Limbah Medis RSUD Ulin 300-400 Kg Sehari, Insenarator Membakarnya

- Penulis

Sabtu, 15 Desember 2018 - 18:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Setiap hari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin menghasilkan limbah medis kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) sebanyak 300- 400 kilogram. Limbah medis sebanyak itu dibakar menggunakan insenarator milik RSUD Ulin sendiri.

Selama dua tahun terakhir ini RSUD Ulin menolak membakar limbah medis pihak luar, seperti kerjasama dengan puskesmas-puskesmas. “Kami memang sudah dua tahun tak melakukan kerjasama limbah medis dengan puskesmas-puskesmas. Karena setiap hari saja kami harus membakar limbah medis sebelum pukul 12.00 WITA, kadang-kadang mencapai 400 kg,’’ ungkap Direktur Utama RSUD Ulin, Suciati kepada awak media, Sabtu (15/12) siang.

Pada jumpa pers, Suciati mengatakan semua limbah medis ini dimasukkan ke insenerator atau alat penghancur limbah mediq dengan dibakar. Saat ini RSUD Ulin punya dua unit alat pengolah limbah, di mana harga alat pengolah limbah ini mencapai Rp5 miliar per unitnya.

“Limbah medis yang sudah dimasukkan ke insenerator setiap 3 bulan sekali dikirim ke Kota Bogor Jawa Barat. Karena perlakuan limbah medis B3 itu harus khusus, tak bisa sembarangan,” kata Suciati.

Dikatakan, limbah medis yang dihasilkan, merupakan limbah padat dan cair dengan beragam jenis, seperti jarum suntik dan obat-obatan. Bahkan, masyarakat perlu tahu ihwal pengelolaan limbah medis di RSUD Ulin. “Kalau pengelolaannya tidak benar, bisa menyebabkan penyakit serius lain,” jelasnya.

Khusus ubit insenarator yang disiapkan memiliki kapasitas daya tampung hingga enam kubik per satu kali operasi dengan waktu sekitar tiga jam beroperasi.

Pemusnahan limbah medis, kata dia, tidak bisa sembarangan seperti membakar sampah biasa.

“Seiring perkembangan jumlah pasien di RSUD Ulin Banjarmasin alat insenerator bisa jadi harus ditambah. Hal itu mengantisipasi jika adanya kerusakan. Tapi sementara ini dua buah insenerator masih mampu menampung limbah medis,” kata Suciati.

Baca Juga :   PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin

Mengacu Pasal 104 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, limbah medis tidak diperkenankan dibuang pada sembarang tempat. Pelanggaran terhadap limbah medis disanksi pidana tiga tahun dan denda hingga Rp3 miliar.

Limbah medis B3 hanya boleh dikelola oleh lembaga berizin. Sebab, kandungan limbah medis sangat berbahaya bagi kesehatan.

Ada beberapa jenis limbah yang masuk ke dalam kategori limbah medis, seperti limbah benda tajam adalah materi padat yang memiliki sudut kurang dari 90 derajat, dapat menyebabkan luka iris atau tusuk. Misalnya: jarum suntik, kaca sediaan (preparat glass), infus set, ampul/vial obat.

Limbah infeksius. Limbah jenis ini diduga mengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dalam jumlah yang cukup untuk menyebabkan penyakit pada inang yang rentan. Misalnya: limbah hasil operasi atau otopsi dari pasien yang menderita penyakit menular, limbah pasien yang menderita penyakit menular dari bagian isolasi, alat atau materi lain yang tersentuh orang sakit.

Kemudian limbah patologis yang berasal dari jaringan tubuh manusia. Misalnya: organ tubuh, janin, darah, muntahan, urin, dan cairan tubuh yang lain.

Limbah farmasi yang mengandung bahan-bahan farmasi. Misalnya: mencakup produk farmasi, obat, vaksin, serum yang sudah kedaluarsa, tumpahan obat. Termasuk juga sarung tangan, masker. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:40

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:06

PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:59

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:19

KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:04

SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Berita Terbaru

Suasana penyaluran bantuan Presiden kepada warga terdampak asap karhutla di Kuala Kurun, Selasa (27/10/2026). (Foto: Antara/Chandra)

Kalteng

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:49

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Foto: Istimewa)

Nasional

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:44

Foto ilustrasi yang menggambarkan suasana persiapan penyaluran BSU 2027 di lingkungan kementerian. (Foto: SI/UT/Gemini.Ai)

Ekonomi

PENYALURAN BSU 2027 Masih Disiapkan

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:37

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca