SuarIndonesia – Menyusul menikatkanya kasus penyakit yang disebabkan kencing tikus (Leptospirosis) di Kalimantan Selatan (Kalsel), ini langkah dan kesiapsigaan dari Dinas Kesehatan (Dinkes).
Anhar Ihwan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kalsel menyebut pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran (SE) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota.
Dalam SE tersebut menyatakan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus.
Selain itu juga meningkatkan surveilans mendeksi lebih dini.
Sehingga bisa mengetehui lebih awal dan menghindarkan tingkat resiko yang lebih tinggi.
Kedua masih dalam SE tersebut menghimbau kabupaten kota melengkapi faskes.
Baik itu logistic, alat tes Kesehatan, rapid tes, obat-obatan, dan kesiapsiagaan petugas.
“Ketiga menyediakan media komunikasi informasi dan edukasi agar masyarakat mengetahui dan bisa menghindarka resiko infeksi tadi.
Keempat melakukan promosi kegiatan upaya kewaspadaan.
Berupa imbauan perilaku hidup bersih (PHBS).
Jangan sampai setelah berada di luar datang ke rumah langsung makan tanpa mencuci tangan dengan bersih,” tutupnya
Diketahui, pada tahun 2024 hanya satu kasus yang ditemukan.
Sementara pada tahun ini hingga bulan Juni kasusnya sudah empat orang terinfeksi.
Bahkan satu orang asal Balangan meninggal dunia.
Selebihnya sembuh setelah penanganan. Penyakit kencing tikus menular dari hewan ke manusia.
Berasal dari kencing tikus yang menempel di media tertentu seperti bekas makanan, tanah, dan lainnya.
Infeksi kepada manusia bersumber dari kencing tikus, misal di air atau tanah atau bahkan di makan.
Lalu terkena luka atau lecet kulit manusia maka bisa terinfeksi. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















