PEMERINTAH RI: BBM Subsidi dan Non Subsidi tidak Naik

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU Pertamina. (Dok Pertamina)

Foto Ilustrasi - Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU Pertamina. (Dok Pertamina)

SuarIndonesia — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami kenaikan.

Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3/2026), Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto

“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,” kata Prasetyo.

Pemerintah juga memastikan pastikan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia sehingga masyarakat diminta tidak panik ataupun resah terhadap isu kenaikan harga.

“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” terangnya.

Pemerintah berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus meredam kekhawatiran terkait isu kenaikan harga BBM yang sempat berkembang.

Bentuk kepedulian Presiden pada rakyat

Sementara itu, dilansir dari Antara, Iwan Setiawan seorang pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) langkah Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak didasarkan pada kepedulian dan empati seorang Presiden kepada rakyatnya.

“Menurut saya, ini salah satu bentuk political will dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang didasarkan dari kepedulian dan empati seorang Presiden kepada rakyatnya,” ujarnya di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Iwan juga menjelaskan kinerja pemerintah melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjaga stabilitas harga BBM, baik subsidi dan nonsubsidi di Indonesia patut diapresiasi.

“Di tengah banyak negara lain mengalami kenaikan harga BBM yang sangat signifikan, bahkan mengalami krisis energi akibat efek dari perang Iran vs Amerika-Israel hingga Selat Hormuz ditutup, yang patut disyukuri harga BBM di Indonesia relatif masih aman dan stabil,” ucapnya.

Baca Juga :   DIDUKUNG Fraksi PAN Perubahan APBD Balangan 2026

Menurut ia, masyarakat perlu mendukung langkah dan kebijakan pemerintah dengan tidak membuat kegaduhan dan dinamika yang tidak perlu.

“Apalagi melakukan provokasi dan menyebarkan hoaks. Dalam situasi yang seluruh dunia mengalami krisis energi seperti ini, yang diperlukan adalah persatuan dan solidaritas yang kuat, tentu atas dasar nasionalisme,” tuturnya.

Kurangi kepanikan masyarakat

Selanjutnya, Pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti menilai langkah pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi di tengah perang Amerika Serikat dengan Iran, mengurangi kepanikan masyarakat.

“Saya kira sudah tepat. Hal ini untuk mengurangi ketidakpastian dan kepanikan,” ujar Yayan di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Menurut Yayan, kebijakan tersebut juga menunjukkan adanya kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Dengan harga BBM yang tetap, diyakini Yayan, dapat menahan stabilitas makro, dalam hal ini adalah menahan inflasi dan gejolak ekonomi.

“Indikasi stabilisasi domestik di tengah-tengah secara perlahan inflasi global, misal barang-barang impor mulai naik karena biaya logistik semakin naik,” ucap Yayan.

Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi kebijakan penahanan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi yang diterapkan oleh pemerintah.

“Saya sangat apresiasi kebijakan ini. Semoga bisa bertahan hingga krisis energi global ini cepat berakhir,” ujar Yayan. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DITENGAH BENCANA KARHUTLA, KPK OTT Pejabat BNPB
JUTAAN BATANG Rokok Ilegal Masuk Banjarmasin
PERSONEL Pemadam Karhutla Dirotasi untuk Cegah Kelelahan
JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November
MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal
TERKAIT Karhutla, 5 hingga 6 Perusahaan Bakalan Kena Sanksi
SEMBILAN Sarang Narkoba di Sumut Digerebek Bareksrim Polri
PEMDA Diminta Aktif Sukseskan Swasembada Pangan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:54

MENAKAR KEADILAN Ekonomi, Menembus Tembok Monopoli Rantai Pasok PKP2B dan Perusahaan Besar Pertambangan di Kalsel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:57

JUTAAN BATANG Rokok Ilegal Masuk Banjarmasin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:42

DIBONGKAR Bea Cukai Banjarmasin Peredaran Barang Ilegal Jalur Penerbangan Internasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:25

BUKA FAKTA, Kuasa Hukum Sebut MH tak Tahu Ada Investor Lain Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05

KEMERIAHAN DAN MEMBANGGAKAN Lomba FTBI di SDN 1 Sungai Besar Kota Banjarbaru

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:48

PERSONEL Pemadam Karhutla Dirotasi untuk Cegah Kelelahan

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30

JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22

MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal

Berita Terbaru


Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) terbakar. (Foto: HO-TNTP)

Kalteng

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:00

Foto Ilustrasi. (si/ut/@gemini.ai)

Bisnis

DISIAPKAN Formula Tarif Pengantaran Barang dan Makanan

Selasa, 13 Okt 2026 - 22:11

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca