MONYET Sebabkan Pemadaman Listrik Nasional

- Penulis

Minggu, 9 Februari 2025 - 20:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seekor monyet yang mengganggu di gardu listrik Sri Lanka menyebabkan pemadaman listrik di seluruh pulau. (Foto: UNSPLASH/TST)

Seekor monyet yang mengganggu di gardu listrik Sri Lanka menyebabkan pemadaman listrik di seluruh pulau. (Foto: UNSPLASH/TST)

SuarIndonesia — Seekor monyet bikin ulah di salah satu di gardu induk jaringan listrik Sri Lanka. Gangguan dari monyet itu menyebabkan pemadaman listrik di seluruh pulau pada hari Minggu (9/2/2025).

Pejabat pemerintah negara itu menyebut monyet tersebut masuk ke gardu induk jaringan listrik tanpa diketahui petugas keamanan.

Pemadaman listrik di Sri Lanka gara-gara ulah monyet itu dimulai sekitar pukul 11.30 pagi waktu setempat dan belum sepenuhnya pulih setelah tiga jam.

“Seekor monyet telah bersentuhan dengan trafo jaringan kami yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam sistem,” ujar Menteri Energi Sri Lanka Kumara Jayakody menurut laporan, seperti dikutip CNNIndonesia dari The Straits Times, Minggu (9/2/2025).

Jayakody mengungkapkan bahwa gangguan pemadaman listrik itu terjadi di pinggiran kota Kolombo selatan.

Sementara listrik dilaporkan telah dipulihkan di beberapa daerah, belum jelas berapa lama pemadaman telah berlangsung.

Baca Juga :   BANJIR KAPUAS: 9.642 Jiwa Terdampak

“Teknisi sedang menanganinya untuk mencoba dan memulihkan layanan sesegera mungkin,” ujar Jayakody.

Warga Sri Lanka harus menanggung pemadaman listrik selama berbulan-bulan pada musim panas 2022 ketika negara itu jatuh ke dalam krisis ekonomi.

Kala itu, stasiun bahan bakar kehabisan bensin dan solar, memaksa pembangkit listrik termal Sri Lanka untuk membatasi listrik hingga 13 jam setiap hari. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GELOMBANG PANAS Eropa: Hampir 9.000 Orang Tewas
DICIDUK! Pria yang Diduga Terlibat Pembunuhan Aipda Yudhi
SEORANG KAKEK Ditemukan Gantung Diri di Mess PT Daya Sakti Banjarmasin
DESAK PLN Maksimalkan Bendungan Tapin dan Energi Surya
PIALA DUNIA 2026: Spanyol, Portugal dan Swiss Lolos 16 Besar
KERJA Tak Digaji, Malah Disiksa hingga Trauma
PENGGEREBEKAN NARKOBA, Satu Polisi Gugur dan Dua Lainnya Hilang
KRITIK HASIL RAPAT Komisi III DPRD Kalsel Kompensasi Bukan Solusi, Audit Dana dan Pertanggungjawaban Hukum PLN Harus Diutamakan

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:37

PEMERKOSA Anak Dibawah Umur Diduga Pecandu Narkoba

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:24

DICIDUK! Pria yang Diduga Terlibat Pembunuhan Aipda Yudhi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:24

SEORANG KAKEK Ditemukan Gantung Diri di Mess PT Daya Sakti Banjarmasin

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:13

KERJA Tak Digaji, Malah Disiksa hingga Trauma

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:54

PENGGEREBEKAN NARKOBA, Satu Polisi Gugur dan Dua Lainnya Hilang

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:09

KRITIK HASIL RAPAT Komisi III DPRD Kalsel Kompensasi Bukan Solusi, Audit Dana dan Pertanggungjawaban Hukum PLN Harus Diutamakan

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:54

PADAM BERGILIR Sampai Akhir September, Begini Pernyataan GM PT PLN UID Kalselteng

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:35

ROSEHAN “Semprot” PLN, Desak Kepastian Akhir Pemadaman Bergilir

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi - Di Paris, ibu kota Prancis, para wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut berusaha melindungi diri dari sinar matahari dengan menggunakan payung akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa (25/6/2026). (Foto: REUTERS/Abdul Saboor)

Internasional

GELOMBANG PANAS Eropa: Hampir 9.000 Orang Tewas

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:02

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca