‘Kota Mati’, Wuhan, Disebabkan Virus Corona

- Penulis

Sabtu, 25 Januari 2020 - 08:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karantina Wuhan menyebabkan kota sibuk ini kini lumpuh. (Foto: iStock)

SuarIndonesia – China dan berbagai negara di dunia selama seminggu terakhir telah melakukan berbagai upaya guna menangkal penyebaran virus corona. Wuhan yang telah terindikasi menjadi asal virus itu pun terpaksa harus dikarantina. Akses menuju dan keluar dari Wuhan telah dilarang oleh pemerintah.

Wuhan mungkin tak setenar Beijing atau Shanghai tetapi kota ini punya posisi strategis bagi perekonomian China. Ibu kota Provinsi Hubei ini merupakan kota terbesar ke-7 di China dengan jumlah penduduk mencapai 11 juta jiwa dan menjadi tempat berkumpulnya pebisnis dari berbagai negara.

Menurut catatan BBC, sebanyak 230 dari 500 perusahaan terbesar di dunia berinvestasi di sana. Kota ini juga disebut sebagai “dasar dari manufaktur hi-tech dan manufaktur tradisional”.

Menurut UNESCO, Wuhan memiliki keahlian dalam pembuatan jembatan, teknik kereta api berkecepatan tinggi, perencanaan kota yang tangguh dan industri teknologi yang tinggi.

Selain itu, Wuhan juga menjadi tempat berkembangnya seni desain. Kota ini tercatat pernah menjadi tuan rumah berbagai acara kesenian seperti Expo Media, Animasi, dan Game Baru, Pameran Taman Internasional ke-10, serta membangun platform kerja sama dengan berbakar pakar dan profesional dari China, Jepang, dan Korea Selatan.

Pendidikan di kota ini juga terbilang maju. Sebanyak 52 institusi pendidikan tinggi yang menampung lebih dari 700 ribu mahasiswa berdiri di sana. Dengan capaian tersebut, Wuhan menjadi kota dengan jumlah mahasiswa terbanyak di China.

Wuhan yang terletak di sepanjang Sungai Yangtze ini juga ramai dikunjungi orang dari berbagai negara. Pada zaman dahulu, Wuhan terkenal akan pelabuhan teh-nya dan menjadi bagian penting dalam Jalur Teh (Tea Road).

Masuk di era modern, Wuhan juga jadi tempat lalu lalang masyarakat dunia. Pada tahun 2016 misalnya, Bandara Internasional Wuhan menangani 20 juta penumpang dengan rute penerbangan langsung ke London, Paris, Dubai, dan berbagai kota lainnya di dunia.

Dengan tingkat mobilitas manusia yang tinggi inilah, virus corona akhirnya juga cepat menyebar ke berbagai negara. Orang Amerika Serikat (AS) dan dua orang Jepang yang terjangkit corona diketahui baru mengunjungi Wuhan. Sementara itu, pasien asal Korea Selatan justru tinggal di Wuhan. Di sisi lain, pasien asal Thailand terjangkit virus corona saat ia sedang berwisata di Wuhan.

Baca Juga :   RESMI DILANTIK Kapolda Kalsel Tiga Pejabat Utama, Termasuk Kapolresta Banjarmasin
Pasar Huanan diduga jadi awal penyebaran virus corona. (Foto: Istimewa)

Wuhan juga terkenal akan pasar daging dan seafood yang ramai dikunjungi masyarakat di sana. Tragisnya, Pasar Seafood Huanan yang terletak di tengah Kota Wuhan itu diduga menjadi asal mula penyebaran virus ini.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di China, Gao Fu mengatakan,”virus corona yang menyebar dipercaya berasal dari hewan liar yang ada di Pasar Huanan”.

Pasar ini dilaporkan Channel News Asia telah ditutup sejak 21 Januari lalu. Pasar Huanan sendiri menjual berbagai panganan yang tak biasa seperti daging musang, buaya, salamander, ular, tikus, sampai unta. Walaupun sebelumnya pemerintah telah melarang jual-beli daging satwa liar, permintaan pasar yang tinggi menyebabkan pasar itu masih terus beroperasi sampai akhirnya muncul virus corona tersebut.

Kondisi terkini, Kota Wuhan digambarkan bagai ‘kota mati’. Seorang warga Jepang, Minoru Okada yang tiba dari Wuhan ke Bandara Narita, Tokyo bercerita suasana di sana.

“Semua toko-toko tutup sejak kemarin dan tidak seorangpun berada di jalan. Semua orang mengenakan masker,” ujarnya.

“Bus dan kereta bawah tanah berhenti beroperasi,” lanjut Minoru.

Sementara itu, warga Wuhan juga mengeluh tidak bisa beraktivitas dengan normal akibat karantina yang dilakukan.

“Kami tidak lagi ke luar rumah,” kata seorang pengguna asal Wuhan lewat platform media sosial Weibo. “Kami membutuhkan makanan dan desinfektan,” imbuhnya lagi.

“Kami harap semua orang bisa mengerti bahwa kami merasa ini sudah seperti kiamat,” tulis yang lain.

Hingga kini, belum diketahui sampai kapan karantina akan diberlakukan. Wuhan si kota metropolitan itupun untuk sementara lumpuh sampai penyebaran virus corona dapat teratasi.(detik.com/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
TERJEBAK Diperkebunan Sawit, Mama Lifa dan Lifa Diselamatkan
SATU Lagi korban meninggal KM Virgo Transport 8 Ditemukan
DUKA CITA Penyerahan Jenazah Korban KM Virgo pada Pihak Keluarga, Jasa Raharja Pastikan Pemenuhan Hak Santunan
KEBAKARAN di Cempaka XI Banjarmasin Tengah Diduga Usur Kesengajaan, Seorang Diamankan Polisi
TERIDENTIFIKASI Tiga Jenazah Korban KM Virgo, Adalah Pasutri dan Sang Paman
RADIKALISME di Medsos Incar Anak Muda, FKPT Kalsel Perkuat Pencegahan Dini

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:18

KPK: Pengadaan dan Mutasi Jabatan di Daerah Rawan Korupsi

Jumat, 18 September 2026 - 20:43

258 KABUPATEN/KOTA Sudah Terapkan Perlinsos Digital

Jumat, 18 September 2026 - 20:31

KAPAL Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta

Jumat, 18 September 2026 - 14:49

DITETAPKAN Lima Tersangka Karhutla dan 10 Korporasi dalam Penyidikan Polda Kalsel

Kamis, 17 September 2026 - 21:10

KASUS KORUPSI ATR/BPN: KPK Geledah Ruangan 3 Dirjen dan Sita Dokumen

Kamis, 17 September 2026 - 20:56

KESEHATAN Mental Nakes Salah Satu Penentu Keselamatan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 20:19

KAPOLRI Diperintahkan “All Out” Cek Unsur Pidana Pelaku Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 18:52

PEMILIK KM Virgo Transport 8 “Angkat Bicara” Terkait Musibah di Laut Jawa

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi garis polisi. (Foto: Getty Images/Ole Schwander)

Hukum

BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:50

Foto Ilustrasi, Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, (Foto: Prokalteng)

Kalteng

14 JADWAL Penerbangan Terdampak Kabut Asap

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:39

Grand Prix Austria 2026 menandai kemenangan perdana bagi Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing). Membayar lunas blunder yang dilakukannya saat balapan Sprint, sang pembalap bernomor #37 berperforma mengesankan untuk mengklaim podium tertinggi MotoGP. Ia mengalahkan duet Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. (Foto: MotoGP.com)

Internasional

RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:24

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca