DICIDUK! Pria yang Diduga Terlibat Pembunuhan Aipda Yudhi

- Penulis

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SA yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian hingga menewaskan Aipda Yudhi, diringkus aparat gabungan. (Foto: Istimewa)

SA yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian hingga menewaskan Aipda Yudhi, diringkus aparat gabungan. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Pria berinisial SA yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota kepolisian hingga menewaskan Aipda Yudhi Perdana Putra, diringkus aparat gabungan. Ia ditangkap di sebuah lanting sedot emas di Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah pada Jumat (3/7/2026) siang.

Berdasarkan foto yang beredar, SA diciduk petugas gabungan bersenjata lengkap tanpa perlawanan. Ia diduga menjadi salah satu target pengejaran aparat sejak insiden berdarah yang terjadi saat operasi pemberantasan narkoba di wilayah pedalaman Katingan.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan adanya penangkapan terhadap pria yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Menurutnya, SA saat ini telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

“Benar, yang bersangkutan sudah diamankan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami dugaan keterlibatannya,” kata AKBP Dodik, melansir dari detikKalimantan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Budi Rachmat mengatakan penyidik terus mengembangkan kasus tersebut, untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel kepolisian.

“Proses penyidikan dilakukan secara menyeluruh dengan mengumpulkan alat bukti serta memeriksa para saksi guna memastikan peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut,” ujar Kombes Budi.

Naik Pangkat Jadi Aiptu Anumerta

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, bahwa sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum, Aipda Yudhi Perdana Putra telah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Aiptu Anumerta.

Penghormatan terakhir akan diberikan kepada personel Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, yang gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penindakan jaringan bandar sabu. Almarhum resmi dinaikkan pangkatnya menjadi Aiptu Anumerta dan akan dimakamkan secara kedinasan kepolisian.

“Aipda Yudhi Perdana Putra telah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Aiptu Anumerta. Saat ini jenazah masih menjalani proses autopsi di RS Bhayangkara untuk melengkapi proses penyidikan,” ujar Dodik, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga :   DITEGASKAN GUBERNUR KALSEL Komitmen Bangun Ekosistem Seni Inklusi
Aipda Yudhi (paling kanan) dan Ipda Kamalul Fami (paling kiri) saat upacara 1 Juli 2018 di Polres Katingan. (Foto: Dok Pribadi Ipda Kamalul Fahmi)

15 Tahun Tangani Narkoba

Kapolsek Kumai Ipda Kamalul Fahmi teman satu letting  almarhum menuturkan, dirinya dan Aipda Yudhi merupakan satu angkatan pendidikan Bintara Polri Gelombang II Tahun 2005 dengan nama letting ZLD.

“Letting saya itu yang meninggal, Bang. Kami satu angkatan Bintara Gelombang II tahun 2005. Nama angkatan kami ZLD,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Menurut Kamalul, sejak awal berdinas di Polres Katingan, Aipda Yudhi menghabiskan sebagian besar masa pengabdiannya di Satuan Reserse Narkoba. Selama lebih dari satu dekade, almarhum terlibat dalam banyak pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Katingan.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari personel Polsek Katingan Tengah, para pelaku diduga telah mengincar Aipda Yudhi karena banyak jaringan maupun rekan mereka yang sebelumnya berhasil ditangkap oleh almarhum.

“Informasi terakhir yang saya terima, para pelaku memang mengincar beliau karena sudah banyak rekan mereka yang pernah ditangkap oleh almarhum dalam kasus narkoba,” ungkapnya.

Di luar tugas sebagai anggota Polri, Aipda Yudhi juga dikenal aktif membina olahraga basket di Kabupaten Katingan. Selain itu, ia memiliki jiwa wirausaha dengan mengelola usaha keramba ikan dan kebun sawit sebagai penopang ekonomi keluarga.

“Beliau juga seorang wirausahawan. Punya usaha keramba ikan dan kebun sawit. Orangnya pekerja keras dan cukup sukses menjalankan usaha di luar tugasnya sebagai anggota Polri,” tutur Kamalul. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BRIPDA NOPANDRI, Polisi asli Putra Dayak yang Gugur saat Penggrebekan Bandar Narkoba
SATU LAGI POLISI di Katingan Ditemukan Gugur, Korban Penyerangan saat Penggrebekan Pelaku Narkoba
PEMERKOSA Anak Dibawah Umur Diduga Pecandu Narkoba
SEORANG KAKEK Ditemukan Gantung Diri di Mess PT Daya Sakti Banjarmasin
DESAK PLN Maksimalkan Bendungan Tapin dan Energi Surya
KERJA Tak Digaji, Malah Disiksa hingga Trauma
PENGGEREBEKAN NARKOBA, Satu Polisi Gugur dan Dua Lainnya Hilang
KRITIK HASIL RAPAT Komisi III DPRD Kalsel Kompensasi Bukan Solusi, Audit Dana dan Pertanggungjawaban Hukum PLN Harus Diutamakan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:08

BRIPDA NOPANDRI, Polisi asli Putra Dayak yang Gugur saat Penggrebekan Bandar Narkoba

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:55

SATU LAGI POLISI di Katingan Ditemukan Gugur, Korban Penyerangan saat Penggrebekan Pelaku Narkoba

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:37

PEMERKOSA Anak Dibawah Umur Diduga Pecandu Narkoba

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:24

SEORANG KAKEK Ditemukan Gantung Diri di Mess PT Daya Sakti Banjarmasin

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:15

DESAK PLN Maksimalkan Bendungan Tapin dan Energi Surya

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:13

KERJA Tak Digaji, Malah Disiksa hingga Trauma

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:54

PENGGEREBEKAN NARKOBA, Satu Polisi Gugur dan Dua Lainnya Hilang

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:09

KRITIK HASIL RAPAT Komisi III DPRD Kalsel Kompensasi Bukan Solusi, Audit Dana dan Pertanggungjawaban Hukum PLN Harus Diutamakan

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi - Di Paris, ibu kota Prancis, para wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut berusaha melindungi diri dari sinar matahari dengan menggunakan payung akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa (25/6/2026). (Foto: REUTERS/Abdul Saboor)

Internasional

GELOMBANG PANAS Eropa: Hampir 9.000 Orang Tewas

Jumat, 3 Jul 2026 - 23:02

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca