KONSOLIDASI Perusahaan Sawit Tekan Karhutla Kaltim

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 20:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq (kanan) didampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas'ud (kiri) saat diwawancara media usai konsolidasi dengan GAPKI di Kota Balikpapan, Jumat (4/7/2025). (ANTARA/Aditya Nugroho)

Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq (kanan) didampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas'ud (kiri) saat diwawancara media usai konsolidasi dengan GAPKI di Kota Balikpapan, Jumat (4/7/2025). (ANTARA/Aditya Nugroho)

SuarIndonesia — Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menekankan konsolidasi perusahaan kelapa sawit melalui asosiasi seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) sebagai langkah strategis memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim)

“Kami apresiasi keberadaan Gapki, karena mempermudah konsolidasi program dan kebijakan,” kata Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq saat konsolidasi kesiapsiagaan dan pengendalian kebakaran lahan bersama Gapki di Balikpapan, Kaltim, Jumat (4/7/2025).

Ia mengatakan asosiasi seperti Gapki sangat dibutuhkan untuk menciptakan pengelolaan perkebunan sawit yang terorganisasi, terutama dalam kesiapan menghadapi musim kemarau dan potensi bencana lingkungan.

Kementerian LH tengah merancang sistem penilaian terhadap perusahaan sawit, apakah tergabung dalam Gapki atau tidak yang mempengaruhi penilaian, karena penting untuk membangun konsolidasi dan tanggung jawab bersama.

Di negara-negara maju, lanjut dia, sektor-sektor besar, seperti kelapa sawit tidak dikelola secara parsial, melainkan melalui struktur organisasi kolektif yang solid.

Tercatat anggota Gapki di Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) baru sekitar 30 persen dari total unit usaha sawit yang ada, hanya sekitar 80 perusahaan dari lebih kurang 300 unit usaha yang telah bergabung dengan Gapki.

Di Kaltim, luas kebun sawit mencapai 1,5 juta hektare, dengan hak guna usaha (HGU) lebih dari tiga juta hektare, dan pengelompokan perusahaan melalui asosiasi seperti GAPKI sangat penting.

Kementerian LH melalui konsolidasi mewajibkan perusahaan sawit besar, terutama yang tergabung dalam Gapki menyediakan sarana dan prasarana pengendalian karhutla, termasuk skema pembiayaan, kelembagaan internal, dan pelibatan masyarakat melalui Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dan Kelompok Peduli Api (KPA).

Pengawasan bersama tetap diperlukan. “Kami minta seluruh gubernur di Indonesia, khususnya yang memiliki wilayah dengan perkebunan kelapa sawit agar melakukan kontrol sesuai tata laksana dan aturan yang ada,” tutur Menteri Hanif dilansir dari AntaraNewsKaltim.

Di Kota Balikpapan, kondisi pengendalian karhutla di Kaltim relatif membaik. Tercatat penurunan drastis titik api dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :   MASUK Wilayah IKN, Penajam Hapus Rp917 M Aset Daerah

“Hingga kini titik api di Kaltim tercatat sebanyak 15 titik,” ucapnya.

Penurunan tersebut dipengaruhi kondisi iklim yang cukup mendukung dan upaya luar biasa dari pemerintah daerah, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam menekan risiko bencana kebakaran hutan dan lahan.

Kementerian LH komitmen bakal terus mendalami dampak lingkungan akibat aktivitas perkebunan secara umum, kendati situasi dinilai masih terkendali.

Sampah lingkungan, seperti pencemaran dan kerusakan akibat aktivitas sawit akan didalami lebih lanjut, namun secara umum situasi masih dalam kondisi yang terkendali.

Ia meminta kepala daerah mengambil langkah-langkah tegas dalam menjaga kualitas lingkungan di wilayahnya, karena tanggung jawab teknis tetap berada di pemerintah daerah dan pemerintah pusat mendukung dari sisi kebijakan dan pengawasan.

“Posisi lapangan (tapak) berada di daerah, maka penanganan teknis jadi tanggung jawab pemerintah daerah,” ujar Hanif Faisol Nurofiq.

Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud juga memberikan apresiasi dukungan Kementerian LH dalam pengendalian karhutla dan kolaborasi semua pihak sangat berperan dalam penurunan titik api.

Saat ini titik api di Kaltim tersisa 15 titik, jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, serta arahan dan dukungan Kementerian LH.

Pemerintah Provinsi Kaltim siap mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang tidak menjalankan tanggung jawab lingkungan.

“Apabila ada perusahaan yang lalai dalam pencegahan dan penanganan kebakaran, akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rudi Mas’ud. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OIKN Perkenalkan Budaya Lokal kepada Masyarakat
SUSTAIN: Kaltim Pusat Ekspor Batu Bara Indonesia
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
KEMENTERIAN PU Kerahkan 1.461 Alat Berat Tangani Infrastruktur Jalan, di Kalimantan Disiapkan 233 Unit DRU
TERCATAT Ada 56.904 Penumpang Mudik Lebaran Tahun 2026, Telah Diantisipasi Pelindo Sub Regional Kalimantan
SEKOLAH TERINTEGRASI Presiden Prabowo Dibangun di Kabupaten Penajam
DAFTAR Tarif Jalan Tol di Kalimantan, Cek Sebelum Mudik Lebaran

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Rabu, 1 April 2026 - 22:27

SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan

Rabu, 1 April 2026 - 22:04

DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang

Berita Terbaru

Internasional

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 Apr 2026 - 16:22

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca