dalam upaya melawan virus. Saat badai sitokin terjadi, imun yang harusnya menyerang virus malah balik menyerang tubuh.

Orang yang lebih muda dan bugar dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat sebenarnya lebih mungkin mengalami episode badai sitokin daripada lansia. Jadi ya, orang tua dan orang muda sama rentannya pada infeksi virus corona.(Detik.com/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HARI PERTAMA UTBK-SNBT, Ditemukan Sejumlah Praktik Curang
6.000 ARMADA BUS Disiapkan untuk Angkut JCH Indonesia
MEMICU KONTROVERSI Rencana HUT RSUD Ulin Digelar di Jakarta
DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar
TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura
4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:24

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar

Senin, 20 April 2026 - 16:16

KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan

Senin, 20 April 2026 - 15:56

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 April 2026 - 13:40

HARI JADI ke-27 Banjarbaru, Ketua DPRD Kalsel Ajak Perkuat Sinergi

Senin, 20 April 2026 - 13:28

KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 23:41

GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju

Minggu, 19 April 2026 - 15:57

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 15:18

KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban

Berita Terbaru

Massa aksi 21 April tiba di Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: detikKalimantan/Riani Rahayu)

Kaltim

GUBERNUR Rudy Mas’ud Didesak Mundur!

Selasa, 21 Apr 2026 - 22:21

Kendaraan yang digunakan untuk uji jalan B50 yang terparkir di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). (Antara/Putu I Savitri)

Bisnis

MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor

Selasa, 21 Apr 2026 - 21:37

Ketua Umum Tim SNPMB 2026 Eduart Wolok (kanan) dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri) saat meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) hari pertama di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (21/4/2026). (UNJ)

Nasional

HARI PERTAMA UTBK-SNBT, Ditemukan Sejumlah Praktik Curang

Selasa, 21 Apr 2026 - 21:31

Jemaah haji Indonesia menaiki bus Shalawat di kawasan Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (10/6/2025). (Dok Antara Foto/Andika Wahyu)

Nasional

6.000 ARMADA BUS Disiapkan untuk Angkut JCH Indonesia

Selasa, 21 Apr 2026 - 21:24

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca