MENEMBUS BELANTARA Buka Pariangan Menuju Kampung Pariwisata

- Penulis

Minggu, 28 Maret 2021 - 17:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Menembus belantara membuka Pariangan menuju kampung pariwisata, ini dilakukan pada TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110.

Kampung Pariangan Desa Batu Bini Kecamatan Padang Batung Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan menyimpan berbagai cagar budaya peninggalan sejarah pada masa penjajah belanda dan jepang.

 

Dengan kondisi geografis yang di dominasi ketinggian dan hutan belantara, daerah ini dijadikan benteng perlawanan rakyat untuk berjuang secara bergerilya menghadapi penjajah.

Latar belakang daerah bersejarah ini, namun kondisi tersebut tidaklah mengubah kampung Pariangan menjadi kampung yang maju.

Bahkan sebaliknya, kampung ini masih tertinggal dan terisolir dibandingkan dengan kampung lainnya.

Kampung yang memiliki luas wilayah 203,93 Km², dengan jumlah penduduk 2,057 jiwa terdiri dari laki-laki 1,047 jiwa perempuan 1,010 jiwa dan penduduk mayoritas suku Banjar berjumlah 2.050 jiwa dan suku Jawa 19 Jiwa, dengan mata pencaharian bekerja sebagai petani.

 

Akses jalan masih setapak sehingga menyulitkan petani membawa hasil panennya untuk dijual di daerah lain.

Hal inilah menjadi dasar dan semangat tersendiri bagi Kodim 1003/Kandangan untuk melaksanakan TMMD ke 110, dengan membuka kampung terisolir menuju kampung pariwisata.

Terlebih dulu dengan cara melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pengembangan potensi wisata desa.

Kemudian, Kodim 1003/Kandangan bekerjasama dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) memberikan materi tentang potensi pariwisata.

Sementara Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah menyampaikan bahwa TMMD ke 110 ini terdapat dua sasaran.

Yaitu sasaran fisik dan sasaran non fisik, untuk sasaran fisik berupa pembuatan dan pengerasan jalan Pariangan-Malilingin sepanjang 1.300 M X 6 M dan pembuatan jembatan gelagar baja 6 M x 6 M.

“Dengan harapan kegiatan TMMD ini nantinya dapat membuka akses jalan, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kampung Pariangan dari keterisolasian dan juga memberikan kemudahan anak-anak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :   KORUPSI PAJAK, Mantan Kades Batalas Dihukum Penjara 4 Tahun dan 6 Bulan


Dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tersebut Kabid Pariwisata Kab. HSS Mohammad Zakir Maulidi, S.H, menjelaskan mengenai potensi wisata.

Dan membuka wawasan warga, potensi yang ada di kampung Pariangan adalah sungai.

Diharapkan masyarakat dapat merubah sungai ini menjadi obyek wisata air yang dapat memberikan daya tarik masyarakat luar dengan mempromosikan melalui media sosial maupun media lainnya.

Dalam kesempatan itu Staf Penrem 101/Antasari Serka Misgianto mengatakan, potensi yang dimiliki kampung Pariangan sangat banyak apabila dapat dikembangkan.

Ini memberikan kesejahteraan dan kemajuan kampung. Seperti katanya, kampung ini terdapat pemandangan alam seperti pegunungan dengan spot keindahan yang alami, adanya aliran sungai yang mempunyai potensi dan daya tarik tersendiri untuk wisata air.

Terdapat juga kebiasaan masyarakat menanam padi gogo di dataran tinggi yang tidak dimiliki oleh masyarakat lain di luar kampung Pariangan, yang pada umumnya masyarakat menanam pada di daerah persawahan.

Dengan program TMMD ini nantinya masyarakat akan lebih mudah dalam memanen dan mengangkut hasil panen karena jalan akan lebih baik.

Selain itu dengan aliran sungai yang cukup baik dapat juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan keramba ataupun pengembangan budidaya ikan dalam ember.

Bila ini benar-benar dikembangkan maka dapat meningkatkan perekonomian sekitar bahkan dapat menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Seseorang dapat beternak lele dan menanam sayuran sekaligus, meskipun di rumahnya tidak memiliki lahan luas.

Ini yang menjadi keuntungan budidaya ikan dalam ember bisa menampung 100 bibit ikan, perawatan lebih mudah sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat,” sebutnya.

Selain pembangunan di daerah, juga sebagai sarana memperat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (ZI)

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca