MENCUAT Dugaan Rekayasa Syarat Guru Besar di ULM, Ini Jumlahnya

- Penulis

Senin, 8 Juli 2024 - 01:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia –  Mencuat kasus dugaan pelanggaran akademik oleh sebelas guru besar di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menuai reaksi dari para pejabat kampus.

Pihak rektorat dikabarkan akan mengambil sejumlah tindakan. Salah satunya mencari tahu siapa pengadu atau whistleblower yang membuat kasus ini terendus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Dan dibentut Tim. Dua akademikus ULM membenarkan rencana rektorat itu.

Pihak rektorat disebut tidak terima dan ingin mencari tahu siapa whistleblower yang melaporkan dugaan pelanggaran akademik itu.

Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie, mengklaim tidak tahu mengenai informasi itu.

“Saya benar-benar tidak tahu. Bahkan saya baru dengar itu sekarang,” kata Iwan, Minggu (7/7).

Iwan mengatakan, dirinya baru selesai cuti Senin 1 Juli lalu. Sebelumnya, ia mengambil cuti tujuh hari.

Selama sepekan ini, ia mengaku tidak mendengar atau membahas hal itu di lingkungan pimpinan rektorat. “Saya cuti tujuh hari, baru masuk Senin lalu.
Karena itu, kalau dibahas pada saat cuti saya tidak tahu,” kata Iwan dikutip Tempo.

Iwan mengatakan, perbincangan justru membahas rencana pembentukan tim pencari fakta untuk mengusut dugaan pelanggaran akademik yang diduga dilakukan 11 guru besar ULM.

Sejauh ini, tim sudah dibentuk dan nama-nama nya sudah diajukan ke pemerintah.  Kasus dugaan pelanggaran akademik oleh sebelas dosen FH ULM bermula dari adanya laporan anonim.

Direktur Sumber Daya Manusia Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Lukman, membenarkan informasi itu.

“Ya kami menerima pengaduan.” Sejak Desember 2023, Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan menurunkan tim untuk memeriksa sebelas guru besar hukum ULM.

Dari informasi ada sebelas dosen diduga merekayasa syarat permohonan guru besar. Rekayasa itu salah satunya dengan mengirimkan artikel ilmiah ke jurnal predator.

Baca Juga :   KANTOR PLN UP3 Banjarmasin "Digeruduk" Massa Aliansi Pemuda

Pada pekan kedua Juni 2024, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersurat kepada Rektor ULM Ahmad Alim Bachri.

Rektor diminta membentuk tim pemeriksaan internal atas kasus ini. Rektorat lantas membentuk tim pencari fakta untuk melakukan investigasi dugaan pelanggaran integritas akademik yang dilakukan belasan guru besar ULM. Nama-nama tim sudah diajukan ke Kemendikbudristek.

“Saya dan beberapa kolega diminta rektor membentuk tim pencari fakta menyusun nama nama tersebut. Nama-nama itu sudah diajukan ke kementerian,” tambah Iwan

Ia mengatakan, tim dipilih dari internal kampus dengan mempertimbangkan sejumlah hal.

Di antaranya, memiliki integritas akademik dan jabatan paling tidak selevel dengan para guru besar itu. “Paling utama berintegritas,” kata Iwan.

Tim pencari fakta akan melakukan klarifikasi untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran integritas akademik.

Dasar klarifikasi itu adalah hasil investigasi tim Kementerian Pendidikan. “Kami juga akan berkoordinasi dengan tim Kementerian,” kata Iwan.

Iwan juga memastikan, tim juga akan melibatkan pihak-pihak yang memiliki keahlian dan juga kompetensi.

Kompetensi itu seperti pihak yang mengetahui seluk beluk proses pembuatan jurnal dan artikel. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEMENHUB DESAK ASURANSI P&I Tunjuk Mitra Lokal Angkat Bangkai KM Virgo Transport 8
BANJIR-LONGSOR Landa Wilayah Perbatasan Entikong, 2 Rumah Roboh
BASARNAS TUTUP OPERASI SAR KM Virgo, 53 Korban Masih Belum Ditemukan
UPDATE KORBAN JATUHNYA Heli Mi-17: 5 Selamat, 2 Meninggal, 1 Masih Dicari
DIRESMIKAN Jembatan Merah Putih di Banjar, Kapolda Kalsel juga Serap Aspirasi Lewat Program “Polisi Bersama Masyarakat”
AJAK WARGA Kumpul Bersama Polsek Banjarmasin Utara Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas
DORONG Titian Jalan dan Wisata Kerbau Rawa, Ketua DPRD Kalsel Serap Aspirasi Warga Paminggir
DPRD Kalsel Bahas Perbaikan Jalan Banua Anam

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:47

TERCATAT 401.586 KASUS Kumulatif Ispa Akibat Karhutla

Rabu, 4 November 2026 - 23:08

BANJIR-LONGSOR Landa Wilayah Perbatasan Entikong, 2 Rumah Roboh

Rabu, 4 November 2026 - 22:05

DIRESMIKAN Jembatan Merah Putih di Banjar, Kapolda Kalsel juga Serap Aspirasi Lewat Program “Polisi Bersama Masyarakat”

Rabu, 4 November 2026 - 21:54

AJAK WARGA Kumpul Bersama Polsek Banjarmasin Utara Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas

Rabu, 4 November 2026 - 20:37

HELIKOPTER Mi-17 Diduga Alami Gangguan Teknis saat Ambil Air

Rabu, 4 November 2026 - 18:50

KAPOLSEK Banjarmasin Timur Ajak Warga Dialog di Bawah Jembatan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

DIHENTIKAN Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Tercatat 53 Orang Belum Ditemukan

Rabu, 4 November 2026 - 18:15

HELIKOPTER TNI Jatuh saat Misi Padamkan Karhutla di Kalteng

Berita Terbaru