SuarIndonesia – Para korban yang terdampak banjir Desa Teluk Selong Hulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar ditemui Gubernur Kalsel, H. Muhidin didampingi Plh. Sekdaprov Kalsel, Plh. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin dan sejumlah pejabat lainnya, Senin (27/1/2025).
Sebanyak 13 desa di Kecamatan Martapura Barat terdampak, dengan sedikitnya 1.370 rumah terendam. Para warga berharapkan tak sekedar bantuan, tapi kedepannya minta perbaiki infrastruktur, karena hampir tiap tahun desa mereka dilanda banjir, dan ini terpaerah.
Rombongan sSelain memberikan bantuan sembako, layanan kesehatan gratis dan layanan psikologi bagi anak-anak terdampak banjir.
Ini merupakan bagian dari bantuan Kementerian Sosial RI. Bahkan, gubernur meluangkan waktu berinteraksi dengan warga.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dengan kedatangan Pak Gubernur,” ujar Naziroh, seorang warga paruh baya Desa Teluk Selong Hulu. “Beliau tidak hanya memberi bantuan, tapi juga ikut merasakan apa yang kami alami,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, tersedia pula dapur umum yang siap memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.
“Kita bersyukur mendapat perhatian dari pejabat di daerah ini, dan kami memohon nantinya perhatikan pu;a kondisi desa yang memang termasuk di sini dataran rendah,” sambung Amat.
Sementara Gubernur mengatakan, meskipun bencana banjir tahun ini tidak separah banjir besar yang terjadi pada tahun 2021, namun Pemerintah Provinsi Kalsel tetap memberikan perhatian serius atas musibah ini.
“Langkah penanganan dilakukan atas permintaan dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, khususnya Bupati Banjar.
Banjir ini tetap memerlukan perhatian kita semua. Pemerintah Provinsi Kalsel akan terus mendukung penanganan bencana ini sesuai kebutuhan dan koordinasi dengan pihak kabupaten,” ujar Gubernur.
Ia memastikan bantuan yang diberikan kepada 500 Kepala Keluarga terdampak banjir tepat sasaran.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi sulit seperti sekarang,” ujarnya sembari smenyerahkan bantuan.
Selain bantuan sembako, Dinas Sosial Provisi Kalsel juga memberikan tambahan bantuan berupa makanan bayi dan kebutuhan ibu hamil. Sementara Dinas Kesehatan menyediakan perlengkapan sanitasi.
Sementara itu, Bupati Banjar melalui Sekretaris Daerah, HM Hilman, mengucapkan terimakasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Kalsel, yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.
Hilman menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi selama tiga minggu terakhir mengakibatkan terjadinya banjir yang cukup parah di Kecamatan Martapura Barat.
“Banjir yang terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi dalam tiga minggu terakhir ini telah menyebabkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat.
Sebanyak 13 desa di Kecamatan Martapura Barat terdampak, dengan sedikitnya 1.370 rumah terendam. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 cm,” jelas Hilman.
Sekda Banjar menambahkan bahwa selain masalah utama berupa kerusakan fisik pada rumah dan fasilitas umum, banjir juga menyebabkan banyak kesulitan bagi masyarakat, baik dari segi fisik maupun psikologis.
Banyak warga yang harus mengungsi karena rumah mereka terendam air, sementara sebagian lainnya harus menghadapi gangguan kesehatan akibat tercemarnya air banjir.
Lain tempat sebelumnya Selain, gubernur juga telah meninjau dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.
Dari Desa Bangkit Jaya, H. Muhidin beserta rombongan dengan menggunakan perahu boad karet yang disediakan BPPD Kalsel dan Batola menyelusuri sungai Mandastana menuju rumah warga di Desa Pantai Hambawang yang berjarak sekitar 2-3 Km.
Sebelumnya. Plh Sekdaprov juga telah menyerahkan bantuan sekaligus peninjauan lokasi bencana banjir di Desa Kali Besar, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut pada Minggu (26/1/2025) . (AP/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















