MENTERI ESDM Ajak Semua Pihak Kawal Bersama Subsidi BBM Rp150 Triliun Tiap Tahun

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 23:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) berdialog dengan pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite RON 90 dalam kunjungan kerja di SPBU Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/3/2025). (Foto: ANTARA/Tumpal A Aritonang)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) berdialog dengan pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite RON 90 dalam kunjungan kerja di SPBU Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/3/2025). (Foto: ANTARA/Tumpal A Aritonang)

SuarIndonesia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak semua pihak mengawal bersama agar subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Pertalite RON 90 dan Solar B40 senilai Rp150 triliun setiap tahun tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak dan membutuhkan.

“Teman-teman media, tolong ini dibantu terkait peruntukan BBM subsidi agar tepat sasaran bagi masyarakat. Karena negara telah menggelontorkan senilai Rp150 triliun setiap tahun, tergantung kondisi minyak dunia,” kata Menteri Bahlil dalam kunjungan kerja di SPBU Arkan Duta Migas, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/3/2025).

Ia juga menjelaskan alasan sistem pembelian BBM subsidi bagi mobil menggunakan barcode, yakni untuk memastikan BBM digunakan oleh masyarakat yang tergolong lebih membutuhkan.

“Kalau tidak pakai barcode, sulit pengawasan, BBM subsidi akan disalahgunakan. Kadang mereka yang menyalahgunakan setelah mengisi menggunakan mobil, lalu kembali lagi mengantri berkali-kali hanya untuk melangsir BBM subsidi,” ujar Bahlil.

Setelah itu, lanjutnya, pihak yang melakukan pelanggaran itu menjual BBM bersubsidi kepada industri untuk mendapatkan keuntungan, bahkan mereka kadang tidak ragu-ragu menggunakan tangki agar lebih banyak melangsir BBM subsidi dari SPBU dengan antri berkali-kali.

Oleh karena itu, Menteri ESDM menyampaikan peran penting sistem pembelian BBM subsidi menggunakan barcode agar lebih mudah mengawasi pembeli yang nakal.

Baca Juga :   SATGAS DARAT Kunci Kendalikan Karhutla

Namun demikian, Bahlil juga mengakui regulasi yang ada belum maksimal mengakomodasi kepentingan masyarakat terhadap BBM subsidi, sehingga masih perlu penataan yang lebih baik agar penyaluran tepat sasaran bagi yang membutuhkan.

“Pemerintah sudah menanggung Rp3.000 per liter BBM subsidi, ini harus kita kawal agar yang menerima adalah mereka yang layak dan berhak,” tutur Menteri ESDM dilansir dari AntaraKalsel.

Pada kunjungan kerja di Banjarbaru Provinsi Kalsel ini, Bahlil mengaku tidak ada masalah dengan kualitas BBM di SPBU, semua sesuai dengan ketentuan yang

“Saya kira tidak ada persoalan menjelang Lebaran 2025, saya sudah cek bersama BPH Migas bahwa kualitas BBM aman, masyarakat silakan gunakan untuk perjalanan, utamanya menyambut Idulfitri,” kata Bahlil menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BUKA FAKTA, Kuasa Hukum Sebut MH tak Tahu Ada Investor Lain Kasus Dugaan Penipuan Investasi
KEMERIAHAN DAN MEMBANGGAKAN Lomba FTBI di SDN 1 Sungai Besar Kota Banjarbaru
PERSONEL Pemadam Karhutla Dirotasi untuk Cegah Kelelahan
JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November
MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal
TERKAIT Karhutla, 5 hingga 6 Perusahaan Bakalan Kena Sanksi
SEMBILAN Sarang Narkoba di Sumut Digerebek Bareksrim Polri
PEMDA Diminta Aktif Sukseskan Swasembada Pangan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:43

KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:39

PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 30 September 2026 - 20:38

WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS

Senin, 28 September 2026 - 20:31

ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Jumat, 25 September 2026 - 22:28

23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal

Senin, 21 September 2026 - 19:54

15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca