MASIH TERTUNGGAK 35 Persen dari Nilai Rp 20 M Insetif Nakes di 3 RS Milik Pemprov Kalsel

Bagikan :
MASIH TERTUNGGAK 35 Persen dari Nilai Rp 20 M Insetif Nakes di 3 RS Milik Pemprov Kalsel

Suarindonesia -Hingga kini masih tersisa 35 persen tunggakan insetif Nakes (tenaga kesehatan di 3 Rumah Sakit (RS) milik Pemprov Kalsel.

Pemprov Kalsel memastikan selesaikan tunggakan insentif nakes yang menangani Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, RS Ansari Saleh dan RSĀ  Sambang Lihum.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, HM. Muslim, menyatakan insentif nakes untuk bulan Juli, Agustus, September 2021 cukup besar mencapai kurang lebih Rp 20 miliar.

Menurutnya, pada 2021 lalu sudah terbayarkan kurang lebih 65 persen, sisanya sedang diproses dibayar pada tahun ini.

“Saat ini sedang proses pembayaran untuk 3 bulan saat covid tinggi-tingginya.

Selain itu, kami juga meminta perhitungan insentif bulan Oktober, November, dan Desember 2021,” kata Muslim, Senin (7/2/2022).

Dikatakan Muslim, sebelumnya sudah dibayarkan dibayarkan 2 kali menggunakan pagu teratas.

Ia menyebut pemprov memilih membayar insentif dengan pagu teratas, meskipun diperbolehkan membayar sesuai kemampuan.

“Besaran pembayaran untuk insentif spesialis kurang lebih Rp 15 juta,” bebernya.

Dari 3 rumah sakit ini sebutnya, , insentif terbesar berada di RSUD Ulin. Pembayaran insentif nakes tergantung jumlah pasien yang ditangani.

Di luar bulan Juli, Agustus, September jumlah pembayaran kecil, karena jumlah pasien yang ditangani juga sedikit.

“Besaran pembayaran bergantung jumlah pasien yang ditangani,” katanya.

Dikatakan, alokasi anggaran insentif nakes masuk dalam biaya tak terduga (BTT) dan bukan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Dinkes Kalsel. Ia memastikan anggaran BTT lebib flexibel berdasarkan kebutuhan.

Muslim menjamin pemprov akan membayar sisa tunggakan insentif. Saat ini sedang berproses verifikasi Bakeuda dan telaah Inspektorat Daerah.

“Sehari dua hari ini kemungkinan ada transfer. Nanti transfernya langsung ke rekening nakes bersangkutan. Intinya setiap ada permintaan dari rumah sakit pasti kita proses untuk dibayarkan,” tuturnya.(RW)

 406 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.