MASYARAKAT Adat Punan Batu Benau Minta Perambah Hutan Ditindak Tegas

- Penulis

Kamis, 6 Februari 2025 - 19:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto Ilustrasi - Sejumlah warga Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benau di Desa Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan saat dihadirkan Pemkab Bulungan untuk mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kebun Raya BUndayati, Tanjung Selor, Bulungan 2024 lalu. (ANTARA/Muhammad Arfan)

Foto Ilustrasi - Sejumlah warga Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benau di Desa Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan saat dihadirkan Pemkab Bulungan untuk mengikuti peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kebun Raya BUndayati, Tanjung Selor, Bulungan 2024 lalu. (ANTARA/Muhammad Arfan)

SuarIndonesia — Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benau di Desa Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan, Kalimantan Utara, menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya aktivitas perambahan hutan di wilayah mereka.

Mereka telah melayangkan surat kepada Pos Pengaduan Gakkum LHK Kaltara, mendesak agar tindakan tegas segera diambil untuk menghentikan kerusakan lingkungan yang semakin parah.

Sasut, perwakilan MHA Punan Batu Benau, mengungkapkan bahwa perambahan hutan di wilayah yang telah diusulkan oleh Pemerintah Daerah Bulungan kepada Kementerian ESDM sebagai kawasan geopark ini telah terjadi berulang kali.

“Wilayah ini sedang dalam proses pengusulan sebagai kawasan geopark ke Kementerian ESDM,” ujar Sasut, di Kalimantan Utara, Kamis (6/2/2025).

Sasut menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga telah membentuk tim penyusunan dokumen kawasan geopark Punan Batu Benau.

Namun, upaya ini seolah sia-sia karena aktivitas perambahan hutan terus berlangsung, bahkan di kawasan sarang burung Gunung Batu Benau yang telah dikuasai oleh ahli waris secara turun-temurun.

“Di kawasan ini, perambahan hutan dilakukan dengan menggunakan alat berat, dan terjadi jual beli lahan kepada pihak luar,” tutur Sasut dilansir dari AntaraNews.

MHA Punan Batu Benau merasa sangat kesulitan untuk menjaga dan menyelamatkan lingkungan hutan yang merupakan tempat tinggal dan sumber penghidupan mereka.

Mereka berharap agar tindakan tegas segera dilakukan terhadap aktivitas perambahan hutan di lahan seluas 18.000 hektare tersebut.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025, setiap orang yang melakukan perambahan hutan dapat dikenakan sanksi berupa denda hingga pidana. MHA Punan Batu Benau berharap agar peraturan ini ditegakkan demi kelestarian lingkungan hidup di wilayah mereka.

Baca Juga :   PERBATASAN Kalteng-Kalbar Diperketat Cegah Masuk Narkoba

Sebelumnya, pada Juni 2024 Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benau berhasil meraih penghargaan Kalpataru 2024 kategori Penyelamat Lingkungan, dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI. Penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri LHK Nomor 574 Tahun 2024.

Keberhasilan ini merupakan hasil dedikasi dan komitmen masyarakat adat Punan Batu Benau Sajau menjaga dan melestarikan hutan adat mereka di hulu Sungai Sajau dan Gunung Benau. Upaya pelestarian ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Bulungan.

Suku Punan Batu Benau adalah komunitas kecil yang secara administrasi berada di RT 11 Desa Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Mereka hidup di sepanjang tepian hulu Sungai Sajau dan hutan di sekeliling Gunung Benau.

Lokasi hunian utama mereka berada di liang-liang goa yang tersebar di kawasan hutan Gunung Benau. Pada 2023 jumlah anggota suku ini sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) dengan 106 jiwa.

Mereka hidup berpindah dari satu ceruk gua ke ceruk lainnya. Suku ini bertahan hidup dengan mengandalkan sumber daya alam. Mereka berburu dan mengumpulkan ubi hutan dan buah-buahan, serta meramu tanaman obat, dan memanen madu liar.

Orang-orang Punan Batu diperkirakan setidaknya telah ada sejak 7.500 tahun yang lalu dan disebut sebagai saksi hidup sejarah dan budaya Kalimantan kuno. Mereka juga suku pemburu-peramu terakhir di Kalimantan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PELAKU PENCURI Terkepung di Dalam Rumah dan Diamuk Warga Kawasan Pramuka Banjarmasin
KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi
DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China
KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara
DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi
AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga
LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA
PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:32

KEMENHUT Tahan Tersangka Penyelundup 3 Ton Sisik Trenggiling

Senin, 25 Mei 2026 - 22:27

BGN Tangguhkan 1.152 SPPG Wujud tak Ada Kompromi untuk Standar MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:22

JEMAAH Diimbau Siapkan Stamina Hadapi Rute Mina ke Jamarat

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:03

SEMBILAN WNI Korban Penahanan Israel Kembali ke Tanah Air

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:56

PRESTASI GEMILANG ! Personel Karate Polda Kalsel Sabet Juara di Ajang Nasional Piala Rektor Udinus II 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:47

MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terbaru

Kalsel

IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:54

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca