Suarindonesia – Menjelang Ramadhan 1440 H, yang bertepatan dengan tahun 2019 M, Pasar Ramadhan yang biasa digelar di halaman Pemerintah Kota Banjarmasin kali ini dikemas berbeda dengan sajian dagangan yang terdapat pada Pasar Ramadhan tahun ini.
Pemko Banjarmasin bersama pedagang sepakat menetapkan lokasi jualan Ramadhan ini di Lokasi Ruang Terbuka Taman Kamboja Banjarmasin yang selama ini kerap dipakai ruang Pamer UKM binaan Pemko Banjarmasin.
Wakil Walikota Banjarmasin, H Hermansyah mengatakan kepada awak media, perbedaan pasar Ramadhan tahun 2019 ini dengan sebelumnya adalah karena diprioritaskan untuk para pedagang yang benar-benar jualan kue khas Banjar, kemudia yang jualan lainnya.
“Kita ingin memgembalikan Pasar Wadai tahun ini sungguh berbeda dan mampu menarik pariwisata sekaligus mendekatkan di Ruang Terbuka Hijau Kamboja Banjarmasin Tengah kepada masyarakat,” ungkap Politisi PDIP Kalsel ini.
“Keputusan di RTH Kamboja ini nanti karena tempatnya lebih luas dan space lebih banyak untuk para pedagang paguyuban yang sudah tergabung sejak beberapa tahun lalu,” ucapnya kepada wartawan, Jumat (5/4).
Kemudian H Hermansyah menyebutkan para paguyuban pedagang pasar ramadhan diharapkan lebih dari 70% menjajakan makanan khas Banjar untuk lebih mengenalkan kembali khazanah lokal dan budaya kuliner Kota Banjarmasin.
“Kita menginginkan lebih dari 70% nanti yang berjualan di sana menjajakan khas makanan Banjar, agar kita lebih mengenalkan apasaja makanan khas Banjar ini, dan budaya kuliner kita menjadi lebih terkenal di mata para pengunjung nantinya,” ungkap Hermansyah.
Adapun pedagang yang sudah terdaftar sampai saat ini, Hermansyah mengungkapkan sudah lebih dari 300 pedagang terdaftar dan akan ditutup pendaftaran pada bulan ini juga untuk penetapan jumlah pedagang yang akan berdagang pada pasar Ramadhan tahun 2019.
“Ada lebih dari 300 sudah yang terdaftar sampai saat ini, dan dalam bulan bulan ini juga kita akan memfixedkan para paguyuban pedagang tersebut. Harapannya nanti space di Lapangan Kamboja ini dapat memuat seluruh pedagang yang terdaftar ini, kita akan atur lah nanti sedemikian rupa space nya,” ujar H Hermansyah
Alasan lain dirubahnya tempat pelaksanaan yang semula di Siring Balaikota Banjarmasin menjadi di RTH Kamboja, H Hermansyah menuturkan untuk sekaligus ingin mengenalkan dan meramaikan wisata yang terdapat di taman Kamboja tersebut yakni air mancur menari yang digarap senilai Rp6 miluar pada tahun 2018 lalu.
‘’Di sana kan ada air mancur menari, kita ingin meramaikan itu juga makanya digelar di sana,” katanya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















