Partai Advokasi Renungan dari Tanah Suci (20 Desember 2019)

- Penulis

Jumat, 20 Desember 2019 - 17:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh
Totok Daryanto Waketum DPP PAN

Tidak semua elite partai bisa menerima gagasan Partai Advokasi. Hal ini tidak perlu membuat kita berkecil hati. Pada Bab 6 buku saya yang diterbitkan oleh LP3ES belum lama ini, tertulis judul “Pengalaman yang Menyesatkan”. Di sini saya mendiskrepsikan bahwa “ganjaran psikologis yang menyenangkan bagi seseorang cenderung menyukai pengulangan, sementara ganjaran psikologis yang menyakitkan bagi seseorang cenderung tidak menyukai pengulangan.”

Mungkin banyak elite politik yang diuntungkan dalam sistem politik kontemporer yang sangat diatur oleh kekuatan uang. Dengan demikian gagasan Partai Advokasi tidak serta merta mudah diterima.

Kyai Ahmad Dahlan dulu ketika awal memperkenalkan Muhammadiyah juga tidak serta merta diterima oleh umat Islam pada zamannya. Sang pendiri Muhammadiyah itu dengan kesabarannya, mendatangi orang per orang, dari rumah ke rumah. Berpesan dan meyakinkan bahwa ijtihad keagamaan yang diperkenalkannya sangat bermanfaat untuk masa depan umat yang berkemajuan.

Membandingkan kepeloporan sang pembaharu tersebut dengan apa yang saya gagas dalam buku “Partai Advokasi” sungguh tidak sepadan. Kyai Ahmad Dahlan melakukan pekerjaan spektakuler dan mendapat tantangan fisik yang sangat berat bahkan mempertaruhkan jiwanya. Sementara yang saya lakukan sekedar sumbangan kecil urusan politik dan tanpa risiko pertaruhan nyawa.

Gagasan Partai Advokasi yang saya perkenalkan, selain ada yang menolak, diterima kalangan politisi dan cendekiawan yang berpikiran jernih. Banyak yang berpendapat gagasan tersebut tepat momentumnya dalam politik kontemporer Indonesia dewasa ini. Banyaknya kasus korupsi di kalangan pejabat negara dan beban keuangan politisi yang semakin berat, menjadi salah satu alasannya.

Sebagian besar kader partai politik yang berdedikasi politik tinggi tetapi selalu tersisih dalam kompetisi pemilu, juga sangat merindukan perubahan tersebut. Perlu ada gerakan yang substantif agar politics back to basic. Politik harus dikembalikan ke jalan yang benar. Jalan politik bukan jalan uang.

Baca Juga :   ENAM Kementerian Bersatu Lawan Kekerasan Anak

Marilah kita buat analogi enteng-entengan. Tukang batu tupoksinya urusan pasang-memasang batu konstruksi. Tukang listrik urusannya perlistrikan. Profesi dokter tugas utamanya urusan kesehatan manusia. Sebuah profesi ketika urusan utamanya melenceng dari hakekat profesinya, sesungguhnya telah batal keprofesiannya.

Inilah anomali yang menyedihkan dalam politik nasional kontemporer yang sedang kita jalani. Politik kita urusan utamanya adalah uang dan uang. Terjadi kesalahkaprahan. Kesalahan yang dikerjakan bersama-sama seakan suatu kebenaran.

Profesi politik tugas utamanya seharusnya pekerjaan politik. Uang sekedar alat pendukung, bukan segala-galanya. Back to basic adalah jargon manajemen yang akan melipatgandakan daya saing suatu profesi. Dalam 5 tahun ke depan PAN harus mampu menginstall program-program politik yang terstruktur dan masif, dari pusat hingga daerah. Esensi program politik adalah mendengar aspirasi rakyat. Memperjuangkannya secara riil sehingga dirasakan oleh rakyat.

Saudaraku Zulkifli Hasan berkomitmen melakukan perubahan mendasar dalam tata kelola partai dalam periode kedua kepemimpinannya bila Kongres nanti memberikan mandat kembali.

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September
KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla
SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar
POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla
POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN
KEBAKARAN di Komplek DPR Bandarmasih, “Renggut Nyawa” Seorang Anggota Pemadam Kebakaran

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca