SuarIndonesia — Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mempromosikan berbagai agenda pariwisata di Kalbar kepada kontingen Pekan Gawai Dayak Kalbar dari Malaysia dan daerah bagian Kalimantan lainnya, dengan harapan dapat disampaikan lagi kepada masyarakat lainnya dari daerah asal kontingen yang hadir.
“Di Kalbar banyak sekali terdapat event-event nasional maupun lingkup kabupaten/kota hingga provinsi. Jadi sepanjang tahun ada beberapa kegiatan seperti Gawai Sowa yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), kemudian ada Nyobeng, Festival Kulminasi, Parade, Robo-Robo, dan banyak lagi event yang ada di Kalbar di mana berbagai agenda ini tentunya sangat menarik untuk disaksikan,” kata Harisson pada Pekan Gawai Dayak XXXVIII Tahun 2024 yang dilaksanakan di Kota Pontianak, Senin (20/5/2024).
Dikutip AntaraNews, pada kesempatan tersebut, Harisson mengapresiasi kehadiran Pengabang Dayak Nasional beserta jajarannya yang akan mengikuti agenda Pekan Gawai Dayak XXXVIII di Pontianak.
“Saya merasa berbahagia sekali dapat menerima saudaraku dari Sarawak (Malaysia) yang sudah berkenan berkunjung datang ke Kalbar, khususnya Kota Pontianak dalam rangka ikut serta merayakan PGD XXXVIII Tahun 2024,” ujarnya pula.
Dia menyampaikan bahwa Kota Pontianak memang tidak sebesar Kota Kuching (Malaysia), tapi dirinya memastikan kehadiran tamu dari negara tetangga tersebut di Pontianak akan merasa nyaman.
“Kami akan berupaya untuk membuat bapak/ibu yang datang ke Pontianak ini agar senyaman dan segembira mungkin selama berada di Pontianak,” ujar Harisson.
Harisson berharap dengan kedatangan tamu dari Sarawak Malaysia ini dapat memberikan kenangan yang indah, hingga dapat menceritakan kembali pengalaman yang ada di Kalbar kepada keluarga dan sanak saudara di Malaysia.
“Ceritakan kembali kesenangan bapak/ibu selama berada di Kalbar, sehingga saudara-saudara di Sarawak Malaysia mau berkunjung ke Kalbar. Sekali lagi Kami berharap bapak/ibu dapat terus berkunjung ke Pontianak atau daerah lainnya yang ada di Kalbar ini,” ujarnya lagi.
Dihadiri 500 Wisman
Sementara itu Penjabat Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyambut dan mengapresiasi Pekan Gawai Dayak Ke-38 di Pontianak karena mampu mendatangkan 500 wisatawan mancanegara (wisman) dan hal itu mampu menggerakkan ekonomi daerah.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan seperti ini yang dilaksanakan di Kota Pontianak, saya dapat informasi bahwa dengan kegiatan Gawai Dayak ini sudah menarik banyak pendatang dari negara tetangga sebanyak 500 orang,” ujar dia, usai melepas iring-iringan pawai Gawai Dayak ke-38 Kalbar, di depan Taman Alun Kapuas, Senin (20/5/2024).
Tahun 2024 ini, karnaval air di tepian Sungai Kapuas menjadi agenda spesial dan pertama kali digelar sebelum malam puncak pembukaan Gawai Dayak. Ani Sofian mendukung penuh agenda kebudayaan serupa. Selain melestarikan budaya, kegiatan Gawai Dayak juga memberikan kesempatan bagi UMKM untuk bertumbuh.

Oleh karena itu, siapapun yang menggelar, tidak terkecuali pemerintah pusat hingga pemerintah provinsi harus didukung. Ani Sofian menilai, dengan begitu perekonomian Kota Pontianak akan meningkat.
“Setiap kegiatan yang bisa mendatangkan orang banyak selalu kita dukung, siapapun yang melaksanakan. Pontianak sebagai ibukota provinsi pasti mendapat untung, minimal dari orang-orang yang menginap di hotel,” lanjutnya.
Dimeriahkan Karnaval Budaya
Karnaval Budaya berupa pawai kendaraan hias dan berjalan bersama dengan pakai khas Dayak menjadi salah satu bagian dari rangkaian acara Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalbar ke-38 yang berlangsung di Kota Pontianak.
“Karnaval ini sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya adat kita, sebagai sarana juga untuk mengenalkan ke masyarakat yang lebih luas tentang budaya Dayak,” ujar Penasehat Panitia PGD Kalbar ke-38, Tarsisius Ivan Sabandap, di Pontianak, Senin (20/5/2024).

“Budaya Dayak itu beraneka ragam, paling umum yang diketahui masyarakat itu ya tarian, tapi kita ada juga budaya-budaya lain seperti musik, gawai, dan masih banyak lagi, kita perkenalkan semua itu nanti lewat Pekan Gawai Dayak.” tambahnya.
“Generasi muda sangat penting untuk mengenal budaya, akan sangat disayangkan bagi generasi muda yang lahir tetapi tidak mengenal budaya leluhurnya, maka dari itu kita perlu bersama mengenalkan dan mempertahankan eksistensi budaya.” tuturnya.
Dia berharap, tidak hanya masyarakat Dayak saja yang melestarikan budaya, tapi seluruh suku bangsa yang memiliki adat budaya di mana pun berada, semuanya harus melestarikan adat budayanya, bila perlu sampai dikenal di kancah internasional. [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















