Suarindonesia – Gubernur Provinsi Kalsel H Sahbirin Noor, usai acara Sapta Pesona di Kampung Sungai Jingah, Kamis (6/12) siang, mengharapkan tidak ada saling klaim Pasar Terapung karena, semua dilakuan untuk warga Banjar.
Sahbirin yang dipanggil akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, soal Pasar Terapung tak perlu dipermasalahkan, pasalnya Pasar Terapung itu merupakan khas budaya Banjar, jadi tidak ada yang
perlu diributkan.
“Karena sebenarnya Banjar itu ya kita semua, baik itu warga Kabupaten
Banjar maupun Banjarmasin ya orang Banjar jua,” ucap dengan nada santai
menjawan pertanyaan awak media, selesai acara Peresmian Kampung Wisata Sungai Jingah Banjarmasin.
Paman Birin melanjutkan, tidak hanya Pasar Terapung semua kebudayaan khas
Banjar harus diperhatikan termasuk satwa lindung seperti bekantan yang
juga membutuhkan perlindungan dan pelestarian oleh kita semua. “Kebudayaan lainnya juga harus dilestarikan,” katanya.
Sebelum itu, sikap yang sama dikatakan Gubernur Provinsi Kalsel juga dikatakan Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ir HM Mokhammad Khuzaimi, sejarah Pasar Terapung yang merupakan budaya masyarakat Banjar. Ia mengatakan dalam sejarah Banjarmasin ratusan tahun silam, wilayah Banjarmasin yang disederhanakan menjadi Banjar itu meliputi Kalteng,
Kaltim, Kalsel, dan Kalbar.
Kemudian saat ini terbagi menjadi masing masing wilayah administrasi. Namun, pada intinya Zimi mengutarakan orang Acil Jukung dari Lok Baintan itu ,” Ya orang Banjar juga.”
Dulu, ujar Zimi menambahkan, orang-orang Lok Baintan dan Sungai Tabuk berdagang ke Banjarmasin, melewati Sungai Achmad Yani dan Sungai Veteran.

Selain itu pedagang Lok Baintan juga berdagang di Pasar Harum Manis. Tidak itu saja, aktivitas berdagang di jukung juga ada di Samarinda, Kapuas, Amuntai dan daerah lainnya, ” katanya.
Meskipun itu mereka itu disebut juga orang Banjar bukan orang Lok Baintan, bahkan semua warga di Kalsel disebut orang Banjar, ya karena itu kebiasaan sebutan sejak dulu.
Saat ditanya masalah pengembangan Pasar Terapung di Kuin yang selama ini kini diperhatikan, atau dibina, gubernur menegasakan tak ada pedagang Pasar Terapung yang dianaktirikan. Karena beberapa hari yang lalu, pernah membawa rombongan pukul 05.00 WITA pagi masih ramai dan banyak pedagang di sana.
“Kalau selama ini asal Pasar Terapung atau Floating Market yang selama ini dinilai terabaikan, itu pendapat saudara. Karena pemerintah selalu memberikan perhatian termasuk upaya pembangunan dan peningkatan infrastruktur di sana,” katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Drs H Dahnial Kipli mengatakan; bantuan dan perhatian serta dukungan juga dilakukan untuk pedagang Pasar Terapung di Kuin. “Hanya saja memang generasi yang berjualan di Pasar Terapung kurang menarik lagi sehingga masih terbatas para pedagang tradisional,” katanya.
Namun, ke depan Pemerintah Provinsi akan mendukung pengembangan Pasar Terapung di Kuin dan bukan saja di Lok Baintan. “Hal ini untuk mendorong pengembangan Pasar Terapung ke depan supaya akan banyak muncul dan tumbuh Pasar Terapung lebih banyak lagi,” katanya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















