SuarIndonesia – Guna mempermudah pejalan kaki untuk menyeberang jalan, kini Pemko Banjarmasin melakukan pemasangan alat tanda penyeberang jalan atau Pelican Crossing resmi difungsikan di Jalan Anang Adenansi.
Alat ini difasilitasi tombol rambu untuk pejalan kaki yang ingin menyeberang. Saat tombol ditekan lampu merah menyala dan mengeluarkan suara keras dibarengi waktu detik sebagai tanda bahwa ada pejalan kaki yang menyeberang jalan.
Meskipun niat Pemko baik untuk keselamatan pejalan kaki. Namun fungsi rambu tersebut sepertinya kurang sosialisasi atau warganya tak mau repot.
Pasalnya masih ada saja warga yang menyeberang jalan tidak menggunakan alat tersebut. Parahnya warga juga tidak melalui zebra cross.
Kepala Dishub Banjarmasin, Drs H Ichwan Noor Chalik mengatakan, adanya pelican crossing diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik bagi pejalan kaki. Itu demi keamanan dan keselamatan pejalan kaki.
Sementara ini, Ikhwan mengatakan, ada dua lokasi metode penyeberang untuk pejalan kaki di Kota Banjarmasin. Satu di Jalan Anang Adenansi. Titik lainnya di Jalan Pangeran Samudera.
“Karena JPO sudah berapa kali lelang tapi tak ada yang menawar, alternatifnya kita membuat pelican crossing ini agar pejalan kaki aman,” terangnya.
Ia menilai kebutuhan fasilitas penyeberang jalan semakin penting ditaruh dua lokasi itu. Sebab di jalan tersebut banyak fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang memunculkan banyak orang untuk menyeberang jalan.
Terutama, di Jalan Anang Adenansi. Lokasinya ada lembaga pendidikan sekolah dasar dan fasilitas publik berupa Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sehingga disaat jam sibuk, banyak anak sekolah dan warga menyeberang jalan raya. Termasuk di Jalan Pangeran Samudera adanya masjid yang setiap Salat Jumat ditutup sementara waktu.
“Dua tempat ini akan dijaga petugas Dishub. Karenanya pejalan kaki dan pengguna jalan wajib memahami serta membiasakan diri dengan fasilitas publik itu,” tegas Ichwan.
Bahkan di tahun 2020, Pemko berencana mengadakan lagi pelican crossing. Lokasinya bertambah dari tahun ini. Dari dua menjadi tiga. Satu di Jalan Hasan Basri depan Kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dua di Jalan Ahmad Yani depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) dan Duta Mall Banjarmasin.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















