MENINGKAT Nilai Investasi Triwulan I Pertama di Kalsel Dibanding Tahun Lalu

MENINGKAT Nilai Investasi Triwulan I Pertama di Kalsel Dibanding Tahun Lalu

SuarIndonesia – Nilai investasi triwuan pertama 2021 di Kalsel sebesar Rp1,98 triliun, sedangkan triwulan pertama 2020 berada di angka Rp1,5 triliun. Pada tahun 2021 target investasi di Kalsel dipatok sebesar Rp12 triluan.

“ Alhamdulillah triwulan pertama sudah menunjukkan hal positif,’’ jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalse, Ir. Nafarin, Jumat (7/5/2021).

Nafarin menjelaskan, capaian triwulan pertama meluputi 814 proyek yang bersumber dari 99 penanam modal asing (PMA) dan selebihnya dari penanam modal dalam negeri (PMDN).

Dari segi nilai rupiah investasi pada triwulan pertama PMDN sebesar Rp1,72 triliun dan PMA masih sedikit di angka Rp357,4 miliar. “Artinya jika diprosentase PMDN 89,99 persen dan untuk PMA, 13 persen,” kata dia.

Dia menyampaikan, dari PMDN sektor investasi paling banyak pertambangan dengan realisasi Rp16, 4,5 miliar.

Sedangkan terbanyak kedua, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi di mana realisasinya Rp586, 7 miliar, dan iikuti jasa perdagangan dan reparasi, sekitar Rp145, 3 miliar.

Berdasarkan daerah Nafarin menyebut PMDN paling besar di Kabupaten Tabalong dengan realisasi Rp681, 4 triliun, disusul Banjarmasin Rp463, 5 miliar, dan Tanah Laut Rp159, 5 miliar.

Beralih ke PMA, dia menuturkan, investasi paling banyak dari sektor makanan dengan realisasi sekitar Rp171, 9 miliar dan disusul pertambangan. Sektor pertambangan realisasinya Rp43,1 miliar.

“Terbesar ketiga tanaman pangan dan perkebunan dengan realisasi Rp26, 0 miliar,” tuturnya.

Lanjutnya, jika dilihat dari negara asal, PMA paling banyak pada triwulan pertama 2021 dari British Virgin Island dengan nilai Rp185,9 miliar, disusul Singapura Rp30, 9 miliar, dan Jerman, Rp26, 9 miliar.

Nafarin berharap, tahun ini investasi kembali bergairah walaupun pandemi masih belum usai.

“Semestinya Kdi 2021 ini ditarget 14 triliun total hingga akhir, amun karena pandemi dapat koreksi target hingga Rp 12 triliun,” sebutnya.(RW)

 700 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: