MURNI KECELAKAAN, Dinyatakan Disperdagin Soal Kecelakaan yang Tewaskan Seorang Pedagang

Bagikan :
MURNI KECELAKAAN, Dinyatakan Disperdagin Soal Kecelakaan yang Tewaskan Seorang Pedagang

SuarIndonesia — Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin akhirnya angkat bicara terkait insiden runtuhnya pagar pembatas parkiran Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, subuh tadi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menjelaskan, bahwa insiden yang menewaskan seorang pedagang tersebut murni kecelakaan.

Bukan tanpa alasan, menurutnya kesimpulan tersebut merupakan hasil pengecekan langsung yang dilakukan pihaknya di lokasi kejadian.

“Karena di depan pagar beton yang runtuh itu sudah ada trotoar pembatas roda mobil. Tapi entah kenapa mobil ini malah melewati trotoar kecil itu,” ucapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Jumat (14/1/2022).

Lantas, apakah insiden yang terjadi sekitar pukul 4.00 WITA dan menewaskan seorang wanita pedagang daging ayam di sana ada hubungannya dengan usia bangunan?

Saat ditanya hal tersebut, pria dengan sapaan Tezar itu pun menekankan bahwa insiden runtuhnya pagar beton pembatas parkiran mobil itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan usia bangunan.

“Ini murni kecelakaan,” tekannya lagi.

 

DITABRAK MOBIL Pagar Pembatas, Seorang Pedagang Ayam Tewas (2)

 

Ia menduga, pengemudi mobil jenis pick-up berwarna hitam itu kehilangan kendali ketika ingin memutar balik. Dan kemungkinan si pengemudi salah injak pedal atau kelepasan pedal kopling.

“Makanya mobil yang menabrak ini sebagian melewati pagar,” ujarnya.

Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Polsek Banjarmasin Tengah untuk membersihkan sisa-sisa pecahan tembok beton yang masih berhamburan.

“Kami akan secepatnya berkoordinasi dengan pihak kepolisian apakah kami bisa membersihkan puing-puing beton. Khawatirnya masih digunakan sebagai olah TKP,” ungkapnya.

Kemudian, Tezar melanjutkan, Disperdagin akan menyurati pihak PT Giri selaku pengelola area Pasar Sentra Antasari untuk segera memperbaiki bagian pagar yang rusak akibat tertabrak.

“Karena selama masih ditangani oleh PT Giri maka kami tidak boleh mengeluarkan anggaran untuk pemeliharaan bangunan. Termasuk untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada,” ungkapnya.

Karena itu, untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak kembali terjadi, Disperdagin melalui UPTD 1 Sentra Antasari akan memagari pagar yang jebol dengan kayu.

“Sementara pagar yang hancur itu kita tutup dulu pakai kayu sambil menunggu hasil koordinasi dengan PT Giri, jadi area parkir masih tetap dibuka,” katanya.

Berdasarkan informasi yang didapatkannya ketika pengecekkan lapangan, Tezar menceritakan bahwa wanita muda yang berusia 20 tahun itu tertimpa runtuhan pagar saat sedang menyusun dagangannya di Pasar Subuh Antasari.

“Memang kalau pasar subuh itu pedagangnya sampai ke pinggir jalan. Dan kebetulan korban yang bernama Zahroh ini lagi menyusun dagangannya,” imbuhnya.(SU)

 258 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!