PEMBANGUNAN Jembatan HKSN I Dilanjutkan Setelah Sempat Terhenti

PEMBANGUNAN Jembatan HKSN I Dilanjutkan Setelah Sempat Terhenti

SuarIndonesia – Proyek pembangunan Jembatan HKSN I sempat dihentikan. Menyusul adanya pemeriksaan dari kepolisian terkait insiden kecelakaan kerja pada 24 September lalu.

Pengejaran yang sempat terhenti itu saat ini kembali dilanjutkan. PPTK Kegiatan Pembangunan Jembatan, Dinas PUPR Banjarmasin, Sigit Mugianto mengatakan pemeriksaan dari kepolisian sudah dinyatakan selesai.

“Kalau terkait keterangan hasil pemeriksaan bukan kewenangan kami. Dan Rabu, 7 Oktober lalu police line yang sebelumnya dipasang sudah dilepas,” ujarnya.

Sigit mengungkapkan, dari hasil rapat bersama dengan konsultan perencanaan bahwa disimpulkan, insiden yang sempat mengakibatkan beberapa pekerjaan terluka tersebut murni kecelakaan kerja.

“Itu kemarin hanya terkait cara mengerjakan, tapi bukan pada kesalahan dalam merencanakan kekuatan struktur. Hanya kecelakaan kerja di pilar satu,” ucapnya.

Berdasarkan hasil rapat juga disampaikan bahwa, tak ada perencanaan yang perlu diubah akibat kejadian tersebut. Sebab perencanaan yang dibuat dinilai sudah matang.

“Kesimpulannya pengerjaan kami itu tak ada masalah dari sisi kekuatan struktur.  Karena itu satu kesatuan konstruksi. Jadi mereka menyatakan tak boleh mendalatasi struktur, tapi cukup penghentian pengerjaan,” jelasnya.

Sigit menjelaskan, saat ini pengerjaan di titik kejadian sudah memasuki tahap pengecoran. Dan tulangan kawat yang sebelumnya ambruk sudah diperbaiki sesuai dengan perencanaan awal.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan saat ini pengerjaan sudah mencapai 52,55 persen untuk tahap kerja di 2020 ini. Sebab ujarnya, proyek pembangunan Jembatan yang menghubungkan antara Kuin Kecurucuk dan Kuin Selatan itu dikerjakan dalam dua tahun anggaran.

“Sekarang 52,55 persen untuk pengerjaan 2020. Sesuai kontrak 10 Desember selesai. Jadi di dalam kontrak memang pekerjaan jembatan tak selesai seluruhnya 2020. Jadi belum bisa fungsional. Dan dilanjutkan di 2021,” bebernya.

Selain pengejaran fisik, saat ini PUPR juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Perkim untuk menyelesaikan pembebasan lahan yang masih tersisa. Yang rencananya bakal dilakukan kembali di 2021.

“Kami saat ini juga berkoordinasi dengan Perkim terkait sisa pembebasan di 2021 untuk penyelesaian jembatan HKSN,” katanya.

Menyinggung soal anggaran pembangunan jembatan tersebut, dijelaskan bahwa di tahun 2020 memang ada pemotongan akibat pergeseran anggaran untuk penanganan CoVID-19 yang dilakukan Pemko.

Bahkan anggaran yang dikurang hampir mencapai 50 persen. Dari pagu awal untuk proyek pengerjaan 2020 disiapkan sebesar Rp42 miliar. Namun dari pemenang lelang didapat harga Rp37 miliar. Anggraan ini kemudian dipotong untuk CoVID-19 hingga tersisa Rp28 miliar.

“Jadi yanh dikerjakan di 2020 ini menyesuaikan dengan anggaran Rp28 miliar dahulu. Kalau untuk keseluruhan sesuai rencana Rp62 miliar. Ini akan dianggarkan di 2021 nanti,” tutupnya.(SU)

 168 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: