SuarIndonesia – Pasangan Calon (Paslon) “MH” (Hi Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman) telah penuhi syarat perebutan kursi Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan (Pilgub Kalsel).
Dengan dukungan tiga parpol yakni PAN, Demokrat, dan pada Selasa (20/8/2024) dapat Rekomendasi dari PKS, maka telah dapat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel sebagai bakal Cagub dan Cawagub Kalsel 2024-2029 di Pilkada 2024.
Sementara itu, Hj Raudatul Jannah-Rozanie Himawan kandidat pasangan lain juga sudah memenuhi minimal 20 persen kursi untuk mendaftar ke KPU.
Pasangan ini bahkan berhasil mengumpulkan 30 kursi, dari sokongan Golkar 13 kursi, Nasdem 10 kursi, dan Gerindra 7 kursi.
Terhadap pasangan “MH” tidak hanya rekomendasi, pasangan ini menerima dukungan PKS dalam bentuk model B1-KWK yang digunakan sebagai salah satu syarat mendaftar ke KPU.
Serah terima formulir B1-KWK bertanda tangan Presiden PKS dan bermaterai itu berlangsung saat acara Konsolidasi Nasional Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PKS di Nusantara Hall, ICE BSD City, Tanggerang.
Muhidin-Hasnur didampingi Sekjen DPP PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi dan Ketua DPW PKS Kalsel Jaf’ar, serta jajaran pengurus DPP PKS.
Pada waktu bersamaan DPP PKS juga menyerahkan dukungan kepada bakal calon kepala daerah Bupati, Wali Kota dan Gubernur di seluruh Indonesia.
Keseluruhannya 368 surat dukungan. Dan soal formolir, bakal calon pasangan yang telah mendapatkan surat tugas, surat rekomendasi ataupun surat keputusan dari partai, ternyata tidak mendapatkan formulir model B1-KWK. Atau dengan kata lain, partai berubah sikap mendukung pasangan lainnya.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, dalam pengusungan calon kepala daerah PKS menggunakan sistem bottom up.
Bakal calon kepala daerah bupati dan wali kota diminta langsung berkomunikasi dan berhubungan dengan DPD PKS. Sedangkan untuk calon gubernur dan wakil gubernur, berkomunikasi dengan DPW PKS.
“Setelah itu baru dikirimkan surat dari DPW ke DPP, dan kemudian dibahas oleh tim profesional dan independen.
Kemudian dilihat kredibilitas, kapasitas, dan elektabilitas yang dimiliki oleh calon yang akan diusung,” kata Ahmad Syaikhu. */ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















