SuarIndonesia — Kota Banjarmasin kembali berstatus Level 3 untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Hal itu jelas terpampang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2022 yang diterbitkan pada Senin (28/02).
Alhasil, mantan Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini kembali harus menjalani segala peraturan yang tercantum untuk wilayah yang PPKM nya berada di Level 3.
Sebelumnya, Kota Banjarmasin sendiri telah berada di PPKM level 3 sejak tanggal 15 s/d 28 Februari 2022 lalu.
Kini, level tiga itu kembali diperpanjang. Terhitung mulai tanggal 1 s/d 14 Maret 2022 mendatang.
Saat dikonfirmasi, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina membenarkan bahwa Kota Banjarmasin memang berstatus Level 3.
“Sesuai arahan Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, kita diminta tetap disiplin prokes dan vaksinasi Covid-19,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media di Balai Kota, Selasa (1/3/2022).
Baca Juga :
Ibnu mengaku, bisa memahami Kota Banjarmasin masih berada di level 3. Hal itu dikarenakan capaian vaksinasi dengan sasaran lanjut usia (lansia), booster dan anak masih berada dibawah target 60 persen.
Benar saja, jika melihat data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) KotaBanjarmasin, capaian vaksinasi lansia di kota berjuluk seribu sungai ini masih di angka 51,92 persen.
Kemudian capaian vaksinasi booster di angka 6,62 persen dan vaksinasi anak di angka 25,66 persen.
“Karena itu kita harus kejar lagi target vaksinasinya. Sambil juga tetap berusaha memperbaiki data. Informasinya sudah didisposisi oleh Dirjen untuk ditindaklanjuti. Tapi kami belum dapat update terakhir. Apakah sanding data itu bisa mempengaruhi data base yang ada di KPC-PEN,” ungkapnya.
Bukan tanpa alasan, hal tersebut dikarenakan jika ada perubahan di data yang diperbaiki. Maka juga akan berdampak pada capaian vaksinasi.
“Kalau data di KPC-PEN itu berubah, berarti capaian vaksinasi kita sudah berada di atas 60 persen. Tapi kami ucapkan terima kasih kepada TNI-Polri dan pihak-pihak terkait, dalam upaya penegakan hukum Perwali 68,” paparnya.
“Tapi cukup tinggi sebenarnya vaksinasi setiap hari itu. Bisa sampai 2.000 orang per hari. Sumbangan terbesar dari TNI-POLRI. Karena memang ada target vaksin ekspired untuk dimaksimalkan,” tambah Ibnu.
Kendati demikian, Ibnu membeberkan, bahwa kasus aktif Covid-19 di Banjarmasin saat ini sudah jauh menurun dibandingkan beberapa minggu yang lalu, yakni hanya tercatat sebanyak 1.051 kasus.
Sedangkan, pasien yang dirawat di RS berjumlah 63 orang.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















