NETIZEN RAMAI Kritik Keputusan Satpol PP Hapus Mural Sindiran

- Penulis

Kamis, 19 Agustus 2021 - 22:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Keputusan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Satpol PP setempat untuk menghapus mural sindiran penanganan pandemi Covid-19 menuai kritikan warganet atau netizen.

Seperti yang terlihat di postingan instagram @wargabanua. Akun medsos yang mempunyai ratusan ribu followers itu memposting foto tembok beton berwarna hijau tosca yang awalnya terlukis mural dengan caption singkat.

“Selamat malam & selamat istirahat!” tulis admin akun tersebut dalam caption.

Padahal beberapa hari yang lalu, tembok beton tersebut terlukis mural dengan kalimat ‘WABAH SEBENARNYA ADALAH KELAPARAN’ yang viral di media sosial.

Namun tak lama setelahnya, aparat penegak perda di Bumi Kayuh Baimbai itu memutuskan untuk menghapusnya dengan menutupi mural tersebut dengan cat berwarna hijau tosca.

 

 

NETIZEN RAMAI Kritik Keputusan Satpol PP Hapus Mural Sindiran (2)

 

 

Alhasil, postingan itu langsung dibanjiri ribuan komentar pedas netizen Kalimantan Selatan. “Selamat datang di era anti kritik, kalian harus terbiasa guys, karena dia pengen lanjut 3 periode,” tulis akun @sandiannur.

Tidak hanya itu, akun @adie_firdauz juga menanggapi keputusan Satpol PP tersebut dengan komentar yang cukup menohok.

“Hilang????? Ada apa dengan pemerintah, apakah itu kriminal???? Asli nah betakun,” tulisnya.

Kemudian ada juga komentar “SUARA RAKYAT DIHAPUS, BALIHO NYONYAH DIPAJANG DIMANA-MANA,” tulis akun @dapxx

Ada juga netizen yang menyebut bahwa pemerintah sedang dalam kondisi baper dengan tulisan-tulisan di tembok.

“Merasa makanya dihapus,” tulis akun @Ricky_alviannur. Lalu akun @fatturrahim menulis komentar “halus perasaan sidin, kada kawa tesalah sedikit,” tulisnya.

Benar saja, saat awak media mencoba melihat langsung kondisi mural tersebut ke lokasinya yang berada di Jalan RE Martadinata ternyata sudah terlapis oleh cat tembok. Terlihat belasan aparat Satpol PP sedang bergantian melapisi mural tersebut dengan cat yang sengaja mereka bawa.

“Kami hanya disuruh oleh Kasatpol PP untuk menutupi miral ini,” ungkap Bambang Susilo yang saat itu mengepalai instruksi pengecatan mural tersebut, Rabu (19/08/2021) malam.

Dari informasi yang diterimanya, mural tersebut dilukis sekitar pukul 2.00 dini hari beberapa hari yang lalu. Namun pihaknya masih belum mengetahui identitas pelaku yang melukis tembok dengan kalimat satir tersebut.

Baca Juga :   BALAP LIAR dan Knalpot Brong, 20 Pelanggar Ditindak

“Tapi kita masih belum diinstruksikan Kasat untuk mencarinya. Kalau sudah ada perintah batu kita buru siapa yang melukis,” ujarnya

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin tak mengelak bahwa ia telah memerintahkan bawahannya untuk menghapus mural kritikan yang berwarna kuning terang itu.

“Karena kalimat mural di tembok Pelabuhan Martapura Lama itu mengandung berbagai interpretasi (multitafsir) jika dibaca warga. Jadi kita tutup dengan cat baru supaya tidak terlihat lagi,” ungkap Kasat.

Menurut Muzaiyin, kalimat tersebut kurang cocok dilukiskan ditengah kondisi masyarakat yang kondisinya saat ini masih dilanda pandemi.

“Karenanya, kami mengimbau, agar lebih menjaga ketenangan dan kebersamaan dalam menjaga kondisi pandemi saat ini yang sedang berat dirasakan masyarakat. Jadi hal-hal yang bersifat multi interpretasi seperti itu sebaiknya dihindari,” jelasnya.

Di samping itu, Muzaiyin juga meminta RT dan masyarakat yang tinggal di kawasan yang lokasinya berpotensi untuk dijadikan tempat melukiskan mural-mural serupa agar lebih protektif terhadap lingkungannya.

“Kami harap ada kerjasama RT maupun warga setempat untuk bisa menjaga kondisi saat ini,” ujarnya.

Lantas, apakah mural-mural dan gambar lainnya tidak ikut dihapus?

Terkait hal itu, Muzaiyin menilai bahwa mural dan gambar yang lain masih tidak termasuk mural yang mempengaruhi warga untuk berpikir dengan tafsir yang berbeda. Sehingga pihaknya hanya menghapus mural yang viral tersebut.

“Sementara ini mural lain tidak terlalu menarik perhatian. Hanya itu yang kita hapus. Yang lain itu tidak masalah karena kita nilai bisa menambah keindahan kota,” tandasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan
RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu
LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18