Paman Birin: Pasar Terapung Khas Budaya Banjar, Tak Perlu Ribut

- Penulis

Kamis, 6 Desember 2018 - 21:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Gubernur Provinsi Kalsel H Sahbirin Noor, usai acara Sapta Pesona di Kampung Sungai Jingah, Kamis (6/12) siang, mengharapkan tidak ada saling klaim Pasar Terapung karena, semua dilakuan untuk warga Banjar.

Sahbirin yang dipanggil akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, soal Pasar Terapung tak perlu dipermasalahkan, pasalnya Pasar Terapung itu merupakan khas budaya Banjar, jadi tidak ada yang
perlu diributkan.

“Karena sebenarnya Banjar itu ya kita semua, baik itu warga Kabupaten
Banjar maupun Banjarmasin ya orang Banjar jua,” ucap dengan nada santai
menjawan pertanyaan awak media, selesai acara Peresmian Kampung Wisata Sungai Jingah Banjarmasin.

Paman Birin melanjutkan, tidak hanya Pasar Terapung semua kebudayaan khas
Banjar harus diperhatikan termasuk satwa lindung seperti bekantan yang
juga membutuhkan perlindungan dan pelestarian oleh kita semua. “Kebudayaan lainnya juga harus dilestarikan,” katanya.

Sebelum itu, sikap yang sama dikatakan Gubernur Provinsi Kalsel juga dikatakan Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ir HM Mokhammad Khuzaimi, sejarah Pasar Terapung yang merupakan budaya masyarakat Banjar. Ia mengatakan dalam sejarah Banjarmasin ratusan tahun silam, wilayah Banjarmasin yang disederhanakan menjadi Banjar itu meliputi Kalteng,
Kaltim, Kalsel, dan Kalbar.

Kemudian saat ini terbagi menjadi masing masing wilayah administrasi. Namun, pada intinya Zimi mengutarakan orang Acil Jukung dari Lok Baintan itu ,” Ya orang Banjar juga.”

Dulu, ujar Zimi menambahkan, orang-orang Lok Baintan dan Sungai Tabuk berdagang ke Banjarmasin, melewati Sungai Achmad Yani dan Sungai Veteran.

Selain itu pedagang Lok Baintan juga berdagang di Pasar Harum Manis. Tidak itu saja, aktivitas berdagang di jukung juga ada di Samarinda, Kapuas, Amuntai dan daerah lainnya, ” katanya.

Baca Juga :   MASJID AL-JIHAD Banjarmasin Jadi Percontohan Nasional 2024

Meskipun itu mereka itu disebut juga orang Banjar bukan orang Lok Baintan, bahkan semua warga di Kalsel disebut orang Banjar, ya karena itu kebiasaan sebutan sejak dulu.

Saat ditanya masalah pengembangan Pasar Terapung di Kuin yang selama ini kini diperhatikan, atau dibina, gubernur menegasakan tak ada pedagang Pasar Terapung yang dianaktirikan. Karena beberapa hari yang lalu, pernah membawa rombongan pukul 05.00 WITA pagi masih ramai dan banyak pedagang di sana.

“Kalau selama ini asal Pasar Terapung atau Floating Market yang selama ini dinilai terabaikan, itu pendapat saudara. Karena pemerintah selalu memberikan perhatian termasuk upaya pembangunan dan peningkatan infrastruktur di sana,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Drs H Dahnial Kipli mengatakan; bantuan dan perhatian serta dukungan juga dilakukan untuk pedagang Pasar Terapung di Kuin. “Hanya saja memang generasi yang berjualan di Pasar Terapung kurang menarik lagi sehingga masih terbatas para pedagang tradisional,” katanya.

Namun, ke depan Pemerintah Provinsi akan mendukung pengembangan Pasar Terapung di Kuin dan bukan saja di Lok Baintan. “Hal ini untuk mendorong pengembangan Pasar Terapung ke depan supaya akan banyak muncul dan tumbuh Pasar Terapung lebih banyak lagi,” katanya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti
SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca