Suarindonesia – Di luar dugaan, penulis menyangka menelusuri Makam Syekh Abdussamad Al Palembangi atau Al Palimbani atau juga Al Falimbani akan relatif sulit dan menegangkan. Karena dari info awal disebutkan letak Provinsi Pattani berada 200 km dari Songkhla, ibukota Provinsi Haj Yai, posisi terakhir saya ikut tur tiga negara lewat jalan darat Tak hanya itu, dari kabar Pattani juga merupakan daerah bergolak, sebab di penghujung tahun 2018 sejumlah ledakan bom terjadi, namun sekarang nampaknya sudah relatif aman.
Pattani merupakan provinsi dengan mayoritas muslim, yakni sekira 80 persen, kemudian Yala 68,9 persen, Narathiwat dan Satun sama kurang lebih 67,8 persen, sedangkan Songkhla sekarang hanya 30 persen. Seluruh provinsi yang berada di wilayah selatan Thailand tersebut dahulunya masuk wilayah kerajaan Pattani Raya pada abad ke-12, sebelum kerajaan Sukhotai berdiri yang sampai sekarang memerintah.
Total provinsi di Thailand sebanyak 77 provinsi. Sementara hanya tiga provinsi yang menjadi destinasi teratas turis, yakni Bangkok, Chiang Mai dan Haj Yai.

Sementara jumlah kaum muslim di Thailand mencapai 4,6 persen dengan statistik terbaru sekitar 4 juta dari total 65 juta penduduk, dan Islam menjadi agama mayoritas kedua setelah Budha.
Didampingi guide lokal Thailand bernama Sa’ad yang menyediakan mobil Izusu Panter, menurut dia, makam tersebut dari info yang didengarnya berada di antara Kampung Sekom dan Cenak, di kawasan Tiba, Pattani Utara, Thailand.
Saat itu hari Sabtu (9/3/2019)menjelang sore sekira pukul penulis bersama kawan Ganda Sasmita dari Mandiri Ganesha Tour & Travel meski masih dari bagian tur, kami memisahkan diri dengan merental mobil. Ketika hendak memasuki mobil, tiba-tiba sejumlah ibu-ibu dari Banjarmasin, Samarinda dan Berau Kaltim juga menyatakan ikut. Jadilah rombongan berjumlah tujuh orang.
Dari penuturan Sa’ad jarak antara kota Haj Yai dengan lokasi itu hanya sekira 40 km. Kondisi seperti itu bisa ditempuh kurang lebih satu jam melalui jalan yang menghubungkan Provinsi Songkhla dengan Pattani.

Dengan menggunakan GPS, mulai lah perjalanan menuju makam Syekh Abdussamad Al Palembangi. Ternyata kami kelewatan menuju titik tersebut.
Setelah bertanya dua kali dengan penduduk setempat dengan jarak rumah jarang-jarang dan hanya berjumlah tidak sepuluh buah rumah. Ternyata memang benar, menurut penduduk setempat yang beragama Budha, kami sudah melampauinya.
Saat melintas di jalan, salah satu petunjuk ada yang dilihat seorang ibu di rombongan, yakni ada bendera empat negara yang sudah lusuh, yakni Thailand, Indonesia, Malaysia dan Brunei, serta tulisan huruf Arab dan Latin yang menyebutkan Makam Syekh Abdussamad Al Palembangi. Dan itu merupakan petunjuk yang berada di samping jalan masuk tanpa aspal menuju makam.
Alhamdulillah Allah SWT memberikan kemudahan, rasa haru tak bisa dilukiskan. Dan yang lebih membahagiakan lagi, lokasi tersebut diketahui belakangan bernama Chana kawasan perbatasan antara Songkhla dan Pattani di utara, lengkap dengan segala pal batunya. Dan kawasan tersebut masih tidak ketat penjagaan dan pengawasannya terhadap turis asing dan pendatang.

Memasuki jalan tanah dan pasir yang samping kiri-kanannya berupa semak, dan melalui beberapa petunjuk dengan tanda arah panah yang menunjukkan kiri, akhirnya setelah sekitar 500 meter kami menemukan Makam Syekh Abdussamad Al Palembangi yang dikenal sebagai ulama sufi dan tasawuf terkenal, terletak di kebun karet milik petani kebun beragama Budha.
Sebenanya kalau langsung mengambil jalan lurus melewati kebun karet milik orang Budhis, akan lebih pendek lagi. Karena lalu lalang kendaraan bermotor yang berkelebat dari sela-sela ratusan pohon karet masih tampak dari makam.
Syekh Abdussamad Al Palembangi merupakan sahabat Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari saat sama-sama belajar di negeri Arab selama kurang lebih 30 tahun. Banyak kitab yang dikarangnya di antaranya yang terkenal dan masih dipakai di Malaysia, Indonesia, Brunei dan Pattani Thailand, adalah Hidayatus Salikin dan Sirayus Salikin.(rachman agus/bersambung)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















