MUHYIDDIN Yassin Resmi PM Malaysia, Berdarah Jawa-Bugis dari Ibu

- Penulis

Sabtu, 29 Februari 2020 - 20:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhyiddin Yassin berpengalaman sebagai pejabat dan politikus, tetapi sosoknya jarang diperhitungkan untuk bisa menjabat sebagai PM Malaysia. (AFP/EVAN VUCCI)

SuarIndonesia – Muhyiddin Yassin resmi ditunjuk Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agung Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Sabtu (29/2). Upacara sumpah jabatan dijadwalkan digelar besok, Minggu (1/3), di Istana Negara Malaysia.

Pengganti Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri kedelapan tersebut merupakan politikus Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).

Lahir pada 15 Mei 1947, Muhyiddin sempat menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada 2009 hingga 2015.

Dilansir CNNIndonesia.com dari berbagai sumber, Muhyiddin ternyata memiliki keturunan Bugis dan Jawa dari ibunya, Hj Khadijah. Sementara ayahnya, Haji Muhammad Yassin, merupakan seorang ulama.

Muhyiddin diberhentikan dari jabatannya pada Juli 2015 karena lantang menyuarakan kritik terhadap skandal 1MDB.

Usai turun dari pemerintahan, Muhyiddin bergabung dengan Mahathir membentuk Bersatu sebelum pemilihan umum 2018. Selepas kemenangan Mahathir, dia dilantik menjadi Menteri Dalam Negeri.

Tak lama setelah bergabung di dalam kabinet, Muhyiddin didiagnosa mengidap tumor stadium awal dan dilarikan ke Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Meski telah dinyatakan sembuh, tetapi Muhyiddin masih rutin mengunjungi Singapura untuk berobat.

Muhyiddin menempuh pendidikan di Sekolah Kebangsaan Maharani, Muar, Johor dan Sekolah Kebangsaan Ismail Johor, Malaysia. Dia lantas melanjutkan studi ke perguruan tinggi di dalam negeri, yaitu Universitas Malaya, Kuala Lumpur dan menerima gelar sarjana Honours di bidang Ekonomi dan Studi Melayu pada 1971.

Baca Juga :   ATASI Konflik Agraria, Dibentuk Tim Lintas Kementerian

Dia juga pernah menjabat menjadi Menteri Kepala Bagian Selatan di Johor pada 1986 hingga 1995 saat masih bergabung dengan Partai Organisasi Persatuan Bangsa Melayu (Umno).

Muhyiddin juga menjabat sejumlah jabatan lain di dalam pemerintahan. Di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen, Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agrikultur, Menteri Perdagangan dan Industri Internasional, dan Menteri Pendidikan. Karena pengalaman dan koneksinya di dalam pemerintahan dan kalangan politikus namun tak terlalu populer, Muhyiddin dianggap sebagai kuda hitam dalam percaturan politik Malaysia.

Pada Maret 2010, pernyataan Muhyiddin yang dianggap rasial, yakni “Melayu lebih dahulu daripada Malaysia”, memicu perdebatan. Pernyataannya itu dipersoalkan oleh politikus veteran Partai Aksi Demokrasi (DAP), Lim Kit Siang.

“Bagaimana mungkin saya mengatakan Malaysia yang utama dan Melayu kemudian. Semua warga Melayu bisa marah dan menyatakan hal itu tidak tepat,” kata Muhyiddin saat itu.

Menurut Muhyiddin, tidak ada yang salah bagi para tokoh politik di Malaysia untuk memperjuangkan ras mereka masing-masing.(CNNIndonesia.com/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung
2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat
RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang
PANSUS DPRD Kalsel Bahas Perubahan Tatib
15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
DISEPAKATI Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK
PRESIDEN Prabowo Pangkas Transfer Daerah

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:09

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 - 21:51

KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Selasa, 29 September 2026 - 21:36

8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung

Selasa, 29 September 2026 - 21:30

2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat

Selasa, 29 September 2026 - 21:26

KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 21:10

RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 14:52

SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Selasa, 29 September 2026 - 13:09

TEREKAM CCTV, Pencuri Motor Diringkus Satreskrim Polresta Banjarmasin

Berita Terbaru

Headline

TRAGEDI Alfamart Gambut, Seorang Pria Ditemukan Tewas

Rabu, 30 Sep 2026 - 14:06

Ketua Umum Perempuan Aman Devi Anggraini (kiri), Dewan Pakar Perempuan Aman Arimbi Heroepoetri (kedua kiri), Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan Isnah Ayunda (ketiga kiri), dan Pengurus Harian Komunitas Perempuan Aman Sawesuma Novilla Maria Aru (kedua kanan) dalam media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:09

Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kapolda Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca