SuarIndonesia – Salah satu kasus yang sering kita dengar adalah bullying. Kata bullying berasal dari bahasa Inggris yang berarti penggertak, orang yang menganggu orang yang lemah. Arti kata bully dalam Bahasa Indonesia adalah perundungan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa arti kata bully adalah rundung, sedangkan bullying adalah perundungan. Menurut KBBI edisi ke-5, kata rundung memiliki arti mengganggu, mengusik terus-menerus dan menyusahkan.
Saat ini banyak sekali kasus-kasus pembullyian terutama di sekolah. Banyak sekali anak yang berhenti sekolah hanya karena takut dibully, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena tekanan yang sering menganggu mentalnya.
Adapun pandangan bullying menurut para ahli sebagai berikut: Menurut KenRigby : Bullying adalah penekanan atau penindasan yang berulang-ulang secara psikologis atau fisik terhadap seseorang yang memiliki kekuatan atau kekuasaan yang kurang oleh seseorang atau kelompok orang yang lebih kuat.
Menurut Andrew Mellor : Seorang psikolog dari University Of Freiburg Inggris bullying terjadi ketika seseorang merasa teraniaya oleh tindakan orang lain dan takut bila perilaku buruk tersebut akan terjadi lagi dan merasa tak berdaya untuk mencegahnya.
Menurut Barbara Coloroso : Bullying adalah tindakan bermusuhan yang dilakukan secara sadar dan disengaja yang bertujuan untuk menyakiti, seperti menakuti melalui ancaman agresi dan menimbulkan teror.
Termasuk juga tindakan yang direncana maupun yang spontan bersifat nyata atau hampir tidak terlihat di hadapan seseorang atau di belakang seseorang, mudah untuk didefinisikan atau terselubung di balik persahabatan, dilakukan oleh seseorang anak atau sekelompok orang.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa bullying berarti penindasan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menganiaya orang lain yang lebih lemah secara sadar dan disengaja yang bertujuan untuk menyakiti dan menakuti melalui ancaman agresi dan menimbulkan teror.
Pada dasarnya bullying dibagi menjadi beberapa jenis antara lain:
Bullying Fisik, jenis ini sering kali kita temui, terutama di lingkungan sekolah.
Biasanya pelaku bullying akan melakukan kekerasan fisik, seperti mendorong, menendang, memukul, dan lainnya yang berkaitan dengan fisik.
Efek samping dari pembullyan ini, korban akan memiliki bekas kekerasan yang dilakukan oleh pelaku bullying, serta korban bullying akan dengan mudah melaporkan pelaku bullying karena terdapat bekas luka pada korban bullying.
Prejudicial Bullying, merupakan pembullyian terhadap ras dan golongan tertentu biasanya pelaku menirukan gaya bicara korbannya dan menirukan kebiasaan sukunya.
Financial Bullying, merupakan jenis bullying yang memaksa korban untuk mengeluarkan uang atau benda berharga miliknya.
Cyber Bullying, Bullying jenis ini biasanya dilakukan di media sosial seperti internet di mana pelaku berkomentar negatif pada postingan korban dan menyebarkan video hoax mengenai korban.
Verbal Bullying, jenis ini sering kali kita dengar atau bahkan kita juga pernah melakukannya. Bullying ini biasanya dilakukan dengan mengolok-olok nama panggilan mengancam atau menakut-nakuti si korban.
Berdasarkan jenis bullying di atas kira-kira jenis bullying yang mana nih yang pernah kalian lakukan?.
Jika tidak ada, pertahankan yah, dan jika kalian pernah melakukannya, jangan diulangi lagi karena bullying itu dapat menyakiti atau mempermalukan orang lain.
Kita perlu mengetahui contoh-contoh bullying berdasarkan jenis-jenis bullying di atas, baik bullying fisik maupun bullying verbal. Berikut ini contoh bullying berdasarkan jenis-jenis bullying:
Selain contoh-contoh di atas, masih banyak lagi contoh bullying lainnya seperti sexual bullying dan sebagainya.
Menurut saya, bullying merupakan tindakan yang sangat buruk karena bullying dapat merugikan orang lain bahkan dapat merugikan diri kita sendiri.
Bullying juga dapat melemahkan mental seseorang bahkan dapat mempermalukan dan menyakiti seseorang. Terkadang kita sering mengejek teman atau mengolok teman sebab kita menganggapnya sebagai hal yang biasa.
Padahal tanpa disadari tindakan tersebut juga termasuk bullying. Kita juga sering menggunakan media sosial untuk melakukan tindakan bullying seperti mencaci-maki postingan orang atau menyebarkan video/berita hoax.
Ada beberapa faktor seseorang bisa mudah dibully seperti: kemampuan adaptasi/bergaul yang buruk, pemenuhan ekspektasi diri yang kurang, merasa diri rendah dan adanya pemenuhan kebutuhan yang tidak terpuaskan di aspek lain dalam kehidupannya.
Perilaku bully tersebut menimbulkan banyak efek negatif misalnya: mengalami gangguan mental, seperti depresi, rendah diri, cemas, sulit tidur nyenyak, ingin menyakiti diri sendiri, bahkan memiliki niat untuk bunuh diri, serta menjadi pengguna obat-obatan terlarang dan takut atau malas pergi ke sekolah.
Pengaruh bullying yang kian masif tersebut mengisyaratkan bahwa bullying merupakan tindakan yang harus segera dicegah dengan cepat karena jika tidak segera dicegah dapat menyebabkan banyak sekali efek negatif lainnya.
Cara untuk mencegah bullying adalah pertama, optimalisasi peran orang tua atau wali. Orang tua/wali harus mempelajari karakter anak agar dapat mengantisipasi berbagai potensi intimidasi dan tindakan bullying menimpa anaknya.
Orang tua/wali juga harus menjalin komunikasi dan perhatian yang besar dengan anak. Tujuannya agar anak merasa nyaman ketika bercerita kepada orang tua/wali ketika mengalami intimidasi di sekolah.
Selain itu, peran orang tua mesti diperkuat. Adapun peran orang tua dalam mendidik anak agar tidak terjerumus bullying yaitu: seringkali anak yang dibully takut jika menceritakan kepada kedua orang tuanya dia juga tidak ingin jika kedua orang tuanya ikut campur.
Alasannya, karena para korban bullying takut jika dicap “anak manja” oleh pelaku bullying.
Karena itu, orang tua mesti benar-benar mempertimbangkan saat yang tepat ketika memutuskan untuk ikut campur menyelesaikan masalah si anak.
Ada beberapa indikator orang tua ikut campur, yaitu: bila masalah si anak tak kunjung terselesaikan, kasus bullying terjadi berulang kali, kasus bullying berupa pemerasan, yang memeras uang dalam jumlah besar, prestasi belajar anak dapat terganggu.
Jika orang tua ikut campur dalam masalah tersebut, orang tua harus berbicara dengan pihak tertentu agar dapat menyelesaikan masalahnya.
Jangan pernah biarkan/ajarkan anak lari dari masalah. Di samping peran orang tua, peran sekolah sangat penting. Dalam penanganan bagi pihak sekolah sepatutnya seluruh elemen sekolah termasuk para guru harus saling bekerja sama.
Para guru dapat diminta bantuan untuk mengamati bila ada perubahan fisik atau emosi dari anak murid mereka, seperti terlihat ketakutan atau babak belur. Para guru juga harus memperhatikan interaksi yang berbeda yang ditunjukkan anak di sekolah maupun di rumah dan berupaya membina kedekatan dengan teman-teman sebaya agar terciptanya hidup rukun dan tidak ada niatan untuk membully.
Selain intervensi orang tua dan guru, keyakinan diri anak pun perlu ditumbuhkan secara maksimal. Artinya, anak memiliki keyakinan yang positif akan dirinya serta sesamanya.
Keyakinan diri ini akan memberinya pandangan baik terhadap sesama. Sesama tidak lagi dijadikan objek yang perlu diolok, disakiti atau dipersekusi tetapi justru dilihat sebagai subjek yang bermartabat.
Di sisi lain keyakinan akan diri sendiri pun akan memberikan semangat yang kokoh dalam menata diri untuk semaki baik. Pandangan positif akan diri didukung dengan apresiasi diri (self reward).
Semakin sering seseorang mengapresiasi dirinya maka energi positif semakin mengakar dalam dirinya. Dampaknya kepribadian seseorang semakin baik.( **/Wumandari -X MIA)_
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















